Tips Menerima Kritik agar Tak Baper
Senin, 07 Jul 2025, 07:14 WIBPertanyaan :
Bu Rossa, saya tipe orang yang emosional dan mudah down. Saya adalah anak tunggal di keluarga dan orang tua saya sangat memanjakan saya sejak kecil. Saya hampir tidak pernah dimarahi dan segala permintaan saya cenderung dipenuhi oleh orang tua saya. Mungkin karena terbiasa dengan lingkungan keluarga seperti ini saya jadi tidak tahan banting. Begitu masuk di lingkungan kerja yang keras dan penuh persaingan saya mudah down jika dikritik atasan maupun rekan kerja. Mohon advisnya Bu Rossa agar saya bisa menerima kritik tanpa baper sehingga performa bisa lebih baik.
Jawaban :
Menerima kritik dengan lapang dada memang tidak mudah. Lalu, bagaimana cara untuk bisa menerimanya? Menurut BBC, saat seseorang mendapatkan kritik biasanya akan refleks untuk merespon dengan tanggapan yang defensif.
Namun, di saat yang sama akan merasa tidak aman dan juga tidak menyenangkan. Itulah sebabnya saat menerima kritik memang akan membuat kita menjadi mudah terbawa perasaan atau baper.
Nah, untuk menghindarinya kamu bisa mencoba mengikuti tips-tips yang dilansir dari Glints berikut ini.
1. Ingat kritik bukan serangan
Saat ada seseorang yang memberikan kritik kepada kita, baik itu atasan atau teman, pasti akan muncul perasaan untuk ingin membela diri.
Seperti yang dikatakan oleh Forbes, saat menerima kritik biasanya kita ingin segera membalas dengan konfrontasi atau bahkan melarikan diri.Akan tetapi, jangan pernah melakukan kedua hal tersebut.
Dalam situasi yang profesional sebaiknya jangan tunjukan emosi dan dengarkan saja kritikan tersebut. Tanamkan dalam diri bahwa sebenarnya kritikan bukanlah sebuah serangan.
Cobalah redam emosi negatif itu dan tidak memberikan respon apa pun. Karena, jika kamu langsung memberikan respon biasanya yang keluar adalah kata-kata untuk konfrontasi.
Jika ingin merespon, kamu bisa mencoba dengan kalimat seperti âItu sudut pandang yang menarikâ atau âSaya tidak pernah memikirkannya seperti itu.â Respon tersebut akan membuatmu terlihat tetap profesional dan tidak menunjukkan emosi yang berlebihan saat menerima sebuah kritik.
2. Lihat sisi positifnya
Menerima kritik memang tidak mudah apalagi jika hal yang dikritik adalah hasil kerja keras kita.
Namun, saat seseorang sudah memberikan feedback kepada hasil kerja kita meskipun itu sebuah kritikan, tetaplah harus dihargai. Bagaimana pun juga orang tersebut telah menilai hasil pekerjaan kita.
Meskipun menerima sebuah kritik berupa feedback negatif dan tidak sesuai dengan harapan, janganlah mudah untuk mengambil hati atau bahkan baper. The Muse mengatakan untuk mencoba melihat sisi positifnya.Daripada diambil hati, coba lihat apa yang bisa didapatkan dari situasi tersebut. Kritikan tersebut akan membantu kita untuk terus belajar dan berkembang. Jadi, jangan terlalu dipikir berlebihan dan sebaiknya ambil sisi positif dari kritikan tersebut.Â
3. Jangan mencari-cari alasan
Saat menerima suatu kritik, jangan pernah langsung mencari-cari alasan di hadapan orang tersebut. Cobalah untuk mendengarkan terlebih dahulu bagian mana yang dikritik.
Dilansir dari Inc, orang yang memiliki kecerdasan emosional tidak akan membuat alasan dan membenarkan dirinya saat mendapatkan kritik konstruktif. Kamu tidak perlu membuang tenaga dan waktu untuk membenarkan diri dan membuat alasan saat menerima kritik. Hal itu malah akan meningkatkan risiko terjadi konfrontasi dan menyebabkan pertengkaran.
Lebih baik miliki pola pikir bahwa saat mendapatkan kritik berarti akan ada hal yang bisa dipelajari. Jangan pernah merasa paling benar dan merasa tidak pernah membuat kesalahan.
Saat memiliki pola pikir yang merasa selalu benar berarti kamu egois dan sulit menerima pendapat orang lain. Hal semacam ini akan membuat mentalmu tidak bisa berkembang dengan baik.
4. Cobalah berpikir secara objektif
Readerâs Digest mengatakan bahwa saat menerima kritik sebaiknya jangan langsung mengambil kesimpulan dan coba lihat secara objektif. Bila mendapat kritikan yang cukup pedas, pasti kamu memiliki anggapan bahwa orang tersebut memiliki masalah pribadi denganmu.
