Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Hari Pertama Sekolah Diisi Sosialisasi Antikekerasan

📅 Selasa, 15 Jul 2025, 01:05 WIB | Oleh:
Hari Pertama Sekolah Diisi Sosialisasi Antikekerasan Doc: Koran Jakarta/M. Fachri
Ket. Murid-murid mengikuti masa pengenalan lingkungan sekolah (MPLS) usai upacara bendera di SDN Kembangan 06 pagi, Jakarta, Senin (14/7). Sekolah mulai melaksanakan kegiatan belajar mengajar setelah libur panjang tahun ajaran baru. Sekolah tidak hanya ramai

JAKARTA – Kemarin sekolah-sekolah memulai tahun ajaran baru 2025/2026. Sejumlah sekolah di Jakarta diisi dengan sosialisasi antikekerasan. “Ini bagian dari masa pengenalan lingkungan sekolah atau MPLS,” jelas Kepala Dinas Pemberdayaan, Perlindungan Anak dan Pengendalian Penduduk (PPAPP) Provinsi Jakarta, Iin Mutmainnah, Senin (14/7).

Sosialisasi yang dilakukan Iin diselenggarakan di SMA Negeri 39, Jakarta Timur. “Sebelum menjaga, kita harus memahami diri,” tutur Iin. Menurutnya, keseluruhan diri adalah organ yang sangat berharga. Jadi, harus dijaga.

Iin menjelaskan, siswa-siswi agar selalu menjaga diri dari kekerasan baik fisik maupun verbal. Iin juga mengingatkan agar anak-anak tidak mengecewakan orang tua yang sudah mendoakan dari rumah untuk kesuksesan mereka.

Selain itu, Iin juga berpesan agar pelajar berhati-hati dalam menggunakan media sosial supaya tak terpengaruh melakukan hal-hal buruk. Dia menjelaskan, adik kelas mesti menghargai kakak kelas. “Kita harus menghindari kekerasan, bukan hanya di sekolah, tapi juga di luar sekolah. Sebab kita harus menjadi agent of change, agen perubahan untuk lingkungan kita,” harap Iin.

Tak hanya memberikan sosialisasi, Iin juga mengadakan kuis dengan memberikan pertanyaan kepada peserta MPLS seputar antikekerasan. Tujuannya, agar para siswa bisa memahami kekerasan dan menghindari perbuatan tersebut di sekolah maupun di lingkungan masyarakat.

MPLS berjalan secara serentak di seluruh sekolah Jakarta mulai Senin (14/7) kemarin. MPLS akan berjalan selama lima hari hingga 18 Juli. Selain mendapat pembekalan materi terkait antikekerasan, siswa juga memperoleh masukan antijudi daring.

Tim Khusus

Pemerintah Jakarta menyediakan tim khusus untuk mencegah tindak kekerasan, khususnya pada masa pengenalan lingkungan sekolah (MPLS). Iin menjelaskan, di sekolah ada Tim Pencegahan dan Penanganan Kekerasan di Satuan Pendidikan (TPPKS). Di dalamnya terdapat sejumlah guru.

Iin menambahkan, tim tersebut sebagai satuan tugas (Satgas) untuk mengawasi tindak kekerasan di lingkungan sekolah. Dinas PPAPP juga mendirikan Pos Sahabat Perempuan dan Anak (Sapa) di ruang publik terpadu ramah anak (RPTRA).

Melalui pos ini, lanjut dia, masyarakat, khususnya anak-anak dapat mengadu awal jika mengalami kekerasan baik secara fisik maupun verbal. Nanti disiapkan tenaga ahli di dalamnya untuk mendampingi atau menjangkau dari masalah pengaduan awal tadi.

Kemudian baru diteruskan sesuai dengan SOP sampai ke Unit Pelaksana Teknis Daerah Perlindungan Perempuan dan Anak (UPTD PPA). Iin menjelaskan, jika aduan awal sudah diterima, proses pun akan berjalan hingga tahap akhir.

Nanti diketahui apakah masuk ranah hukum atau cukup diselesaikan secara sosial. Jika sakit akan dirujuk ke rumah sakit. Lebih lanjut Iin mengatakan, selama masa MPLS, materi terkait sosialisasi antikekerasan juga akan serentak dilakukan di seluruh sekolah Jakarta.

Salah satunya di SMA Negeri 39, Jakarta Timur ini. Iin sendiri menyempatkan diri untuk menyampaikan materi terkait anti kekerasan kepada anak-anak. Iin berharap jika memang terdapat kasus kekerasan, sekolah dapat langsung melaporkan untuk diproses dan diselesaikan lebih dini.

Di sisi lain, Kepala Sekolah SMA Negeri 39 Jakarta, Icuk Yunadi, juga memastikan anak-anaknya tidak ada yang terlibat kekerasan, terutama saat MPLS. “Jika ada yang melakukan tindak kekerasan, kita proses. SOP-nya ada. Nanti, kalau sudah ada pembinaan tiga kali, baru kita diskusikan dengan dewan guru untuk mengambil keputusan,” jelasnya.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Gelombang Tsunami Setinggi 18 Meter Mengancam Pantai Selatan Kebumen
    Membayangkannya saja sudah bikin takut. Apalagi ada keluarga ...
  • Mohon Dukungan Doa! Paus Leo XIV Akan Jalani Operasi Paru-paru di Roma
    Turut mendoakan, semoga operasinya berjalan baik dan lancar ...
  • Peringkat FIFA Melesat, Timnas Indonesia Dipastikan Lolos Langsung ke Putaran Kedua Kualifikasi Piala Dunia 2030
    Masa depan timnas kita sepertinya makin cerah, sangat ...
  • Kolaborasi Industri dan Akademisi Diperkuat, Seequent Dorong Kapasitas Geosains Indonesia
    How can collaboration between industry and academic institutions ...
  • Mengapa Tak Banyak Mahasiswa Asing yang Mau Kuliah di Indonesia?
    What factors might discourage international students from pursuing ...
Advertisement
jjroyal-luwak
Rona
BINUS University Kembali Ge...
Daerah
Pemprov Jawa Timur Akan Sia...
Advertisement
Klasemen Liga Champions: PSG Naik ke Puncak, Tiga Wakil Italia Terpuruk di Luar Zona Playoff

Klasemen Liga Champions: PSG Naik ke Puncak, Tiga Wakil Italia Terpuruk di Luar Zona Playoff

15 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.