Presiden Iran Cedera Ringan dalam Serangan Israel, Iran Curigai Kebocoran Internal

Minggu, 13 Jul 2025, 18:15 WIB

JAKARTA - Presiden Iran Masoud Pezeshkian mengalami cedera ringan pada bagian kaki dalam serangan udara yang dilancarkan Israel terhadap pertemuan Dewan Keamanan Nasional Tertinggi Iran bulan lalu. Informasi ini disampaikan Kantor Berita Fars dalam laporan yang dirilis Sabtu (15/6).

Serangan rudal tersebut terjadi pada 17 Juni saat para pemimpin tertinggi Iran, termasuk kepala tiga cabang pemerintahan, tengah menggelar pertemuan di lantai bawah sebuah gedung yang dijaga ketat di kawasan barat ibu kota Teheran. Menurut Fars, enam proyektil diluncurkan dan menghantam area pintu masuk dan keluar gedung, dalam pola serangan yang disebut menyerupai taktik operasi pembunuhan terhadap pemimpin Hizbullah Hassan Nasrallah.

Ket. Foto: — Sumber: Anadolu Agency

Laporan tersebut menyebutkan bahwa evakuasi berhasil dilakukan melalui pintu darurat yang telah direncanakan sebelumnya. Presiden Pezeshkian mengalami luka saat proses evakuasi, namun ia berhasil keluar dengan selamat. “Pezeshkian terluka selama evakuasi tetapi berhasil keluar dengan selamat,” tulis Fars.

Otoritas Iran kini tengah menyelidiki kemungkinan adanya kebocoran informasi internal, mengingat tingkat akurasi serangan yang tinggi. Kecurigaan ini memperkuat kekhawatiran bahwa serangan Israel dilakukan dengan bantuan intelijen dari dalam negeri.

Fars dalam laporannya juga mengecam media Barat dan media yang berafiliasi dengan Israel karena dinilai mengabaikan apa yang disebutnya sebagai "tindakan terorisme negara secara terang-terangan." Media Iran membandingkan sikap tersebut dengan kritik keras terhadap fatwa dan keputusan keagamaan yang pernah dikeluarkan oleh para pemimpin Iran terhadap tokoh-tokoh seperti Presiden AS Donald Trump dan Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu.

Serangan yang melukai Presiden Pezeshkian merupakan bagian dari konflik bersenjata yang berlangsung selama 12 hari antara Israel dan Iran. Konflik tersebut dipicu oleh serangan udara Israel pada 13 Juni yang menghantam fasilitas militer, nuklir, dan sipil Iran, menewaskan sedikitnya 606 orang dan melukai lebih dari 5.300 orang, menurut data Kementerian Kesehatan Iran.

Sebagai balasan, Iran meluncurkan rudal dan pesawat tak berawak yang menargetkan sejumlah wilayah di Israel. Serangan tersebut menyebabkan sedikitnya 29 orang tewas dan lebih dari 3.400 lainnya terluka, berdasarkan laporan yang dikeluarkan Universitas Ibrani Yerusalem.

Konflik itu berhenti menyusul kesepakatan gencatan senjata yang dimediasi oleh Amerika Serikat dan mulai berlaku pada 24 Juni. Namun, ketegangan antara kedua negara masih tetap tinggi, sementara Iran terus menyelidiki serangan yang nyaris mengenai seluruh pucuk pimpinan negaranya.

Redaktur: Redaksi Koran Jakarta

Penulis: Paundra Zakirulloh

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.