Petani Suriah Hadapi Masa Depan Suram Dampak Kebakaran Hutan

Minggu, 13 Jul 2025, 20:30 WIB

QASTAL MAAF - Sepatu Rifaat Ismail terbenam ke dalam abu di mana kebun-kebun zaitun pernah tumbuh subur. Di sekelilingnya, bukit-bukit di Desa Beit Awan tampak tinggal puing-puing, berupa batang-batang pohon yang menghitam, sarang lebah yang kosong, dan ladang yang menjadi abu.

Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) selama sepuluh hari berturut-turut menghanguskan 15.000 hektare lahan di Provinsi Latakia, Suriah barat laut, sekaligus menyebabkan para petani seperti Rifaat tidak memiliki apa-apa selain tanah yang hangus dan peralatan yang rusak.

"Kami kehilangan segalanya," kata pria berusia 40 tahun itu kepada Xinhua. "Api melahap semuanya, seperti zucchini, mentimun, tomat, paprika, pohon zaitun, pohon lemon. Tidak ada yang tersisa."

Sepupunya, Ali Ismail, seorang peternak lebah, berdiri di dekatnya, menunjuk ke arah onggokan sisa-sisa 48 sarang lebah, "Lebah-lebah lainnya menyelamatkan diri karena asap... Ini adalah satu-satunya mata pencaharian kami. Itulah mengapa kami mempertahankan sarang lebah hingga nafas terakhir, bahkan dengan mempertaruhkan nyawa kami sendiri."

Ket. Foto: Petani Suriah. — Sumber: AFP

Kobaran api yang dipicu oleh angin kering dan panas yang menyengat, meluluhlantakkan pedesaan utara di Latakia, salah satu wilayah yang telah dilanda konflik selama bertahun-tahun.

Rumah Rifaat selamat dari kobaran api, namun sumber kehidupan pertanian keluarganya lenyap. "Kerusakannya sangat besar. Kerugian ini tidak bisa diganti," katanya.

Dampak kemanusiaan terus meluas, dengan puluhan keluarga mengungsi dan ribuan lainnya kehilangan sumber penghidupan. Ledakan besar yang mengguncang wilayah tersebut pada Jumat (11/7), yang diduga disebabkan oleh bahan peledak yang belum meledak, semakin menegaskan ancaman bahaya yang masih membayangi.

"Kami memohon kepada pemerintah Suriah dan masyarakat internasional untuk mendukung kami agar kami dapat tetap tinggal di desa kami dan mulai menanam kembali dari awal," katanya.

Rekaman drone dan video darat dari lokasi karhutla, yang diabadikan pada saat puncak kobaran api, menunjukkan asap tebal melahap pohon-pohon pinus tua, sementara penduduk desa dan petugas pemadam kebakaran berusaha keras membuat sekat bakar.

Hari ini, udara masih berbau jelaga; tanah berderak saat diinjak. Bagi Ali, kerugian yang ditimbulkan lebih dari sekadar hasil panen yang bernilai 50-70 juta dolar AS (1 dolar AS = Rp16.220). "Lihatlah hutan-hutan ini. Beberapa di antaranya berusia ratusan, bahkan ribuan tahun. Ini adalah kerugian yang tidak dapat dipulihkan dengan uang."

Dampak kemanusiaan terus meluas, dengan puluhan keluarga mengungsi dan ribuan lainnya kehilangan sumber penghidupan.

Ledakan besar yang mengguncang wilayah tersebut pada Jumat (11/7), yang diduga disebabkan oleh bahan peledak yang belum meledak, semakin menegaskan ancaman bahaya yang masih membayangi.

20250713200626_CjkinzN007005_20250713_CBMFN0A002.jpeg

Sebuah pohon yang terbakar terlihat di tengah asap tebal akibat kebakaran hutan di daerah pedesaan Provinsi Latakia, Suriah, pada Senin (7/7). ANTARA/Xinhua/STR

Delegasi Uni Eropa (UE) untuk Suriah pada Jumat mengatakan bahwa pihaknya telah mengaktifkan layanan satelit "Copernicus" untuk menyediakan pemetaan waktu nyata (real-time) dari daerah-daerah yang terkena dampak kebakaran karena kebakaran hutan telah menyebabkan ribuan orang mengungsi, dan bahwa negara-negara Eropa menjajaki bantuan lebih lanjut kepada warga Suriah melalui Mekanisme Perlindungan Sipil UE.

