Keamanan Situs Resmi Pemerintah dan Kampus Lemah, Berubah Jadi Website Judol, Begini kata Pakar!

Senin, 07 Jul 2025, 12:16 WIB

JAKARTA- Situs resmi milik instansi pemerintah dan perguruan tinggi di Indonesia kembali tercoreng. Bukan karena konten hoaks atau peretasan data, melainkan karena berubah total menjadi situs judi online (Judol)

Situs milik Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Kabupaten Tabalong dengan domain bkpsdm.tabalongkab.go.id dan simpus.banyumaskab.go.id kini memuat halaman utama bertema judi online lengkap dengan promosi permainan “slot gacor” dan agen taruhan daring.

Ket. Foto: Keamanan situs resmi Pemerintah daerah dan kampus sangat lemah — Sumber: istimewa

Kasus serupa juga terjadi pada subdomain milik Universitas Sebelas Maret, ptm.fkip.uns.ac.id dan Universitas Sulawesi Barat ojs.unsulbar.ac.id. Alih-alih memuat informasi pendidikan, situs tersebut kini mempromosikan permainan judi digital bermerek Miliarbet, lengkap dengan embel-embel “maxwin” dan bonus ratusan persen.

Chairman Indonesia Cyber Security Forum (ICSF), Ardi Sutedja, menyebut kasus ini sebagai puncak dari kelalaian sistemik yang telah berlangsung lama.

"Ini sebenarnya bukan masalah baru. Situs-situs pemerintah daerah itu sangat rentan karena dari awal dibuatnya saja sudah bermasalah," kata Ardi di Jakarta, Kamis (3/7).

Menurutnya, banyak situs milik institusi publik dibangun tanpa protokol keamanan digital yang layak. Ia menilai pengadaan pembuatan situs lebih berorientasi pada harga atau visual, tanpa memperhatikan kompetensi teknis pengembangnya.

“Banyak pengembang situs itu tidak punya sertifikasi keamanan seperti ISO-27001. Padahal itu dasar dalam manajemen keamanan informasi,” katanya.

Lebih parah lagi, ujar Ardi, sebagian besar situs tersebut di-hosting oleh pihak ketiga tanpa jaminan keamanan memadai. Hal ini membuatnya lebih mudah disusupi bahkan diubah total oleh pihak tidak bertanggung jawab.

Universitas Juga Tidak Kebal

Kasus perubahan situs terjadi bukan hanya di tingkat daerah, tetapi juga di lingkungan akademik. Ardi menilai, persepsi bahwa universitas pasti aman karena punya fakultas IT adalah asumsi keliru.

“Belum tentu mereka paham protokol keamanan. Bahkan universitas pun sering terjebak pada masalah yang sama: tidak punya anggaran cukup, dan tidak memahami standar minimal pengamanan digital,” tegasnya.

Ia mengutip konsep “six-Ware” dari akademisi Rudy Gultom, yang menempatkan budget-ware—atau keterbatasan anggaran—sebagai akar persoalan paling bawah dalam kerentanan dunia siber.

Selain persoalan teknis, Ardi menilai persoalan keamanan siber di lembaga publik Indonesia juga berkaitan erat dengan minimnya kesadaran dan budaya digital.

“Pimpinan institusi itu seringkali tidak punya wawasan soal keamanan dunia maya. Kalau pimpinannya tidak paham, bagaimana bawahannya?” ujarnya.

Ia juga menyoroti absennya pendidikan budaya digital dan manajemen risiko sejak dini.

“Budaya digital itu tidak dibangun sejak sekolah dasar. Tidak ada dalam kurikulum. Begitu juga budaya memahami risiko—tidak pernah diajarkan,” tegasnya.

Ardi menyebut, Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN) serta Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) telah memberikan pedoman standar keamanan. Namun, ia mempertanyakan sejauh mana institusi-institusi itu membacanya, memahaminya, dan menerapkannya.

“Kalau tidak ada kesadaran dan budaya keamanan, akan terus terulang. Hari ini situs berubah jadi judi online, besok bisa jadi penyebar malware. Ini ancaman serius,” ucapnya.

Redaktur: Lili Lestari

Penulis: Erik, Fredrikus Wolgabrink Sabini

Berita Terbaru

Gelaran Festival Jadi Mesin Uang! Buleleng Festival Catat Perputaran Ekonomi Rp3,6 Miliar

Bukan Sekadar Festival! Cianjur Fest 2026 Jadi Arena 2.800 UMKM Cari Cuan

Bakso Ikan Tuna Unjuk Gigi di Buleleng Festival, UMKM Gaspol Cari Pasar!

Pesona Lamreh Kembali Dijual, Jangan Abaikan Keamanan Wisatawan!

Dinkes Lebak Mencatat Pelaksanaan CKG Capai 47,52 Persen dari Jumlah Penduduk

Incar Dana Segar, Perusahaan Milik Kampus UGM Siap IPO di Pasar Modal

BPBD Sulteng: Sanksi Pidana Akan Diberikan Terkait Pembakaran Lahan dan Hutan

BMKG: Kabut Asap Selimuti Pekanbaru dengan Kualitas Udara Berbahaya

Chelsea Menang 3-2 atas Fulham pada Pertandingan Pertama Liga Inggris

Panglima TNI Dampingi Presiden Prabowo Tinjau Penanganan Karhutla di Riau dan Sumsel.

Karhutla Riau Meluas, TNI Kerahkan Satgas Khusus untuk Percepat Penanganan.

Komandan Lanud Sjamsudin Noor Dampingi Pangkodau II Tinjau Penanganan Karhutla di Kalimantan Selatan.

Liga Italia: AS Roma Hancurkan Fiorentina 4-0, Donyell Malen Cetak Hattrick

BMKG Prakirakan Cuaca Sebagian Besar Daerah di Wilayah Indonesia Cerah hingga Berawan Tebal

Jangan Biarkan Karhutla Meluas! KSP Minta Penanganan Cepat dan Tegas

NBA Rilis Jadwal Musim 2026-27, Laga Ulangan Final dan Reuni Para Bintang Jadi Sorotan

BMKG Beberkan Cuaca Hari Ini, Mayoritas Wilayah Diprediksi Cerah hingga Berawan

Butter Baby Hadirkan Klepon Donut, Jajanan Tradisional Indonesia dalam Semangat Kemerdekaan.

Calon Penumpang Tak Sabara Tunggu Operasi LRT dari Kelapa Gading ke Manggarai Mulai Besok

Manchester United Bersaing dengan Aston Villa dan Benfica untuk Boyong Alejandro Balde

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.