Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Transaksi Nontunai Rp16,52 Triliun Berputar Secara Digital di Kaltim, Uang Fisik Ditinggal?

📅 Senin, 07 Jul 2025, 13:40 WIB | Oleh: Tim Penulis
Transaksi Nontunai Rp16,52 Triliun Berputar Secara Digital di Kaltim, Uang Fisik Ditinggal? Doc: Istimewa.
Ket. Ilustrasi - Konsumen melakukan pembayaran nontunai di SPBU.

SAMARINDA – Transaksi non-tunai, seperti menggunakan kartu debit, kartu kredit, atau dompet digital, memungkinkan transaksi dilakukan dengan cepat dan mudah, tanpa perlu membawa uang tunai dalam jumlah besar.

Transaksi non-tunai dapat mendorong pertumbuhan ekonomi dengan memfasilitasi perdagangan dan investasi. Hal ini juga mendukung upaya pemerintah dalam mendorong inklusi keuangan.

Kantor Perwakilan Bank Indonesia Kalimantan Timur mencatat transaksi nontunai di Provinsi Kaltim pada Mei 2025 mencapai Rp16,52 triliun, menggambarkan sudah banyak masyarakat yang akrab melakukan pembayaran non tunai.

"Besaran transaksi non tunai yang mencapai Rp16,52 triliun ini yang terbanyak dari transaksi dengan alat pembayaran menggunakan kartu (APMK) yang mencapai Rp14 triliun," kata Kepala Kantor Perwakilan BI Kaltim Budi Widihartanto di Samarinda, Senin (7/7).

Terbanyak kedua berasal dari penggunaan QRIS (Quick Response Code Indonesian Standard/ Kode Respons Cepat Standar Indonesia) yang sebesar Rp1,84 triliun, terbanyak ketiga berasal dari uang elektronik (UE) dengan nilai Rp681 miliar.

Ia melanjutkan transaksi dengan APMK tersebut mengalami peningkatan 32 persen ketimbang Mei tahun sebelumnya, dan memberikan andil sebesar 31 persen dari seluruh transaksi APMK se- Pulau Kalimantan.

Kemudian dari transaksi menggunakan QRIS yang sebesar Rp1,84 triliun ini mengalami kenaikan sebesar 156 persen ketimbang Mei tahun sebelumnya, serta memberikan andil sebesar 54 persen dari total transaksi se- Kalimantan.

"Jumlah pengguna QRIS di Kaltim sudah mencapai 813 ribu orang dengan kontribusi 29 persen se- Kalimantan. Kemudian sebanyak 685 ribu merchant QRIS atau naik 33 persen ketimbang Mei 2024, dengan andil 35 persen se- Kalimantan," ujar Budi.

Sedangkan untuk transaksi UE yang senilai Rp681 miliar tersebut mengalami kenaikan 3 persen ketimbang Mei tahun sebelumnya, lantas memberikan kontribusi sebesar 25 persen se- Pulau Kalimantan.

Terjadinya kenaikan transaksi non tunai hingga kenaikan jumlah pengguna, hal ini terjadi berkat gencarnya sosialisasi yang dilakukan oleh BI Kaltim ke masyarakat umum, komunitas, maupun kalangan pelajar, termasuk sosialisasi ke pelaku usaha hingga melibatkan berbagai instansi.

"Pemanfaatan kanal non tunai di Kaltim terus meningkat dari tahun ke tahun, menandakan perilaku masyarakat terus mengikuti tren pembayaran digital. Terlebih Kaltim memiliki potensi terjadi peningkatan digitalisasi, ditunjukkan dengan indeks kompetitif digital berada di urutan 9 secara nasional," kata Budi.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • MSI Apresiasi Menteri Pertanian Amran Sulaiman Terkait Penghentian Impor Singkong
    Sangat menginspirasi melihat bagaimana kebijakan tegas menyetop impor ...
  • Kebangkitan UMKM dan Penetrasi E-Commerce jadi Katalisator Pertumbuhan Industri Percetakan di Indonesia
    ehadiran platform pameran B2B bertaraf internasional seperti ALLPrint ...
  • Mentan Bidik Investasi Besar, Industri Bioetanol Nasional Mulai Digenjot
    Langkah strategis dari pemerintah pusat, khususnya melalui jaminan ...
  • Kemenperin Perkuat Kemitraan IKM Singkong dan Industri Nasional
    Langkah Kemenperin mengintegrasikan IKM olahan singkong melalui Program ...
  • Industri Bioetanol Indonesia Mau Digenjot, Mentan Bidik Investasi BUMN dan Swasta
    Potensi penghematan devisa negara hingga mencapai Rp500 triliun ...
Olahraga
Indonesia Berpotensi Tambah...
Megapolitan
Jakarta Diprediksi Cerah Be...
Olahraga
Indonesia Imbang Lawan Mala...
Megapolitan
Penataan dan Penertiban Kab...
Advertisement
FIFA Asean Cup 2026: Drama VAR! Thom Haye Kartu Merah, Indonesia Vs Malaysia Masih 0-0 di Babak Pertama

FIFA Asean Cup 2026: Drama VAR! Thom Haye Kartu Merah, Indonesia Vs Malaysia Masih 0-0 di Babak Pertama

28 Sep 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.