• Home
  • navigasi panah1
  • Rona
  • panah2
  • Evakuasi WNA di Rinjani Di...

Evakuasi WNA di Rinjani Dibilang Terlalu Tradisional! DPR Kritik Basarnas, Tali 600 Meter Ditarik Manual!

Selasa, 08 Jul 2025, 16:45 WIB

JAKARTA - Aksi heroik evakuasi WNA asal Brasil, Juliana Marins, yang jatuh di Gunung Rinjani menuai sorotan tajam dari DPR RI. 

Anggota Komisi V, Mori Hanafi, menilai metode penyelamatan yang dilakukan tim gabungan Basarnas dan relawan terlalu tradisional dan tak lagi relevan di era modern.

Ket. Foto: — Sumber: Instagram/@agam_rinjani

Salah satu relawan dari Rinjani Squad, Abdul Haris Agam, bahkan harus mempertaruhkan nyawanya dengan bergelantungan menggunakan metode vertical rescue manual hanya dengan bantuan tali sepanjang 600 meter di medan ekstrem.

"Bayangkan, Pak, narik 600 meter di kondisi geografis Rinjani itu luar biasa berat. Ini harus jadi perhatian serius Basarnas, karena prosesnya masih manual dan konvensional," tegas Mori dalam rapat bersama Kepala Basarnas, Senin (7/7/2025).

Tak hanya soal teknis evakuasi, Tom Liwafa turut menyoroti kurangnya fasilitas penerjemah (translator) di lapangan. Minimnya komunikasi membuat koordinasi dengan turis asing jadi sulit. 

Dia juga menyarankan agar Basarnas menyampaikan informasi resmi di media sosial dalam bahasa asing, terutama saat menangani wisatawan mancanegara.

Pasalnya, insiden di Rinjani memicu gelombang komentar warga Brasil di akun Instagram Presiden Prabowo Subianto, sebagai bentuk protes atas lambannya evakuasi. 

DPR menilai perbaikan sistem komunikasi dan modernisasi alat evakuasi harus segera dilakukan agar Basarnas bisa bekerja lebih cepat dan profesional di masa depan.

Redaktur: Alfina Febriyana

Penulis: Alfina Febriyana

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.