Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Viral Tiket Masuk Pantai Gunungkidul Tak Sesuai Jumlah Pengunjung, Pemkab Imbau Bayar Nontunai

📅 Jumat, 02 Mei 2025, 14:34 WIB | Oleh:
Viral Tiket Masuk Pantai Gunungkidul Tak Sesuai Jumlah Pengunjung, Pemkab Imbau Bayar Nontunai Doc: PemProv Jogja/YDS
Ket. Keindahan alam dari pantai Ngrenehan, Kapanewon Saptosari, Kab. Gunungkidul yang penuh pesona.

GUNUNGKIDUL -  Isu dugaan kebocoran retribusi tiket masuk ke kawasan pantai Gunungkidul mencuat setelah viralnya keluhan wisatawan di media sosial X, Kamis (1/5/2025).

Seorang pengunjung Pantai Ngrenehan, Kapanewon Saptosari, mengeluhkan hanya menerima dua lembar tiket, sedangkan rombongannya lebih dari dua orang dan telah membayar sesuai jumlah pengunjung dengan tarif Rp7.500 per orang.

Dinas Pariwisata Gunungkidul bergerak cepat menanggapi isu ini. Kepala Bidang Pengembangan Destinasi, Supriyanta, menyatakan pihaknya telah melakukan klarifikasi dengan petugas Tempat Pemungutan Retribusi (TPR) di lokasi yang viral.

Hasil klarifikasi awal mengindikasikan adanya dugaan penarikan retribusi yang melibatkan pihak kelurahan setempat. Dinas Pariwisata pun telah meminta lurah terkait untuk melakukan evaluasi menyeluruh terhadap proses penarikan tiket masuk.

"Kami akan memanggil lurah dan petugas jaga TPR di tempat kejadian untuk meminta keterangan lebih lanjut," tegas Supriyanta pada Jumat (2/5/2025).

Supriyanta menjelaskan bahwa terdapat berbagai jenis tiket retribusi, mulai dari tiket tunggal hingga tiket kelompok yang berlaku untuk beberapa orang. Harga tiket pun disesuaikan dengan destinasi dan jumlah orang yang tertera.

Ia mengimbau pengunjung untuk selalu memeriksa tiket yang diterima sebelum meninggalkan pos TPR guna memastikan kesesuaian dengan jumlah rombongan.

Menyikapi potensi kebocoran retribusi, Kepala Dinas Pariwisata Gunungkidul, Oneng Windu Wardhana, pun mendorong wisatawan untuk beralih ke transaksi nontunai saat berkunjung ke destinasi wisata di Gunungkidul. Pihaknya telah mengembangkan sistem pembelian tiket secara daring (online) sebagai upaya mempermudah transaksi sekaligus meminimalisir risiko kebocoran retribusi.

"Kita terus mendorong pengunjung menggunakan pembayaran nontunai. Ini adalah salah satu cara untuk meningkatkan transparansi dan akuntabilitas dalam pengelolaan retribusi pariwisata," kata Oneng.

Langkah ini diharapkan dapat menutup celah praktik pemberian tiket yang tidak sesuai dan meningkatkan pendapatan asli daerah dari sektor pariwisata.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • FIFA Asean Cup 2026: Sembilan Gol Antarkan Indonesia ke Final, Thailand Menanti
    Laga ini adalah salahsatu pertandingan bola paling menegangkan ...
  • Pembalakan Liar di TN Berbak-Sembilang Terbongkar, Ratusan Kayu dan Rel 1 Km Dimusnahkan.
    Pecuri kayu sampai membangun rel? Ini sih terang2an ...
  • Dagelan Tak Mutu Lapas Cibinong, Bisa Bangun 10 Rumah Sultan, tak Ada Anggaran Beli CCTV Rp200.000  
    Aparat dan pejabat di negeri ini makin terang2an ...
  • MSI Apresiasi Menteri Pertanian Amran Sulaiman Terkait Penghentian Impor Singkong
    Sangat menginspirasi melihat bagaimana kebijakan tegas menyetop impor ...
  • Kebangkitan UMKM dan Penetrasi E-Commerce jadi Katalisator Pertumbuhan Industri Percetakan di Indonesia
    ehadiran platform pameran B2B bertaraf internasional seperti ALLPrint ...
Advertisement
Inacraft Detail Sidebar
Advertisement
Final Indonesia vs Thailand: Penjualan Tiket Dibuka Mulai Rp250 Ribu, Ini Cara Belinya!

Final Indonesia vs Thailand: Penjualan Tiket Dibuka Mulai Rp250 Ribu, Ini Cara Belinya!

02 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.