Beras Oplosan Merugikan Rp100 Triliun. Perlu Lintas Kementerian untuk Mengatasi

Selasa, 15 Jul 2025, 01:04 WIB

JAKARTA – Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman mengatakan pengusaha besar terlibat beras oplosan. “Kini yang bersangkutan tengah diperiksa polisi,” ujarnya. Menanggapi kasus beras oplosan yang merugikan Negara hampir 100 triliun rupiah ini, Ketua Forum Konsumen Berdaya Indonesia (FKBI), Tulus Abadi, minta diselesaikan secara lintas kementerian.

Menurut Tulus, temuan praktik kecurangan tersebut tidak hanya diinformasikan kepada publik, tetapi ditindaklanjuti dengan aksi hukum dan kebijakan antarkementerian/lembaga. "Praktik pengoplosan beras premium, apalagi dilakukan pengusaha besar, bisa menjadi praktik mafia antarprodusen beras untuk mengeruk keuntungan dengan praktik kotor," kata Tulus.

Ket. Foto: beras — Sumber: ist

Dia menegaskan tindakan pengoplosan beras premium sangat merugikan konsumen. Hal ini bertentangan dengan multiregulasi di level undang-undang seperti UU Perlindungan Konsumen, UU tentang Pangan, serta UU tentang Antimonopoli dan Persaingan Tidak Sehat. "Plus KUHP, yang menjurus pada aspek penipuan pada konsumen," ujarnya.

Dalam konteks informasi pelabelan, lanjut Tulus, beras premium oplosan menimbulkan disinformasi pada konsumen. Sebab antara label dan isinya tidak sinkron. Ini menjadikan beras oplosan sebagai beras tidak standar.

Dia menuturkan praktik beras oplosan harus ditindak tegas dan diberikan sanksi dari berbagai aspek hukum baik dari sisi perdata, administrasi, maupun pidana. Ia menjelaskan dari sisi perdata, maka produsen yang terbukti mengoplos harus mengganti beras yang standar pada konsumen. Sedangakn dari aspek administrasi, perusahaan yang bersangkutan bisa dicabut izin usahanya.

"Dan, dari sisi pidana, pelaku pengoplosan bisa diproses pidana, sesuai dengan hukum yang berlaku," tuturnya. Tulus juga mendorong masyarakat untuk segera melaporkan jika di pasaran ditemukan beras oplosan tersebut.

Investigasi kasus kecurangan beras komersial dilakukan Kementerian Pertanian, Bapanas, Satgas Pangan, Kejaksaan, hingga Kepolisian, setelah adanya anomali soal beras. Padahal produksi padi saat ini sedang tinggi secara nasional, bahkan tertinggi dalam 57 tahun terakhir dengan stok hingga saat ini mencapai 4,2 juta ton.

Berdasarkan hasil temuan pada beras premium dengan sampel 136, ditemukan 85,56 persen tidak sesuai ketentuan. Kemudian, 59,78 persen tidak sesuai dengan harga eceran tertinggi (HET). Lalu 21,66 persen tidak seusai dengan berat kemasan.

Lalu, temuan pada beras medium dengan sampel 76 merek ditemukan 88,24 persen tidak sesuai mutu beras; 95,12 persen tidak sesuai HET; serta 9,38 persen tidak seusai berat kemasan.

Dugaan praktik kecurangan dalam perdagangan beras yang menyebabkan kerugian konsumen hingga 99,35 triliun akibat manipulasi kualitas dan harga di tingkat distribusi itu, sedang berproses di kepolisian.

  • beras oplosan

Redaktur: Aloysius Widiyatmaka

Penulis: Aloysius Widiyatmaka

Berita Terbaru

Prawirotaman Adakan Festival Guna Menunjang Kunjungan Wisata

Warga Semarang yang Akan Menikah, Lihat Pameran 50 Vendor Wedding

Jatim Hari Ini Cerah-Berawan, Gelombang hingga 3,7 Meter Mengintai Perairan Selatan

Gubernur Emanuel Melkiades Bawa Bantuan ke Tiga Titik Terdampak Gempa M7,7 di Riung

Real Madrid di Bawah Pelatih Mourinho Kalahkan Espanyol 2-1

Putus Akibat Gempa, Akses Jembatan Wae Dampek di Manggarai Timur Pulih

Kapal Kargo Muatan Bijih Besi Tujuan Singapura Tenggelam di Lepas Pantai India, Dua ABK Selamat

Kucuran Beras Capai 1,65 Juta Ton, Pemerintah Optimistis Rem Harga Beras di Puncak El Nino

BPBD Cilacap Tingkatkan Kesiapsiagaan Hadapi Ancaman Kekeringan Meteorologis

Menlu Tiongkok Wang Yi Temui Ketua DEN RI Luhut Panjaitan Bahas Investasi di Indonesia

Ratusan Rumah Adat Sade Ludes Terbakar, Pemkab Lombok Tengah Fokus Pulihkan Korban

Korea Utara Tuding Rencana Perluasan Anggaran Pertahanan Jepang Sebagai 'Persiapan Perang'

Brentford Kalahkan Tottenham Hotspur dengan Skor Telak 3-0

Pemprov NTT Percepat Perbaikan Infrastruktur Terdampak Gempa M7,7

Pemerintah Kota Batam Siapkan Subpenyalur BBM Nelayan di Pulau Rempang

Permudah Akses BBM Subsidi, Pemkot Batam Siap Bangun SPBU untuk Nelayan di Pulau Rempang

Harga Daging Ayam Ras di Dua Kabupaten di Riau di Atas Rp40.000/Kg

Film "The Odyssey" Laris di Korea Selatan, Lampaui 6 Juta Penonton

Balas Trump, Iran Peringatkan Negara yang Gabung dengan Sanksi AS Dianggap 'Musuh'

BMKG Prakirakan Sebagian Besar Wilayah RI Diprakirakan Cerah Berawan pada Minggu

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.