Pengelolaan Sampah Banyumas Layak Jadi Contoh Nasional
Rabu, 16 Jul 2025, 16:10 WIBManggar, Babel -- Bupati Belitung Timur (Beltim), Provinsi Kepulauan Bangka Belitung KeKamarudin Muten, menilai pola pengelolaan sampah yang diterapkan Pemerintah Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah, layak dijadikan percontohan nasional karena berhasil menggabungkan solusi lingkungan dengan nilai ekonomi bagi masyarakat.
Hal itu disampaikannya saat melakukan kunjungan kerja ke Tempat Pembuangan Akhir Berbasis Lingkungan dan Edukasi (TPA BLE) di Desa Wlahar Wetan, Kecamatan Kalibagor, Kabupaten Banyumas, Selasa.
âDi sini, sampah dipandang bukan lagi masalah, tetapi sumber daya yang dimulai dari masyarakat memilah dan mengelola sampah secara swadaya di tingkat hulu, kemudian diolah di Tempat Pengelolaan Sampah Terpadu (TPST) desa, dan akhirnya residu ditangani di TPA BLE," katanya.
Ia menyebut sistem pengelolaan sampah di Banyumas dilakukan secara menyeluruh dari hulu ke hilir. Di tingkat desa, masyarakat tergabung dalam Kelompok Swadaya Masyarakat (KSM) yang diberdayakan untuk memilah sampah organik dan anorganik langsung dari rumah tangga.
Sampah organik diolah menjadi kompos dan pakan maggot, sedangkan sampah anorganik diubah menjadi produk bernilai seperti paving block, bata, dan biji plastik. Selain itu, Kamarudin juga mengapresiasi pemanfaatan teknologi digital dalam sistem tersebut.
âAdanya aplikasi Sampah Online Banyumas (Salinmas) dan layanan antar jemput sampah melalui aplikasi Jeknyong membuat masyarakat semakin mudah berpartisipasi. Ini contoh nyata ekonomi sirkular yang melibatkan warga secara langsung,â ujarnya.
TPA BLE Banyumas saat ini memiliki kapasitas pengolahan hingga 75 ton sampah per hari dan berfungsi tidak hanya sebagai tempat pembuangan akhir, tetapi juga sebagai pusat edukasi lingkungan.
Menurut data Pemerintah Kabupaten Banyumas, TPA BLE mampu mengurangi timbunan sampah di hilir hingga hampir 45 persen.
Melihat keberhasilan tersebut, Kamarudin menyampaikan rencana Pemerintah Kabupaten Belitung Timur untuk mengadaptasi model serupa. Ia bahkan membuka peluang bagi para investor yang ingin membangun pabrik pengolahan sampah di daerahnya.
âKita ingin ada investasi di sektor ini supaya ada diversifikasi ekonomi. Dengan teknologi dan partisipasi masyarakat, sampah bisa jadi sumber penghidupan baru bagi warga Belitung Timur,â katanya.
Redaktur: Redaksi Koran Jakarta
Penulis: Antara, Sujar
Berita Terkait:
-
Tanggapi Situasi di Selat Hormuz, Para Menlu Asean Tegaskan Kebebasan Navigasi sesuai UNCLOS 1982
-
Sah! Jalur Kasihan-Bangunjiwo Kini Mulus Total, Ini Siasat Ekonomi Baru Kabupaten Bantul
-
Bau dan Pencemaran, Pemkot Surabaya Bongkar Aktivitas Pengelolaan Sampah Ilegal di Keputih
-
Sukses Haji 2026, Arab Saudi dan Indonesia Sepakat Tingkatkan Kualitas Layanan Jamaah
-
Menbud Siapkan Langkah Perkuat Peran Indonesia di UNESCO
-
Bukan Sekadar Main Gim! Menekraf Teuku Riefky Gandeng AS Buka Jalur Karier Baru Generasi Muda di Industri Esports
-
Penuhi Pasokan Oli ke Indonesia Timur, Pertamina Lubricants Perkuat Production Unit Gresik
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.