Dembele di Jalur Menuju Ballon d’Or

Kamis, 17 Jul 2025, 07:21 WIB

PARIS - Paris Saint-Germain tampaknya akan kembali merayakan kemenangan individu salah satu pemainnya. Ousmane Dembele, pemain sayap yang berubah menjadi striker mematikan, kini menjadi favorit utama perebutan Ballon d’Or 2024-2025.

Statistiknya berbicara jelas: 21 gol dan 6 assist di Ligue 1 yang mengantarkan PSG meraih gelar dengan 19 poin di atas pesaing terdekat. Di Liga Champions, kontribusinya bahkan lebih gemilang dengan 8 gol dan 6 assist. Ini termasuk performa dominan di final yang memastikan trofi besar itu berpindah ke Paris.

Ket. Foto: Pemain PSG Ousmane Dembele menendang bola saat pertandingan semifinal Piala Dunia Antarklub FIFA 2025 antara PSG lawan Real Madrid di Stadion MetLife, East Rutherford, New Jersey, AS,pekan lalu. — Sumber: FRANCK FIFE/AFP

Namun, jalan menuju Ballon d’Or tak pernah mulus. Kekalahan telak 0-3 dari Chelsea di final Piala Dunia Antarklub sempat menggoyang klaim Dembele. Cole Palmer, bintang muda Chelsea yang mencetak gol dalam laga itu, tiba-tiba masuk dalam perbincangan.

Tapi sejarah menunjukkan penghargaan individu tertinggi ini jarang jatuh ke pemain yang kalah di final turnamen sekunder, sekalipun mereka tampil gemilang. PSG sendiri mengalami perjalanan rollercoaster (naik turun) musim ini.

Awal musim yang suram di Liga Champions nyaris berakhir petaka. Hanya meraih satu kemenangan dari lima laga pertama, mereka sempat di ambang eliminasi. Tapi segala sesuatu berubah ketika Dembele dipindahkan ke posisi striker tengah.

Hasilnya, 10 kemenangan dari 12 laga berikutnya dengan 35 gol dicetak. Momentum itu mencapai puncaknya di babak 16 besar melawan Liverpool. Laga leg kedua di Anfield yang berakhir 1-0 untuk PSG bisa saja berakhir berbeda jika saja header Jarell Quansah di menit ke-79 tidak menghantam tiang gawang.

Di tengah narasi kuat Dembele, beberapa nama lain pantas dipertimbangkan. Mohamed Salah tetap menjadi mesin gol Liverpool dengan 54 kontribusi gol di semua kompetisi, meski sebagian berasal dari titik putih. Raphinha muncul sebagai kuda hitam dengan performa konsisten untuk Barcelona.

Sedangkan Achraf Hakimi membuktikan dirinya sebagai bek kanan terbaik generasi ini dengan pengaruh ofensif yang luar biasa. Ketika semua argumen dikumpulkan, Dembele tetap yang terdepan. Ini bukan hanya karena statistiknya yang mentereng, tapi juga karena perannya sebagai katalis transformasi PSG.

Kemenangan head-to-head melawan Liverpool dan dominasi di Liga Champions menjadi bukti tak terbantahkan. Ballon d’Or memang tentang individu, tapi tak pernah lepas dari kesuksesan tim. Musim ini, Dembele telah menjadi simbol kesuksesan PSG. Upacara penganugerahan Ballon d’Or akan berlangsung pada tanggal 22 September dan para nominasi akan diumumkan pada bulan Agustus. ben/AFP/G-1

Redaktur: Aloysius Widiyatmaka

Penulis: AFP, Benny Mudesta Putra

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.