• Home
  • navigasi panah1
  • Rona
  • panah2
  • Wamenekraf Dorong Femmevol...

Wamenekraf Dorong Femmevolution Festival Jadi Panggung Talenta Ekraf

Rabu, 16 Jul 2025, 18:32 WIB

JAKARTA - Wakil Menteri Ekonomi Kreatif (Wamenekraf), Irene Umar mendukung Femmevolution Festival 2025 menjadi panggung para pejuang ekonomi kreatif (ekraf) terutama bagi musisi dan desainer perempuan untuk tampil.

"Femmevolution ialah contoh gabungan festival musik dan fesyen yang punya peran paling penting untuk memberi kesempatan atau panggung sehingga semua orang bisa melihat para pejuang ekraf tampil," kata Wamenekraf Irene Umar, dalam keterangan pers di Jakarta, pada Rabu (15/7).

Ket. Foto: Wamenekraf Irene Umar saat menerima audiensi dengan penyelenggara Femmevolution Festival di Autograph Tower, Jakarta, pada Selasa (15/7). — Sumber: ANTARA/HO-Kementerian Ekraf

Dalam hal ini, Kementerian Ekonomi Kreatif (Ekraf) mendorong Femmevolution Festival 2025 sebagai wadah kolaborasi lintas sektor, khususnya fesyen dan musik, untuk memberdayakan talenta perempuan.

"Banyak tempat-tempat yang ternyata memiliki panggung, tetapi tidak ada pengisi acara atau penampil," lanjut dia.

Femmevolution Festival hadir dari semangat merayakan perempuan sebagai pusat kreativitas, kekuatan, dan kapabilitas transformasi. Hal ini guna mewadahi musisi perempuan lintas generasi, lintas genre, dan lintas batas.

Selain festival musik yang merayakan keberanian dan kebersamaan, Femmevolution Festival juga akan menghadirkan diskusi terkait perempuan. Acara ini rencana digelar di Indonesia pada Agustus mendatang dengan konsep yang sederhana.

Dalam audiensi dengan penyelenggara Femmevolution Festival di Jakarta, Wamenekraf Irene juga menilai sebagai momen yang baik untuk membuka pintu kolaborasi bersama dengan pihak lain.

Apalagi sebelumnya Kementerian Ekraf sering berkolaborasi dengan Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Jakarta untuk memperkuat ekosistem ekonomi kreatif.

"Kami bersama Bappeda Jakarta sudah menetapkan koridor-koridor kreatif menuju 500 Tahun Jakarta. Tempat-tempat seperti Kota Tua, Pos Bloc, Sarinah, Taman Ismail Marzuki, dan beberapa alternatif tempat lain bisa menjadi pilihan untuk mengadakan acaranya karena sudah pasti banyak pengunjung," ujar Irene.

"Tetapi, kolaborasi yang tercipta tetap harus dibagi antara commercialization dengan partnershipnya," tambah dia.

Rieka Roslan sebagai penggagas Femmevolution Festival menyampaikan bahwa rencana pelaksanaan festival ini sebagai wujud visi dan misi mulia dalam memberikan tempat untuk berkarya serta wadah bagi para perempuan.

Adapun tujuan acara ini bukan sekadar festival, melainkan gerakan perempuan untuk bertemu dan berdiskusi serta menonjolkan identitas maupun keberagaman Indonesia.

"Femmevolution akan membuat perempuan tidak hanya bersuara, tetapi juga mereka menciptakan ruang wadah untuk berekspresi lewat musik," ujar Rieke Roslan.

Rieke menambahkan bahwa festival musik itu juga bisa menjadi ruang dengan menggabungkan fesyen maupun kuliner.

"Akan menjadi keren saat para musisi yang hadir pakai kebaya serta wastra khas Indonesia. Kemudian, nanti tak hanya sekadar bernyanyi tapi ada tarian atau budaya Indonesia yang bisa dimunculkan sehingga makin populer," ucap Rieka. Ant

  • Ekonomi Kreatif

Redaktur: Redaksi Koran Jakarta

Penulis: Opik

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.