Trump Ancam Tarif Tambahan 10 Persen untuk BRICS dan Pendukungnya

Selasa, 08 Jul 2025, 01:10 WIB

WASHINGTON - Presiden Amerika Serikat (AS) , Donald Trump pada Minggu (7/7) mengancam akan mengenakan tarif tambahan 10 persen kepada negara mana pun yang mendukung kebijakan anti-Amerika” kelompok BRICS.

“Tidak akan ada pengecualian untuk kebijakan ini,” tulis Trump di platform media sosial miliknya, Truth Social, pada Minggu (6/7). Pernyataannya itu muncul ketika para pemimpin negara-negara BRICS berkumpul di Rio de Janeiro, Brazil, untuk menghadiri pertemuan puncak tahunan mereka.

Ket. Foto: Presiden Amerika Serikat (AS), Donald Trump. — Sumber: afp

Dalam unggahan terpisah, Trump mengumumkan bahwa surat pemberitahuan tarif atau kesepakatan dagang dengan berbagai negara di dunia akan mulai dikirimkan pada Senin (7/7) pukul 12.00 waktu Washington (23.00 WIB). Pada akhir Januari lalu, dia menyatakan bahwa tidak ada kemungkinan (negara-negara) BRICS menggantikan dollar AS dalam perdagangan internasional, atau di mana pun.

Trump pun meminta komitmen dari negara-negara BRICS untuk tidak menciptakan mata uang baru atau mendukung mata uang lain sebagai pengganti dollar AS. “Jika mereka tetap melakukannya, mereka akan dikenai tarif 100 persen,” kata Trump. Sementara itu, Menteri Perdagangan AS Howard Lutnick pada Minggu (6/7) mengatakan bahwa tarif yang lebih tinggi akan berlaku pada 1 Agustus jika mitra dagang tidak membuat kesepakatan dengan Washington.

“Tarif akan berlaku pada 1 Agustus, tetapi Presiden (Donald Trumpred) sedang menetapkan tarif dan kesepakatan saat ini,” kata Lutnick kepada wartawan bersama dengan Presiden AS Donald Trump. Pada April lalu, AS memberlakukan kebijakan tarif timbal balik (resiprokal) pada sebagian besar negara, tetapi kemudian menangguhkannya selama 90 hari mulai 9 April.

Berbagai negosiasi tarif sedang berlangsung karena negara-negara mencari kesepakatan perdagangan yang lebih baik dengan ekonomi terbesar di dunia tersebut saat tenggat waktu semakin dekat. “Akan ada berbagai tarif,” kata Trump ketika ditanya oleh seorang wartawan apakah tarif akan berubah pada 9 Juli atau pada 1 Agustus. “Saya pikir sebagian besar negara akan menyelesaikannya pada 9 Juli.

 Baik melalui surat atau kesepakatan,” tambahnya. Trump pekan lalu mengatakan akan mengirim surat ke berbagai negara yang menguraikan tarif khusus mereka. “Kami akan mengirimkan surat pada Senin terkait dengan kesepakatan dagang, bisa jadi sebanyak 15 atau lebih dan beberapa akan dikirim pada Selasa dan Rabu dan kami juga telah membuat kesepakatan,” kata Trump. “Jadi kami akan menerima kombinasi surat, dan beberapa kesepakatan telah dibuat,” katanya seperti dikutip dari Antara.

Redaktur: Vitto Budi

Penulis: Eko S, Erik, Fredrikus Wolgabrink Sabini, Selocahyo Basoeki Utomo S

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.