Depok Bangun Rumah Batik untuk Melestarikan Budaya

Jumat, 11 Jul 2025, 03:40 WIB

DEPOK – Setiap daerah memiliki kekhasan. Namun, banyak yang sudah punah. Itu karena tidak dipelihara. Maka guna melestarikan kekayaan Depok, maka Pemerintah Kota Depok bersama Dewan Kerajinan Nasional Daerah membangun Rumah Batik Kota Depok (RBKD) untuk menjaga kelestarian budaya dan memperkuat perekonomian.

“Rumah Batik ini bisa menjadi ikon baru Kota Depok. Ini tidak hanya melestarikan budaya, tetapi juga membuka akses pelatihan, memperkuat UMKM, dan memperluas wawasan generasi muda,” kata Ketua Dekranasda Kota Depok, Siti Barkah Hasanah atau yang akrab disapa Cing Ikah, Kamis.

Ket. Foto: — Sumber: AFP/Yasuyoshi Chiba

Dikatakannya pasar batik masih sangat luas sehingga warga bisa memanfaatkan peluang pasar ini. Rencananya, fasilitas ini akan dibangun di kawasan Balai Kota Depok, tepatnya di belakang Gedung Perpustakaan Umum Daerah dan ditargetkan terealisasi pada tahun 2025 atau 2026.

“Seandainya terealisasi dan anggaran memungkinkan, kita akan punya Rumah Batik,” ujarnya.

Rumah Batik dirancang lebih luas dan fungsional dari fasilitas saat ini. Selain sebagai tempat pelatihan membatik, juga akan difungsikan sebagai museum mini yang menampilkan kekayaan budaya lokal Depok.

“Rumah batik nanti akan lebih besar aksesnya. Akan ada museum kecil untuk Depok, di mana semua kreativitas warga akan ditampilkan seperti batik khas, kerajinan tangan, hingga kuliner,” jelasnya.

Fasilitas ini juga akan terbuka sebagai ruang pelatihan baik melalui dukungan anggaran pemerintah maupun kontribusi dari para perajin yang ingin berbagi ilmu kepada warga sekitar.

“Nantinya dimanfaatkan oleh para perajin untuk memberikan pelatihan kepada masyarakat. Karena tempat yang sekarang sangat terbatas, maka rumah batik ini akan jauh lebih luas,” kata Cing Ikah.

Tak hanya untuk orang dewasa, Rumah Batik juga akan menjadi tujuan kunjungan edukatif pelajar.

Anak-anak sekolah akan diperkenalkan langsung dengan proses kreatif seperti membatik, membuat kerajinan, hingga produksi makanan tradisional.

“Nanti ada kunjungan dari anak-anak sekolah untuk melihat langsung bagaimana proses membatik, membuat kraf, hingga makanan. Ini jadi bagian dari edukasi budaya sejak dini,” ungkapnya.

“Saya akan berikan kesempatan untuk seluruh perajin di Depok agar bisa ikut berkontribusi membangun tempat ini menjadi pusat kreativitas dan edukasi warga,” katanya. Ant/G-1

Redaktur: Aloysius Widiyatmaka

Penulis: Antara

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.