Hujan Lebat Melanda Korea Selatan Selama Tiga Hari, 4 Orang Tewas, Ribuan Mengungsi

Jumat, 18 Jul 2025, 10:50 WIB

SEOUL - Hujan lebat yang mengguyur Korea Selatan selama tiga hari mengakibatkan empat orang tewas, satu orang hilang, dan lebih dari 5.000 orang dievakuasi, kata sejumlah pejabat pada Jumat (18/7). Otoritas cuaca memperingatkan hujan lebat di seluruh negeri.

Markas Besar Penanggulangan Bencana dan Keselamatan Pusat yang dikutip Yonhap mengatakan, sebagian besar korban jiwa dilaporkan di Provinsi Chungcheong Selatan akibat hujan lebat yang mengguyur wilayah tengah dan selatan negara itu.

Ket. Foto: Tiang listrik ambruk di jalan yang rusak di Gongju, Provinsi Chungcheong Selatan, Korea Selatan pada 17 Juli 2025, setelah hujan deras melanda wilayah tersebut. — Sumber: Yonhap

Satu orang ditemukan mengalami henti jantung di dalam kendaraan yang terendam banjir di jalan Seosan, Provinsi Chungcheong Selatan. Pria tersebut dibawa ke rumah sakit terdekat tetapi meninggal dunia, kata para pejabat.

Seorang pria lanjut usia berusia 80-an ditemukan tewas di ruang bawah tanah rumahnya, dan dinding penahan runtuh menimpa kendaraan yang sedang bergerak, menewaskan pengemudinya, kata para pejabat. Satu orang lainnya ditemukan tewas di sungai.

Pencarian sedang dilakukan untuk menemukan orang hilang di kota Gwangju di barat daya setelah pihak berwenang menerima laporan sekitar pukul 10.18 malam hari Kamis bahwa orang tersebut telah tersapu arus sungai di dekat jembatan.

Hingga pukul 6 pagi hari Jumat, 5.192 orang dari 13 kota dan provinsi telah mengungsi dari rumah mereka karena masalah keamanan, kata pihak berwenang.

Sebanyak 496 kasus kerusakan properti publik dan 276 kasus kerusakan properti pribadi telah dilaporkan, termasuk 328 kasus jalan yang terendam banjir dan 30 kasus tanggul sungai yang jebol.

Dua rute kapal feri penumpang dibatalkan, dan layanan kereta api di tujuh jalur utama dihentikan sebagian.

Total 45 pemadaman listrik dilaporkan, 36 di antaranya telah pulih hingga Jumat pagi, sementara operasi masih berlangsung untuk sembilan sisanya.

Pada hari Kamis, pemerintah menaikkan peringatan bencana terkait cuaca ke level tertinggi, yaitu "serius" sebagai respons atas meningkatnya kerusakan akibat hujan deras yang terus berlanjut.

Markas besar juga mengaktifkan tahap tertinggi sistem tanggap daruratnya, memobilisasi semua kementerian dan lembaga pemerintah terkait untuk tanggap bencana skala penuh.

Badan Meteorologi Korea memperkirakan hujan tambahan 100 hingga 200 mm mulai Kamis hingga Jumat untuk kota-kota selatan Gwangju, Busan, dan Ulsan, dan 50 hingga 150 mm untuk wilayah Chungcheong tengah dan Provinsi Jeolla Utara, serta Daegu dan Provinsi Gyeongsang Utara.

Redaktur: Lili Lestari

Penulis: Lili Lestari

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.