Para petugas pemadam kebakaran terus bekerja meskipun ada angin kencang dan ancaman ranjau darat, dengan "kedatangan bala bantuan baru dari beberapa provinsi," kata Kepala Pertahanan Sipil Latakia, Abdel Kafi Kayyal, pada Jumat.

Lebih dari 150 tim pemadam kebakaran dan 300 kendaraan dikerahkan di seluruh zona kritis, termasuk Jabal al-Nisr dan Burj Zahi, didukung oleh alat berat yang membentuk sekat-sekat api di hutan-hutan, demikian disampaikan Pertahanan Sipil Suriah pada Jumat di Telegram.

Kru darat internasional dari Turkiye dan Yordania bergabung dalam upaya ini, sementara 16 pesawat dari Suriah, Turkiye, Yordania, dan Lebanon melakukan pemadaman dari udara. Pada Sabtu (12/7), Qatar mengirimkan kru khusus ke wilayah tersebut yang dilengkapi dengan mesin dan pesawat canggih.

Di sejumlah masjid, saat shalat Jumat berlangsung, para jemaah dan imam berduka atas hutan yang luluh lantak serta memohon perlindungan bagi komunitas yang terkena dampak.

"Pohon-pohon kami adalah sumber oksigen kami. Mereka menyuplai makanan bagi anak-anak kami. Kini, semuanya telah lenyap," gumam Rifaat sambil menatap lanskap yang suram. "Apa lagi yang bisa kami lakukan selain memulai dari awal?" Ant/Xinhua

Redaktur: Redaksi Koran Jakarta

Penulis: Deri Henriawan

Berita Terbaru

Pemerintah Kota Batam Siapkan Subpenyalur BBM Nelayan di Pulau Rempang

Permudah Akses BBM Subsidi, Pemkot Batam Siap Bangun SPBU untuk Nelayan di Pulau Rempang

Harga Daging Ayam Ras di Dua Kabupaten di Riau di Atas Rp40.000/Kg

Film "The Odyssey" Laris di Korea Selatan, Lampaui 6 Juta Penonton

Balas Trump, Iran Peringatkan Negara yang Gabung dengan Sanksi AS Dianggap 'Musuh'

BMKG Prakirakan Sebagian Besar Wilayah RI Diprakirakan Cerah Berawan pada Minggu

Shopee Gandakan Donasi, Perkuat Gotong Royong Digital untuk Pemulihan Paska Gempa NTT

PT KAI Menilai Sejumlah Kegiatan di Purwokerto Tingkatkan Mobilitas Masyarakat

Lampaui Target Nasional, Banten Jadi Contoh CKG-TBC

Tidak Hanya Jadi Ajang Olahraga, Purwokerto City Run 2026 Kenalkan Budaya Lokal

KemenPU Tangani 1.229 Titik Kekeringan: 41 Ribu Hektar Sawah & 616 Ribu Jiwa Terbantu

Kebakaran Rumah di Kebayoran Baru, Sebanyak 81 Personel Dikerahkan

Gempa M5,9 Mengguncang Jepang Bagian Timur termasuk Tokyo, Layanan Kereta Api Terganggu

269 Lulusan PT Terpilih untuk Program Magang Nasional di Kemenpar

Budi Doremi Rilis Lagu Baru "Cinta Sendiri", Ajak Pendengar untuk Move On

Jaga Tradisi 5 Abad Kota Banjarmasin, Pemkot Gelar Festival Karya Tari

Peringati HUT RI, Polda Metro Jaya Fasilitasi Perpanjangan SIM Gratis Ribuan Pengemudi Ojol

IQAir: Kualitas Udara Jakarta Tidak Sehat Pagi Ini, Kelima Terburuk di Dunia

Kebakaran Melanda Kampung Adat Sade di Lombok Tengah, Rumah Suku Sasak Hangus Terbakar

Tim Bola Voli Putri Indonesia Bungkam Kazakstan, Revans Terbayar

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.