Van der Poel Ambil Alih Pimpinan Tour de France

Selasa, 08 Jul 2025, 02:15 WIB

BOULOGNE-SUR-MER - Mathieu van der Poel kembali menunjukkan kelasnya di Tour de France. Pembalap sepeda asal Belanda dari tim Alpecin itu meraih kemenangan di etape kedua yang berakhir dengan tanjakan menantang di Boulogne-sur-Mer, Minggu (6/7) sore waktu setempat. Ini sekaligus merebut kaus kuning dari rekan setimnya, Jasper Philipsen.

Van der Poel mengalahkan Tadej Pogacar dalam adu sprint menanjak yang menegangkan, menyusul serangan dari 30 pebalap dalam 2 kilometer terakhir. Ini merupakan kemenangan keduanya di ajang Tour de France. Ini sekaligus menghambat Pogacar meraih kemenangan ke-100 dalam karir profesionalnya.

Ket. Foto: balap sepeda — Sumber: ist

“Menang lagi setelah empat tahun, rasanya luar biasa. Selama beberapa tahun terakhir saya mencoba datang ke Tour dalam kondisi puncak, tapi selalu ada yang kurang. Balapan di Criterium du Dauphine benar-benar membantu kali ini,” ujar Van der Poel.

Van der Poel juga mengungkap, menonton ulang tayangan satu kilometer terakhir sampai tiga kali sebelum start. Itu membuatnya mampu menaklukkan tanjakan penutup dengan presisi. Di belakangnya, juara bertahan Jonas Vingegaard dari Denmark finis ketiga dengan nyaman. Sedangkan pembalap tuan rumah Romain Gregoire dan Julian Alaphilippe melengkapi lima besar.

Kemenangan ini menjadi lebih berarti bagi Van der Poel mengingat garis keturunannya. Dia adalah cucu dari legenda balap sepeda Prancis Raymond Poulidor. Dia tujuh kali finis sebagai runner-up di Tour, namun tak pernah sekalipun mengenakan kaus kuning.

“Saat menang pada  tahun 2021, itu sangat emosional karena kakek baru saja wafat. Saya sangat ingin mempersembahkan kemenangan saat dia masih hidup,” ujarnya. Saat itu, Van der Poel merayakan kemenangan dengan penuh emosi di Mur de Bretagne.

“Saya memang merasa bisa menang kali ini. Dapat kaus kuning adalah bonus tambahan,” ucapnya. Tahun ini dia juga telah menjuarai dua balapan bergengsi: Milan-San Remo dan Paris-Roubaix. Rekan setimnya, Philipsen, mungkin kehilangan kaus kuning, namun mengenakan kaus hijau sebagai sprinter terbaik sejauh ini.

Pogacar pun tak  finis dengan tangan hampa. Berkat poin-poin dari empat tanjakan yang dilalui hari itu, pembalap Slovenia dari tim UAE Emirates itu berhak mengenakan kaus polkadot sebagai raja tanjakan sementara.Klasemen umum kini dipimpin Van der Poel, diikuti Pogacar dan Vingegaard yang masing-masing tertinggal satu dan dua detik.

Etape kedua sejauh 209 km berlangsung dalam kondisi cuaca buruk. Hujan deras membanjiri start di Lauwin-Planque, meninggalkan genangan air di sepanjang rute. Akibatnya, jumlah penonton menurun drastis dibandingkan hari pembukaan yang disebut polisi lokal dihadiri sekitar satu juta orang.

Di luar lintasan, tim Prancis Cofidis mengalami musibah setelah 11 sepeda mereka dicuri dari truk tim pada malam sebelumnya. Kendati demikian, balapan tetap berlangsung dan memberikan drama hingga garis akhir. Etape ketiga menempuh rute datar sejauh 178 km menuju Dunkirk.

Sebuah sprint massal diprediksi terjadi, kecuali angin kencang kembali memecah rombongan seperti yang terjadi di etape pembuka. Tour de France tahun ini menjelajahi utara dan barat Prancis sebelum mencapai wilayah pegunungan di etape ke-10. Dua etape berat di Pyrenees dan babak penentu di pegunungan Alpen akan menjadi penentu dalam pekan terakhir. 

Redaktur: Aloysius Widiyatmaka

Penulis: Benny Mudesta Putra

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.