Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Australia Sangat Khawatir Ancaman Tarif Trump Pada Produk Farmasi dan Baja

📅 Kamis, 10 Jul 2025, 04:05 WIB | Oleh: Tim Penulis
Australia Sangat Khawatir Ancaman Tarif Trump Pada Produk Farmasi dan Baja Doc: DAVID GRAY/AFP
Ket. Menteri Keuangan Australia, Jim Chalmers

CANBERRA - Pemerintah Australia sangat khawatir dengan ancaman Presiden Amerika Serikat (AS), Donald Trump yang akan mengenakan tarif yang lebih tinggi terhadap impor produk farmasi dan tembaga.

Menteri Keuangan Australia, Jim Chalmers pada Rabu (9/7) kepada radio Australian Broadcasting Corporation (ABC) mengatakan pemerintah federal Australia sedang berupaya meminta klarifikasi dari AS setelah Presiden Trump mengenakan tarif baru sebesar 200 persen terhadap produk farmasi dan 50 persen untuk tembaga.

Trump pada Selasa (8/7) waktu setempat di Washington mengatakan bahwa perusahaan-perusahaan farmasi akan diberikan masa tenggang untuk memindahkan produksi mereka ke AS sebelum tarif tersebut diberlakukan.

Chalmers menuturkan bahwa kurang dari 1 persen ekspor tembaga Australia saat ini dikirim ke AS, tetapi perkembangan seputar produk farmasi jauh lebih mengkhawatirkan.

“Kami akan menindaklanjuti pengumuman dari AS semalam. Perkembangannya jelas sangat mengkhawatirkan. Kita berbicara tentang ekspor bernilai miliaran dollar ke AS untuk produk farmasi,” ujarnya.

Menurut basis data Comtrade Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB), ekspor produk farmasi Australia ke AS bernilai 2,2 miliar dollar Australia atau setara 1,4 miliar dollar AS pada 2024, mewakili 44,8 persen dari total nilai ekspor produk farmasi Australia.

Pemerintah AS pada April mengidentifikasi Skema Manfaat Farmasi (Pharmaceutical Benefits Scheme/PBS) Australia sebagai keluhan perdagangan sebelum Trump mengumumkan tarif global ekstensif.

Pemerintah federal menyubsidi biaya untuk lebih dari 900 obat yang berbeda melalui PBS, yang telah dikritik oleh industri farmasi AS sebagai praktik antipersaingan.

Chalmers pada Rabu mengatakan dirinya ingin menegaskan bahwa pemerintah Australia tidak akan menukar atau membuat kesepakatan terkait PBS dalam negosiasi perdagangan.

Tiga Negara

Presiden AS, Donald Trump telah berulang kali mengklaim bahwa setiap negara ingin merundingkan kesepakatan dagang dengan pemerintahannya. Namun, selama jeda 90 hari atas tarif yang luas, AS hanya berhasil menyelesaikan perjanjian dengan tiga negara.

Pada 7 Mei, Trump mengumumkan kesepakatan dengan apa yang ia sebut sebagai “negara yang dihormati,” yang kemudian mengungkap bahwa Inggris menjadi negara pertama yang menandatangani kesepakatan dagang besar dengan AS.

Kedua dengan Tiongkok, perang dagang antara AS dan Tiongkok mereda setelah negosiasi di Jenewa pada Mei, setelah kedua negara ekonomi terbesar dunia itu mencapai kesepakatan sementara untuk menurunkan tarif timbal balik.

AS menurunkan tarif atas barang-barang Tiongkok dari 145 persen menjadi 30 persen selama 90 hari, sementara Tiongkok memangkas tarif dari 125 persen menjadi 10 persen untuk barang AS. Perundingan lanjutan kedua negara di London pada Juni menetapkan kerangka kerja untuk implementasi kesepakatan Jenewa tersebut.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Pasar Eropa Terbuka Lewat IEU-CEPA, Industri Tekstil Indonesia Punya Peluang Baru
    Artikel yang sangat mencerahkan. Sepakat dengan pandangan Kadin ...
  • Produksi Kapal Baru RI Melonjak 251 Persen, Menperin: Negara Maritim Jangan Kalah di Laut Sendiri
    Menanggapi lonjakan produksi kapal baru hingga 251 persen ...
  • Bidik Transformasi Industri Indonesia, Danantara Gelar Forum Teknologi dan Investasi Global
    Fokus Danantara pada industrialisasi inovasi dalam forum DTIIF ...
  • Produksi Dipangkas 50 Persen, Industri Keramik Terancam Lumpuh Gara-Gara Gas!
    Membaca kondisi industri keramik yang terpaksa memangkas kapasitas ...
  • Gelombang Tsunami Setinggi 18 Meter Mengancam Pantai Selatan Kebumen
    Membayangkannya saja sudah bikin takut. Apalagi ada keluarga ...
Luar Negeri
Serangan Houthi Meningkat, ...

Kesialan Persebaya atau Dewi Fortuna bagi PSM?

49 menit yang lalu | Aloysius Widiyatmaka

Olahraga
Kesialan Persebaya atau Dew...
Advertisement
Kronologi Kecelakaan Maut Honda Mobilio Tabrak Pick Up di Rasuna Said, 1 Orang Tewas

Kronologi Kecelakaan Maut Honda Mobilio Tabrak Pick Up di Rasuna Said, 1 Orang Tewas

22 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.