Antisipasi Dampak El Nino, BPBD Mataram Siagakan 30.000 Liter Air Bersih
Selasa, 11 Agu 2026, 07:08 WIBMATARAM - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Mataram, Nusa Tenggara Barat (NTB), menyiagakan 30.000 liter air bersih sebagai langkah antisipasi El Nino yang diprediksi BMKG akan berakhir paling cepat pada awal November 2026.
"Sebagai bentuk mitigasi, kami telah mendistribusikan air ke sejumlah titik strategis di tingkat kecamatan dengan total 30.000 liter," kata Kepala Pelaksana BPBD Kota Mataram Budi Wartono di Mataram, Selasa (11/8).
Ia mengatakan, sebanyak 30.000 liter air bersih tersebut disiapkan dengan menggunakan wadah tandon di enam kantor camat se-Kota Mataram, dengan kapasitas masing-masing 5.000 liter.
Dengan langkah itu, ketika ada laporan masyarakat terkait kebutuhan air bersih untuk konsumsi dan mandi cuci kakus (MCK), camat dapat langsung merespons jika ada laporan .
"Pengisian tandon tersebut nantinya akan disuplai secara langsung oleh Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) dan Dinas Pemadam Kebakaran (Damkar)," katanya.Â
Sementara untuk memastikan kesiapan jangka panjang, BPBD juga telah berkoordinasi dengan Dinas Ketahanan Pangan dan Dinas Sosial guna memantau ketersediaan logistik.Â
Sementara itu, berdasarkan evaluasi Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR), meskipun terjadi sedikit penyusutan secara volume air sungai di Kota Mataram, namun debit air hulu dipastikan tetap aman dan fungsional untuk mengairi sawah hingga masa panen. Â
"Pemantauan di kawasan pesisir juga tidak menunjukkan adanya dampak negatif dari kemarau terhadap kehidupan warga, sehingga Kota Mataram secara keseluruhan masih berstatus aman," katanya. Â
Terkait dengan itu, BPBD Kota Mataram memastikan wilayahnya masih berstatus aman dari dampak kekeringan ekstrem.Â
Bahkan, berdasarkan hasil rapat koordinasi dan pemantauan langsung di lapangan, ketersediaan air bersih maupun pasokan irigasi pertanian di seluruh kecamatan terpantau berjalan normal tanpa kendala. Â
Selain itu, berdasarkan pengawasan yang dilakukan oleh para camat di wilayah masing-masing, kondisi sumur warga dan saluran irigasi sawah masih berair dengan baik dan tidak ditemukan adanya lahan pertanian yang mengalami gagal panen atau tidak bisa ditanami akibat kekurangan air.Â
â
"Hingga saat ini belum ada laporan krisis air dari masyarakat," katanya.
Dari sektor distribusi air bersih, tambahnya, pasokan dari PDAM juga dilaporkan belum mengalami penurunan debit air yang berdampak pada warga sebab pengelolaan debit dari hulu masih menjadi mekanisme internal PDAM yang berjalan efektif untuk menjaga kelancaran distribusi ke pelanggan.
"âMeski demikian, kami tetap melakukan langkah antisipasi dan mengimbau warga tetap waspada terhadap berbagai potensi dampak kekeringan dengan bijak menggunakan air dan waspada potensi bencana kebakaran," katanya.
- dampak El Nino
- BPBD Mataram
- Air Bersih
Redaktur: Sriyono
Penulis: Sriyono
Berita Terkait:
-
Disnakertrans Cianjur: 42 PMI Alami Masalah di Negara Tujuan
-
Papua Nugini Kena Dampak El Nino, Bapanas Minta Jangan Panik: Stok Beras RI 5,17 Juta Ton
-
Messi Kembali Jadi Penyelamat, Argentina Singkirkan Tanjung Verde Lewat Laga Dramatis
-
Gagal Terbang ke Oman, Owa Jawa Diselamatkan Petugas di Bandara Soetta
-
Hadapi Kemarau, Pemerintah Salurkan 11.000 Pompa Air ke Daerah
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.