Warga Bekasi Harapkan Pemulihan Lingkungan Seputar Daerah Aliran Sungai

Senin, 14 Jul 2025, 02:03 WIB

BEKASI -  Hujan besar selalu membuat meluap sungai-sungai di Bekasi. Hal ini membuat banjir meluas. Untuk itu, komunitas “Save Kali Cikarang” Kabupaten Bekasi, meminta pemerintah segera memulihkan kondisi daerah aliran sungai (DAS) untuk mencegah banjir.

Ketua Komunitas Save Kali Cikarang, Eko Djatmiko, mengungkapkan banjir tahunan di Kabupaten Bekasi tidak semata-mata disebabkan tingginya curah hujan. Alih fungsi lahan di wilayah resapan air dan eksploitasi alam di hulu sungai menjadi faktor utama memperparah kondisi.

Ket. Foto: banjir — Sumber: ist

"Alih fungsi lahan di hulu sungai ditambah eksploitasi alam secara masif menyebabkan debit air meningkat saat turun hujan sehingga memicu banjir," katanya di Cikarang, Sabtu.

Hujan dengan intensitas tinggi sejak awal Juli 2025 kembali menyebabkan banjir besar di sejumlah wilayah Kabupaten Bekasi. Sebanyak 29 desa dilaporkan terendam banjir dan 13.546 jiwa menjadi korban.

Kali Cikarang menjadi salah satu sumber utama luapan air yang menggenangi kawasan permukiman: The Arthera Hill, Villa Lestari, Grand Cikarang Village Jayasampurna, serta Villa Mutiara 2 Sukasejati di Kecamatan Cikarang Selatan.

Ia menyoroti wilayah hulu Kali Cikarang di Kecamatan Jonggol, Kabupaten Bogor, mengalami eksploitasi alam besar-besaran. Sementara itu, lahan resapan air di hilir Kali Cikarang, Kabupaten Bekasi terus menyusut akibat marak pembangunan di wilayah konservasi dan perlindungan air.

"Wilayah DAS Kali Cikarang mulai dari Cibarusah, Serang Baru, Cikarang Selatan, Setu hingga Cikarang Barat, kini bahkan sudah dipadati permukiman hingga pabrik-pabrik," katanya.

Eko menekankan penting solusi jangka panjang untuk mengatasi banjir dengan pemulihan wilayah DAS Kali Cikarang melalui penertiban penggunaan ruang. Penanganan banjir juga harus dilakukan secara komprehensif dari hulu hingga hilir.

"Wilayah DAS sangat penting sebagai area resapan air saat musim hujan. Area permukiman maupun pabrik yang berada di wilayah DAS seharusnya bisa direlokasi. Periksa saja dokumen Amdal atau rekomendasi teknis lain, belum tentu sesuai izin," katanya.

Bupati Bekasi Ade Kuswara Kunang turut mengakui alih fungsi lahan menjadi salah satu penyebab utama banjir beberapa waktu terakhir. Banyak lahan yang seharusnya berfungsi sebagai daerah resapan air kini berubah menjadi kawasan permukiman, bangunan liar hingga kawasan industri.

"Seharusnya area untuk aliran sungai dan lahan persawahan dipertahankan. Faktanya banyak yang berubah menjadi kawasan perumahan dan bangunan komersial. Hal ini menyebabkan daya tampung air berkurang," katanya.

Pemerintah Kabupaten Bekasi akan mengambil langkah-langkah konkret bersama Kementerian PUPR dan dinas terkait untuk menyelaraskan kebijakan tata ruang serta menegakkan aturan penggunaan lahan. Gubernur Jawa Barat juga disebut telah berkomitmen untuk segera mengeluarkan Peraturan Gubernur yang melarang alih fungsi lahan pertanian dan daerah resapan air.

"Kami pun mengambil langkah konkret seperti yang sudah disampaikan Gubernur Jawa Barat dengan mengeluarkan kebijakan terkait alih fungsi lahan yang tentu harus didukung bersama-sama," katanya.

Pemkab Bekasi juga berencana melakukan sosialisasi kepada masyarakat mengenai dampak negatif dari alih fungsi lahan. Edukasi ini bertujuan agar masyarakat memahami pembangunan yang tidak sesuai dengan tata ruang dapat memicu bencana jangka panjang.

Redaktur: Aloysius Widiyatmaka

Penulis: Aloysius Widiyatmaka

Berita Terbaru

Perusahaan Milik Kampus UGM Go Public! Target IPO Capai Rp45 Miliar

Tinjau Karhutla Kalsel, Menhut Raja Antoni: Api Sudah Tak Terlihat, tapi Gambut Masih Berasap.

Dalang Karhutla Diburu! Komisi III DPR Apresiasi Langkah Tegas Polri

Coco Gauff Juara Cincinnati Open untuk Kedua Kalinya, Masuk Klub Elite WTA

Gratis dan Siaga 24 Jam! Pertamina Buka Posko Medis bagi Warga Manggarai NTT

Formula 1: Norris Menangi GP Belanda, Verstappen Kecelakaan di Depan Pendukung Sendiri

TNI AU Gerak Cepat! 6 Pesawat Bawa Bantuan Kemanusiaan ke NTT dan Kalimantan

Liga Inggris: Manchester City Menang Dramatis di Awal Era Maresca, Liverpool Selamat dari Kekalahan

Terungkap! Kebakaran Rumah di Tebet Diduga Dipicu Mesin Fotokopi

Serie A: Amorim Buka Era Baru dengan Kemenangan, Milan Tundukkan Torino; Juventus Menang Tipis atas Frosinone

Karhutla Meluas, Gubernur Kalsel Desak Masyarakat Lindungi Diri dari Paparan Asap

La Liga: Barcelona Pesta Gol di Kandang Elche, Atletico Madrid Selamat dari Kekalahan

Kementerian Kebudayaan akan revitalisasi situs budaya di Malut

Mengerikan Tragedi Kebakaran Rumah di Tebet, 4 Orang Tewas

Arthur Fils Juara Cincinnati Masters 1000, Tekuk Tiafoe dalam Final Bersejarah

Presiden Prabowo Pimpin Ratas di Hambalang, Bahas Karhutla dan Dampak Bencana NTT.

Kodaeral XIII Gelar Lomba Speedboat di Tarakan, Dorong Potensi Kemaritiman Kaltara.

Takdir Geografis Gambia, Negara Terkecil Afrika yang Terjepit Senegal

Maulid Nabi Muhammad SAW 1448 H, Munafri Arifuddin Ajak Masyarakat Perkuat Persatuan.

Tips Mengelola Bisnis Kos-Kosan

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.