BPBD Aceh Barat Keruk Muara Sungai Cegah Genangan Banjir
Rabu, 16 Jul 2025, 09:26 WIBMEULABOH â Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Aceh Barat melakukan pengerukan muara sungai di kawasan Pantai Wisata Batee Puteh Meulaboh, sebagai upaya mencegah genangan banjir di permukiman masyarakat akibat meningkatnya curah hujan.Â
"Pengerukan ini sebagai upaya mengantisipasi tergenangnya air di rumah warga akibat tingginya curah hujan sejak beberapa hari belakangan ini," kata Pelaksana Tugas (Plt) Kepala BPBD Kabupaten Aceh Barat, Teuku Ronal Nehdiansyah, Rabu (16/7).Â
Ia mengatakan dengan adanya pengerukan muara sungai di Suak Ujung Kalak Meulaboh, diharapkan genangan air hujan yang menutupi sejumlah ruas jalan dan rumah warga di Kecamatan Johan Pahlawan, Kabupaten Aceh Barat dapat segera surut dan teratasi. Â
Teuku Ronal menyebutkan pengerukan muara sungai Suak Ujung Kalak Meulaboh, salah satu cara alternatif mencegah genangan air hujan di pusat Ibu Kota Kabupaten Aceh Barat.
Meski telah diguyur hujan sejak beberapa hari belakangan ini, BPBD Aceh Barat tetap menyiagakan personel guna memantau debit air sungai dan lokasi yang selama ini rawan terjadi banjir.
Sebelumnya, Badan Meteorologi, Klimatologi, Geofisika mengingatkan masyarakat yang berdomisili di wilayah pantai barat selatan Aceh, agar mewaspadai potensi hujan lebat disertai angin kencang selama dua hari ke depan.
âBerdasarkan pengamatan citra satelit, potensi hujan yang sudah terjadi sejak dua hari belakangan ini di wilayah pantai barat selatan Aceh karena adanya pola siklonik di wilayah barat daya Samudera Hindia,â kata prakirawan Stasiun BMKG Meulaboh-Nagan Raya, Aceh, Gilang Yusuf kepada ANTARA, Senin (14/7).
Akibat pola siklonik tersebut, kata Gilang, menyebabkan terjadi penumpukan massa udara di wilayah sekitar Aceh, sehingga menyebabkan pembentukan awan hujan diantaranya seperti awan cumulonimbus atau nimbostratus atau sejenisnya.
Gilang menjelaskan pola siklonik yang saat ini terjadi di wilayah pantai barat selatan Aceh merupakan awan yang baru saja âmatangâ, sehingga potensi hujan ringan, sedang hingga lebat diprakirakan dapat terjadi hingga Rabu, 16 Juli 2025.
Ada pun potensi hujan tersebut dapat terjadi pada pagi hingga malam hari, atau dapat terjadi pada dini hari maupun di sepanjang hari.
BMKG mengimbau masyarakat agar dapat menjauhi wilayah pinggiran sungai, tebing gunung atau daerah yang banyak pepohonan karena pola siklonik yang terjadi saat ini, dapat mengakibatkan meluapnya aliran sungai serta terjadinya angin kencang, sehingga berpotensi terjadinya bencana alam seperti pohon tumbang atau bencana alam lainnya, demikian Gilang Yusuf.
- Cuaca
- BPBD Aceh Barat
Redaktur: Bambang Wijanarko
Penulis: Antara
Berita Terkait:
-
Menkomdigi Ajak Masyarakat untuk Laporkan Platform yang Tidak Taat PP Tunas
-
Kanwil BPN, Kanwil Kemenag, dan Kejati Kepri Teken MoU
-
Susu MBG Dijual di Minimarket, Kok Bisa? Ini Klarifikasi BGN
-
Setelah Selat Hormuz, Kini Giliran Yaman Ancam Tutup Jalur Laut Merah
-
Jenazah Dua Prajurit TNI UNIFIL Tiba di Yogyakarta, Dimakamkan Secara Militer di Daerah Asal
-
BMKG Prakirakan Cuaca Sejumlah Wilayah di Indonesia Berawan hingga Hujan Ringan pada Kamis
-
BMKG Imbau Warga Banten Waspadai Potensi Cuaca Ekstrem pada 3–8 Mei
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.