Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Awas! Gelombang Tinggi di Perairan Selatan Jawa Tengah, BMKG Peringatkan Wisatawan dan Pelayaran untuk Waspada

📅 Kamis, 17 Jul 2025, 09:36 WIB | Oleh:
Awas! Gelombang Tinggi di Perairan Selatan Jawa Tengah, BMKG Peringatkan Wisatawan dan Pelayaran untuk Waspada Doc: Antara

CILACAP - Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengimbau seluruh pengguna jasa kelautan maupun wisatawan untuk mewaspadai potensi terjadinya gelombang tinggi di perairan selatan Jawa Tengah (Jateng).

"Berdasarkan permodelan gelombang, tinggi gelombang perairan selatan Jateng yang meliputi perairan selatan Cilacap, perairan selatan Kebumen, dan perairan selatan Purworejo berpotensi mencapai kisaran 2,5 meter hingga 4 meter, sehingga masuk kategori gelombang tinggi," kata Kepala Kelompok Teknisi BMKG Stasiun Meteorologi Tunggul Wulung Cilacap Teguh Wardoyo di Cilacap, Kamis.

Menurut dia, kondisi tersebut dipengaruhi oleh pola angin di wilayah selatan Indonesia secara umum bertiup dari arah timur hingga tenggara dengan kecepatan berkisar 5-20 knot.

Dalam hal ini, pola tiupan angin yang cenderung searah dengan kecepatan tinggi berpotensi memicu terjadinya gelombang tinggi dan kondisi tersebut diprakirakan akan berlangsung hingga tanggal 20 Juli 2025.

"Oleh karena itu, kami mengeluarkan peringatan dini gelombang tinggi di perairan selatan Jateng yang berlaku mulai 17 Juli hingga 20 Juli. Kami akan segera informasikan kepada seluruh pengguna jasa kelautan jika ada perkembangan lebih lanjut," katanya.

Terkait dengan peringatan dini gelombang tinggi tersebut, dia mengimbau seluruh pengguna jasa kelautan untuk memperhatikan risiko kecepatan angin dan tinggi gelombang terhadap keselamatan pelayaran.

Ia mengatakan hal itu karena berdasarkan analisis, kecepatan angin yang mencapai 15 knot dan tinggi gelombang mencapai 1,25 meter berisiko terhadap perahu nelayan, kecepatan angin 16 knot dan tinggi gelombang 1,5 mete berisiko terhadap tongkang, serta kecepatan angin 21 knot dan tinggi gelombang 2,5 meter berisiko terhadap kapal feri.

"Bagi wisatawan yang berkunjung ke pantai selatan Jateng, kami imbau untuk tidak berenang atau mandi dan bermain air di pantai guna mengantisipasi hal-hal yang kita inginkan seiring dengan adanya potensi gelombang tinggi," kata Teguh.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • MSI Apresiasi Menteri Pertanian Amran Sulaiman Terkait Penghentian Impor Singkong
    Sangat menginspirasi melihat bagaimana kebijakan tegas menyetop impor ...
  • Kebangkitan UMKM dan Penetrasi E-Commerce jadi Katalisator Pertumbuhan Industri Percetakan di Indonesia
    ehadiran platform pameran B2B bertaraf internasional seperti ALLPrint ...
  • Mentan Bidik Investasi Besar, Industri Bioetanol Nasional Mulai Digenjot
    Langkah strategis dari pemerintah pusat, khususnya melalui jaminan ...
  • Kemenperin Perkuat Kemitraan IKM Singkong dan Industri Nasional
    Langkah Kemenperin mengintegrasikan IKM olahan singkong melalui Program ...
  • Industri Bioetanol Indonesia Mau Digenjot, Mentan Bidik Investasi BUMN dan Swasta
    Potensi penghematan devisa negara hingga mencapai Rp500 triliun ...
Nasional
Dirut Bulog: Stok Beras Nas...
Nasional
Pemerintah Siapkan Gudang L...

Pemkot Tangerang Perketat Pengawasan TKA

1.5 jam yang lalu | Ilham Sudrajat

Megapolitan
Pemkot Tangerang Perketat P...
Nasional
Bakom RI: Ancaman Bahaya In...
Advertisement
WHO Pilih Dirjen Baru, Menkes RI Budi Sadikin dan 5 Kandidat Lain Siap Bersaing

WHO Pilih Dirjen Baru, Menkes RI Budi Sadikin dan 5 Kandidat Lain Siap Bersaing

26 Sep 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.