- Home
-
- Luar Negeri
-
- Presiden Brasil Kecam NATO...
Presiden Brasil Kecam NATO yang Picu Perlombaan Senjata Global
Senin, 07 Jul 2025, 08:10 WIBRIO DE JANEIRO - Presiden Brasil Luiz Inácio Lula da Silva menyampaikan kritik terhadap peningkatan belanja militer global, terutama sebagai dampak dari keputusan terbaru NATO yang dinilai memicu perlombaan senjata.
Presiden Lula, saat berpidato pada sesi pleno Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) BRICS ke-17 di Rio de Janeiro, Minggu (6/7), belanja pertahanan yang melonjak menunjukkan adanya ketimpangan prioritas dalam kebijakan global.
"Lebih mudah mengalokasikan 5 persen dari PDB (Produk Domestik Bruto) untuk belanja militer daripada mengalokasikan 0,7 persen yang dijanjikan untuk bantuan pembangunan resmi," katanya.
Ia juga menyampaikan rasa prihatin atas kemudahan negara-negara maju mengalokasikan anggaran besar untuk militer, dibandingkan dengan komitmen mereka terhadap pembangunan berkelanjutan.
âIni menunjukkan bahwa sumber daya untuk melaksanakan Agenda 2030 sebenarnya ada, tetapi tidak tersedia karena kurangnya prioritas politik. Selalu lebih mudah berinvestasi dalam perang daripada dalam perdamaian,â ujarnya.
Presiden Brasil itu juga memperingatkan meningkatnya risiko bencana nuklir di tengah ketegangan geopolitik global.
Ia menyoroti kekhawatiran terhadap potensi penyalahgunaan lembaga internasional seperti Badan Tenaga Atom Internasional (IAEA), yang menurutnya dapat merusak kredibilitas organisasi yang sangat penting bagi perdamaian dunia.
âSeperti yang terjadi di masa lalu dengan Organisasi Pelarangan Senjata Kimia, instrumentalisasi pekerjaan Badan Tenaga Atom Internasional membahayakan reputasi organisasi. Ketakutan akan bencana nuklir telah kembali menjadi bagian dari kehidupan sehari-hari,â katanya.
Dalam bagian lain pidatonya, Presiden Lula menegaskan posisi Brasil yang konsisten menolak kekerasan bersenjata dan konflik, termasuk yang terjadi di Jalur Gaza, Ukraina, dan Haiti.
Ia menolak segala bentuk ideologi kebencian yang mengatasnamakan agama atau kebangsaan tertentu. Sebagai bentuk konkret komitmen terhadap perdamaian, Presiden Lula menyebut inisiatif âKelompok Sahabat Perdamaianâ yang diprakarsai oleh Brasil dan China.
Kelompok ini bertujuan menjembatani dialog dan mencari jalan keluar damai dari berbagai konflik, dengan melibatkan negara-negara dari belahan bumi selatan sebagai bagian dari solusi global.
âKelompok ini bekerja untuk mengidentifikasi kemungkinan jalan mengakhiri permusuhan, melalui pendekatan yang adil, damai, dan menghormati kedaulatan,â kata Presiden Brasil.
- NATO
- Presiden Brasil
Redaktur: Sriyono
Penulis: Sriyono
Berita Terkait:
-
Perum Bulog Tarik Stok Beras dari Bandara dan Pelabuhan, Distribusi Pangan Pascabanjir Sumatera Kembali Normal
-
Trump Menarik 5.000 Tentara dari Jerman Setelah Berselisih dengan Kanselir Merz
-
Kapolri Ingatkan Warga: Puncak Arus Balik Idul Fitri 1446 H Mulai 24 Maret 2026!
-
Sisa Tiket KAI Hanya 3,5 Persen, Simak Daftar Kereta Terlaris Arus Balik Lebaran 2026
-
Isu Kenaikan Harga Picu Antrean BBM di Tangerang
-
Jaga Jakarta, Pramono Anung: Jakarta Tetap Aman Meski Dunia Sedang Bergolak
-
Trump Tegaskan Serius Pertimbangkan Menarik AS Keluar dari NATO
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.