Direktur Pengawasan Transaksi dan Kepatuhan Bursa Efek Indonesia Kristian Manullang (kedua kanan), Presiden Direktur PT Chandra Daya Investasi Tbk (CDIA) Fransiskus Ruly Aryawan (kedua kiri), Presiden Direktur PT Barito Pacific Tbk (BRPT) Agus Salim Pangestu (kanan) dan Presiden Komisaris CDIA Erry Riyana Hardjapamekas berfoto bersama usai pencatatan saham pedana CDIA di Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Rabu (9/7).Melalui Penawaran Umum Perdana Saham (IPO) ini, CDIA berhasil menghimpun dana sebesar Rp2,37 triliun melalui penerbitan 12.482.937.500 lembar saham baru dengan harga penawaran Rp 190 per saham, sebuah langkah strategis untuk mendukung ekspansi jangka panjang
Direktur Pengawasan Transaksi dan Kepatuhan Bursa Efek Indonesia Kristian Manullang (kedua kanan), Presiden Direktur PT Chandra Daya Investasi Tbk (CDIA) Fransiskus Ruly Aryawan (kedua kiri), Presiden Direktur PT Barito Pacific Tbk (BRPT) Agus Salim Pangestu (kanan) dan Presiden Komisaris CDIA Erry Riyana Hardjapamekas berfoto bersama usai pencatatan saham pedana CDIA di Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Rabu (9/7).Melalui Penawaran Umum Perdana Saham (IPO) ini, CDIA berhasil menghimpun dana sebesar Rp2,37 triliun melalui penerbitan 12.482.937.500 lembar saham baru dengan harga penawaran Rp 190 per saham, sebuah langkah strategis untuk mendukung ekspansi jangka panjang
Seluruh dana yang diperoleh dari penawaran umum perdana saham oleh perseroan setelah dikurangi seluruh biaya-biaya emisi saham, akan disalurkan melalui penyetoran modal kepada perusahaan anak perseroan yang termasuk dalam pilar bisnis logistik, yaitu PT Chandra Shipping International (CSI) dan PT Marina Indah Maritim (MIM) sebesar Rp 871,75 miliar.
Senior Analyst Kiwoom Sekuritas, Sukarno Alatas mengatakan CDIA saat ini tengah menjadi sorotan di kalangan investor berkat kombinasi kinerja keuangan yang solid, tingkat utang yang rendah, serta sentimen positif dari grup Prajogo Pangestu yang masih kuat. Ia memproyeksikan tren penguatan harga saham dapat berlanjut dalam jangka pendek hingga menengah, selama volume transaksi tetap tinggi dan tidak terjadi aksi distribusi besar-besaran. Meski demikian, Sukarno mengingatkan adanya sejumlah risiko, seperti aksi ambil untung (profit taking) di tengah euforia, serta potensi valuasi menjadi terlalu mahal jika harga terus naik tanpa didukung sentimen atau katalis baru.
(CDIA) bakal mengalokasikan dana segar hasil penawaran umum saham (IPO) sebesar Rp 2,37 triliun untuk ekspansi bisnis di sektor logistik, pelabuhan, dan penyimpanan. Emiten dari Chandra Asri Group ini memiliki portofolio yang terdiversifikasi di sektor energi, air, kepelabuhan dan penyimpanan, serta logistik.