BPBD Pamekasan Terjunkan Tim ke Pesisir Pantai Terkait Rob

Sabtu, 12 Jul 2025, 23:02 WIB

PAMEKASAN – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Pamekasan, Jawa Timur menerjunkan tim pemantau ke sejumlah pesisir pantai menyusul adanya prakiraan dari Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika akan potensi banjir rob di wilayah itu.

"Tim melalukan pemantauan sekaligus menyampaikan sosialisasi secara langsung kepada warga pesisir untuk meningkatkan kewaspadaan," kata Tim Reaksi Cepat (RTC) BPBD Pamekasan Budi Cahyono, Sabtu (12/7).

Ket. Foto: Dokumen kejadian banjir rob di Dusun Kotasek, Desa Tanjung, Kecamatan Pademawu, Pamekasan pada Juni 2025. — Sumber: ANTARA

Pesisir pantai yang menjadi perhatian tim BPBD Pamekasan ini adalah Dusun Kotasek, Desa Tanjung, Pantai Padelegan dan Pantai Talang Siring di Desa Montok, Kecamatan Larangan, Pamekasan.

Menurut kebiasaan pada tahun-tahun sebelumnya, di tiga lokasi ini biasa terjadi banjir rob, apabila terjadi air pasang laut maksimal.

"Karena itu, teman-teman penanggulangan bencana, termasuk para relawan penanggulangan bencana bersiaga di tiga lokasi lokasi tersebut," katanya.

Budi menjelaskan, banjir rob terjadi akibat termasuk air pasang maksimum, hingga air yang pasang tersebut menggenangi daratan.

Banjir ini diakibatkan oleh terjadinya pasang air laut yang lebih tinggi dari ketinggian daratan. Banjir Rob juga dikenal sebagai genangan.

"Banjir ini juga akibat face bulan purnama yang mempengaruhi kondisi pasang surut yang berpotensi menyebabkan pasang maksimum dan surut minimum, dengan ketinggian pasang dapat mencapai 130 s/d 150 cm dari rata-rata ketinggian muka air laut," katanya.

Genangan yang ditimbulkan dapat mengganggu transportasi di sekitar pelabuhan dan pesisir, aktivitas petani garam dan perikanan darat, serta kegiatan bongkar muat di Pelabuhan.

Menurut Prakiraan BMKG, sambung Budi, wilayah pesisir yang berpotensi terdampak di Jawa Timur meliputi, Pelabuhan Tanjung Perak Surabaya, serta beberapa kabupaten lain, di antaranya, Sidoarjo, Probolinggo, Sampang, dan Pamekasan.

Sesuai dengan rilis yang disampaikan BMKG, pasang maksimum mencapai 130 s/d 150 cm pada pukul 10.00 s/d 12.00 WIB.

"Untuk wilayah Madura, diperkirakan terjadi antara pukul 10.00 s/d 12.00 WIB. Tapi sebagai antisipasi hingga malam ini, pemantauan oleh tim terus kami lakukan," katanya.

Selain potensi banjir rob, cuaca buruk yang berpotensi terjadi dalam tiga hari terakhir ini adalah hujan deras yang disertai angin kencang, sehingga ia meminta agar masyarakat yang tinggal di daerah rawan bencana meningkatkan kewaspadaan.

  • BPBD Kabupaten Pamekasan

Redaktur: Bambang Wijanarko

Penulis: Antara

Berita Terbaru

Bukan Kaleng-Kaleng! KOI Bongkar Alasan Kejurnas Hoki 2026 Lebih Bergengsi dari SEA Games!

Pemkot Ambon Pastikan Pembangunan Infrastruktur Berdasarkan Skala Prioritas

Kebakaran Desa Adat Sade Jadi Alarm Keras: Pariwisata Harus Tangguh Hadapi Bencana

Anjlok ke Titik Terendah! Kebijakan Ekstrem PM Jepang Sanae Takaichi Bikin Rakyat Cemas!

Bandung Great Sale 2026 Gebrak Pasar, 171 UMKM Siap Unjuk Produk

Bye-Bye Kabel Ruwet! Pemkot Banjarmasin Siapkan Sanksi Tegas Buat Provider Nakal!

BNPB Minta Malaysia dan Singapura Tidak Saling Menyalahkan Soal Asap Karhutla

Ratusan Pasukan BKO Diterjunkan! Kodam XII/Tanjungpura Siaga Satu Hadapi Karhutla Kalbar!

Budaya Lokal Jadi Senjata Baru Mandalika untuk Gaet Wisatawan

Unik! Pemanasan di Kolam Hangat Tropis Malah Bikin Es Antarktika Tak Mudah Mencair

Ini 8 Penyebab AC Mobil Anda Tak Dingin, Simak Cara Mengatasinya!

Brasil Desak PBB Gelar Sidang Luar Biasa, Dunia Sudah Lelah dengan Konflik Global

Wamenekraf Tegaskan Desainer Harus Kuasai AI hingga Bisnis di Masa Depan

Ilmuwan Kembangkan Cip Pintar: Performa Maksimal, Minim Daya

Pendaftaran Seleksi Petugas Haji Kloter & PPIH Arab Saudi Tahun 2027 Dibuka Kemenhaj, Catat Link dan Tanggalnya!

Harga Sembako di Lebak Terkerek Naik Dikit, Efek Kemarau Walau Pasokan Melimpah

Bandung Great Sale 2026 Resmi Dibuka! 171 UMKM Dilibatkan Dongkrak Ekonomi Daerah

Sulbar Darurat Internet: 30,25 Persen Desa Masih "Blank Spot"

Wadoh, Investor Korea Selatan Diduga Jadi Korban “Mafia Legal Formal”

Shin Tae-yong Puas Pola Permainan Persija Nyaris Sempurna Jelang Liga

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.