Lawan Israel Terus Berlanjut, Hizbullah Tolak Takluk!

Senin, 07 Jul 2025, 08:35 WIB

Beirut - Pemimpin Hizbullah, Naim Qassem, secara tegas menolak seruan agar kelompok bersenjata Lebanon itu melucuti senjatanya, dan menegaskan bahwa perlawanan terhadap Israel tetap menjadi kewajiban yang tak bisa diabaikan.

Dalam pidato peringatan Hari Asyura yang disiarkan via video di Beirut, Qassem menyatakan bahwa mempertahankan negara tidak memerlukan izin siapa pun. “Pendudukan ini harus berakhir. Kita harus melawannya, kita harus menghadapinya,” tegasnya.

Menanggapi kritik agar Hizbullah menyerahkan senjatanya, Qassem mengibaratkan pertahanan diri seperti melindungi rumah dari penyusup. “Pertahanan adalah hak, bukan privilese. Apakah Anda menunggu izin untuk mempertahankan diri saat diserang di rumah?” ujarnya .

Lebih lanjut, dia mengecam tekanan terhadap warga Lebanon untuk menyerahkan senjata, sementara agresi Israel tetap berlangsung. “Mintalah penarikan diri musuh, bukan penyerahan diri warga Anda,” kata Qassem.

Qassem pun memperingatkan faksi politik Lebanon agar tidak mencari dukungan asing yang bertujuan melemahkan posisi Hizbullah. Menurutnya, “upaya semacam itu akan gagal” .

Pernyataan Qassem datang di tengah tekanan dari Amerika Serikat dan komunitas internasional, terutama dari utusan AS Thomas Barrack yang mendesak Hizbullah agar melucuti senjata dalam sebuah rencana disarmament oleh November 2025. Namun Qassem menolak keras, menyatakan bahwa senjata Hizbullah diperlukan sebagai penyangga menghadapi agresi Israel, yang hingga kini masih menduduki lima titik strategis di selatan Lebanon dan melakukan serangan udara mendadak.

Sebelumnya, Hizbullah telah melakukan peninjauan strategis dan melepas sebagian kecil persenjataannya di wilayah selatan sebagai langkah pragmatis. Meski begitu, Qassem menegaskan bahwa milisi tersebut tetap mempertahankan alat utama militer, utamanya rudal dan drone, sebagai bentuk kewaspadaan terhadap serangan berikutnya.

Dengan konteks tersebut, Qassem menegaskan: "Kami memiliki hak untuk mengatakan 'tidak' kepada Amerika dan Israel". Ia juga menaruh kepercayaan bahwa upaya politik dan diplomasi bisa berjalan, asalkan melibatkan negara Lebanon secara penuh dan bukan melalui campur tangan asing.

Redaktur: Andriani Nuraini

Penulis: Andriani Nuraini

Berita Terbaru

Bukan Sekadar Besaran Gaji, Pekerja Indonesia Cari Rasa Dihargai di Tempat Kerja

Virtus Technology Indonesia Resmi Jadi Master Distributor DJI Enterprise di Indonesia

Produk Bernilai Tambah Tinggi Asal Cilegon Tembus Kanada, Kemendag: Bukti Industri RI Makin Kuat

Trafik Uplink Melampaui Downlink, Pola Penggunaan Jaringan Digital Mulai Berubah

Info Loker! Job Fair Pemkab Magelang 2026 Tersedia 3.717 Lowongan

Shin Ye Eun Ajak Masyarakat Indonesia Rasakan Kehangatan Hunian Pintar Berbasis K-Wellness

Waspada! Prakiraan Cuaca BMKG Ada Potensi Hujan Pemicu Banjir dan Longsor di Sumut Rabu Besok

Babak Gugur Piala Dunia 2026 Mulai Terbentuk, Enam Negara Amankan Tiket 32 Besar, Empat Tersingkir

Sepatu Emas Piala Dunia 2026: Ini Deretan Pemain yang Memperebutkan dari Messi, Mbappe, hingga Haaland, Siapa yang Layak?

Tiga Pejabat Tinggi Pratama Setjen MPR RI Dilantik, Siti Fauziah Tekankan Penguatan Kolaborasi dan Peningkatan Kinerja Lembaga

Peternak Sapi Perah Indonesia Raih Kenaikan Produksi Susu Berkat Transfer Teknologi AS

DFSK E5 Plus Resmi Buka Pre-Booking di Indonesia, Konsumen Berpeluang Dapat Benefit Rp60 Juta.

Info Lowongan kerja! Ayo Walk in Interview ke GOR Tanjung Duren Jakbar, Buka 4.262 Lowongan

Pertama di Indonesia, Whitesky Group dan SkyDrive Hadirkan Mockup eVTOL 1:1

1.151 KM Jalan Daerah Dilebarkan dari 3 Jadi 8 Meter, Dana Rp5,41 T Digelontorkan

Iming-iming Gaji Tinggi! Wamen P2MI dan Australia Bahas Ancaman Penipuan Pekerja Migran

Piala Dunia, Tim-tim Favorit Lolos ke Fase Gugur  

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.