Jangan biarkan emosi mengendalikan dirimu apalagi sampai berbuat hal yang nekat. Pikirkan baik-baik apakah kritikan tersebut memang akurat atau tidak. Jika merasa kritikan tersebut tidak akurat, kamu bisa mencoba untuk bertanya langsung kepadanya. Akan tetapi, jangan dilakukan saat itu juga karena biasanya kamu masih sangat emosi. Saat mental sudah siap, baru cobalah tanyakan kepada orang tersebut mengenai kritiknya.
5. Jangan dianggap personal
Ingatlah bahwa kritik yang didapat bisa jadi terhadap kualitas pekerjaanmu, bukan ke dirimu sendiri sebagai seorang manusia. Memang, mendapatkan kritik adalah suatu hal yang menyakitkan. Namun, ingatlah bahwa kritik juga bisa diubah menjadi suatu hal yang positif.
Karena, kritik yang kamu dapat juga memberi kesempatan bagimu untuk menunjukkan profesionalismemu ke atasan. Tidak hanya itu, kritik juga memberimu kesempatan menunjukkan diri ke atasan bahwa kamu memiliki skill untuk sukses di peranmu saat ini.
6. Ucapkan terima kasih
Brookstreet mengatakan, jangan lupa untuk selalu mengucapkan terima kasih setelah menerima kritik. Terlepas apakah kamu setuju dengan pendapat mereka atau tidak. Hal ini menunjukkan pada pemberi kritik bahwa dirimu adalah seorang profesional. Kamu juga menunjukkan dirimu sebagai seseorang yang bisa mengapresiasi kritik dengan baik.
7. Jangan terpaku pada kritik
Mengutip Indeed, ketika mendapat kritik, ada kecenderungan bagi kita untuk terus memikirkannya. Saat ini terjadi, kamu cenderung berharap untuk mengucapkan atau melakukan hal berbeda supaya tidak mendapatkan kritik tersebut. Namun, hal ini hanya akan membuatmu terdistraksi m dari pekerjaanmu saat ini. Ingatlah bahwa dalam kariermu, akan ada waktu di mana kamu menerima kritik. Sehingga, pelajari kritik yang didapatkan dan kembali fokus pada hal yang harus diselesaikan.
8. Ingatlah bahwa kritik merupakan sarana belajar
Cara lain yang bisa kamu lakukan supaya tidak mudah baper saat menerima kritik adalah menganggapnya sebagai sarana belajar.
Ketahuilah bahwa semua orang membuat kesalahan. Ingat juga bahwa tidak ada orang yang mengetahui semua hal. Seberapa baiknya kamu dalam melakukan pekerjaan atau banyaknya pengalaman yang dimiliki, ingatlah bahwa selalu ada ruang untuk belajar.
Nah, lihatlah kritik sebagai cara bagimu untuk mengidentifikasi hal-hal yang bisa dipelajari tersebut dan terus maju.
9. Perhatikan bahasa tubuh saat menerima kritik
Forbes menjelaskan bahwa bahasa tubuh juga dapat memperlihatkan bagaimana kamu menerima kritik. Pastikan untuk tidak menyilangkan tanganmu dan jaga kontak mata dengan pemberi kritik. Bernapaslah dengan pelan untuk mengurangi stres dan memberi kesempatan supaya emosimu tidak naik sebelum memberi respons. Jagalah bahasa tubuhmu untuk tetap terbuka. Dengan begitu, kamu tidak akan cenderung menjadi defensif ketika mendapatkan kritik.
10. Berhenti sejenak sebelum bereaksi
Ketika menerima kritik, hal yang penting untuk dilakukan menurut Indeed adalah berhenti sejenak. Berhenti sejenak membantumu memproses apa yang diucapkan padamu. Hal ini membantumu bereaksi dan menghindari bersikap defensif terhadap kritik yang diterima.
Tidak hanya itu, berhenti sejenak juga memberi kesempatan bagimu untuk tetap tenang dan menjaga raut Âwajahmu. hay
- SURAT BU ROSSA
Redaktur: Haryo Brono
Penulis: Haryo Brono
Berita Terkait:
-
Kemlu Pastikan WNI yang Dipulangkan dari Iran Tiba di Tanah Air Hari Ini
-
Persiapan Menghadapi Bencana
-
Polda Metro Jaya Gercep Evakuasi Warga Terdampak Banjir di Kebon Pala Jaktim
-
Tips Berinvestasi Emas
-
Perang Iran: Kapasitas LNG Qatar Lenyap 17% hingga Lima Tahun Ke Depan
-
PU Pastikan Kesiapan Jalan Nasional di Jatim untuk Hadapi Arus Mudik Lebaran
-
Astindo Dorong Diversifikasi Destinasi Pariwisata di NTT Agar Tak Terpusat di Labuan Bajo
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.