Jepang Jual Kapal Perusak Bekas ke Filipina

Senin, 07 Jul 2025, 02:50 WIB

TOKYO – Jepang akan mengekspor kapal perusak angkatan laut bekas ke Filipina untuk memperkuat pencegahannya terhadap ekspansi maritim Tiongkok, surat kabar Yomiuri melaporkan pada Minggu (6/7), saat kedua sekutu Amerika Serikat (AS) itu meningkatkan kerja sama untuk melawan Beijing.

Rencana ekspor melibatkan enam kapal perusak kelas Abukuma yang telah bertugas di Pasukan Bela Diri Maritim Jepang selama lebih dari tiga dekade, kata harian Jepang itu, mengutip beberapa sumber pemerintah yang tidak disebutkan namanya.

Ket. Foto: Kapal induk bertenaga nuklir AS, USS George Washington, saat berlayar dekat pesisir Colombia beberapa waktu lalu. Pada Kamis (3/7) lalu, kapal induk AS ini singgah di Filipina saat kedua sekutu tersebut meningkatkan kerja sama pertahanan. — Sumber: AFP/JOAQUIN SARMIENTO

Menteri Pertahanan Jepang, Gen  Nakatani, dan Menhan Filipina, Gilberto Teodoro, menyetujui ekspor kapal perusak tersebut ketika mereka bertemu di Singapura pada Juni lalu, kata Yomiuri, seraya menambahkan militer Filipina akan memeriksa kapal perusak tersebut musim panas ini sebagai bagian dari persiapan akhir.

Delegasi pakar angkatan laut dari Filipina akan melakukan penilaian mendalam terhadap kapal-kapal tersebut, kata Angkatan Laut Filipina dalam sebuah pernyataan pada Minggu, menyusul undangan resmi dari Kementerian Pertahanan Jepang.

“Hasil inspeksi ini akan memandu pertimbangan lebih lanjut tentang potensi akuisisi dan penyelarasannya dengan upaya modernisasi Angkatan Laut Filipina,” kata AL Filipina seraya menambahkan bahwa inisiatif tersebut mencerminkan kemitraan strategis yang semakin mendalam antara Filipina dan Jepang.

Tokyo dan Manila mengatakan mereka menghadapi tantangan dari tindakan Beijing yang semakin tegas di perairan termasuk Laut Tiongkok Selatan (LTS) dan di Laut Tiongkok Timur (LTT).

Kerja sama militer bilateral telah mencakup latihan bersama, paket bantuan radar Jepang, dan dialog strategis tingkat tinggi.

Pada tahun 2024, kedua negara menandatangani perjanjian akses timbal balik, yang pertama bagi Jepang di Asia, yang memungkinkan pengerahan pasukan di wilayah masing-masing.

Untuk menghapus pembatasan ekspor peralatan militer untuk kapal perusak di bawah mandat pasifis Jepang, Tokyo akan memperlakukan pemasangan peralatan dan sistem komunikasi yang diminta oleh Manila sebagai proyek pengembangan bersama, kata Yomiuri.

Kapal perusak kelas Abukuma, jenis kapal perusak yang relatif kecil dengan bobot standar 2.000 ton, dioperasikan oleh sekitar 120 awak dan dipersenjatai dengan misil antikapal selam dan antikapal, tabung torpedo, dan persenjataan lainnya,  menurut situs web Angkatan Laut Jepang.

Angkatan Laut Filipina saat ini tidak memiliki kapal perusak, hanya fregat dan korvet, yang biasanya merupakan kapal yang lebih kecil dan bersenjata ringan.

Kapal Induk AS

Sementara itu pada Kamis (3/7) lalu, kapal induk AS bertenaga nuklir George Washington tiba di lepas pantai ibu kota Filipina untuk berlabuh. Singgahnya kapal induk AS itu terjadi saat kedua sekutu tersebut meningkatkan kerja sama pertahanan yang bertujuan untuk menentang klaim besar Tiongkok di LTS.

Kapal induk AS kelas Nimitz itu singgah di hari yang sama ketika kapal induk pertama Tiongkok yang diproduksi di dalam negeri, Shandong, berlayar ke Hong Kong.

"Angkatan Laut AS bersama dengan sekutu dan mitra kami berkomitmen untuk Indo-Pasifik yang bebas dan terbuka," kata juru bicara armada kapal induk AS, Letnan Komandan Mark Langford, tanpa memberikan rincian lebih lanjut tentang kunjungan tersebut.

"Operasi-operasi ini menunjukkan komitmen terhadap stabilitas di kawasan, sebuah komitmen yang kami junjung tinggi sepanjang tahun dan terlepas dari kejadian terkini," imbuh Langford.

Manila dan Washington DC telah memperdalam kerja sama mereka sejak Presiden Ferdinand Marcos Jr menjabat pada tahun 2022 dan mulai menolak klaim Beijing atas LTS. AFP/ST/I-1

Redaktur: Ilham Sudrajat

Penulis: AFP

Berita Terbaru

Menhub: Delapan Bandara Masih Ditutup imbas Abu Vulkanik Anak Krakatau

Hanung Bramantyo Garap Film 'Descendants of the Sun' versi Lokal, Gandeng Reza Rahadian dan Dian Sastro

Erupsi Anak Krakatau, Operasional MBG di Wilayah Terdampak Dihentikan Sementara

Lima Menit Jeda di Tengah Aktivitas Padat untuk Jaga Fokus dan Produktivitas

PT Transjakarta Kembali Operasikan Lift dan Eskalator di Beberapa Halte

Letusan Anak Krakatau Masih Ganggu Penerbangan, KAI Daop 8 Kembali Tambah Kereta Eksekutif dan Ekonomi New Generation untuk Perjalanan Surabaya-Jakarta

Sejumlah Bandara Masih Terdampak Abu Vulkanik Gunung Anak Krakatau, Kemenhub Siapkan Bandara Alternatif

Media Luar Negeri Sebut Letusan Anak Krakatau Sebabkan 170.000 Penumpang Terlantar karena Penutupan Bandara

Sempat Dihentikan Akibat Abu Vulkanik, Transjakarta Kembali Operasikan Lift dan Eskalator

Sampah 16 Hari Menumpuk, Pemkot Surabaya Benahi Rantai Pengangkutan dari Kampung ke TPS

Nekat Judi Online, Bansos Melayang! Terbukti 20.000 Penerima di Bekasi Dicoret

Kementerian Lingkungan Hidup Bantu Pantau Kualitas Udara di Kota Bogor

Disdik Kota Bandung: Sekolah Wajib Terapkan Penggunaan Masker

Lanud Sjamsudin Noor Perkuat Kesiapsiagaan Karhutla, Personel Dilatih Operasikan Mobil Damkar.

Pemkot Bandung Siapkan Mitigasi untuk Antisipasi Dampak Abu Vulkanik Anak Krakatau

Ribuan Warga Surabaya Kena Cleansing, Anggota DPR Pertanyakan Tanggung Jawab Moral BPJS

Ini Klasemen Liga Spanyol Terbaru: Barcelona Makin Kokoh di Puncak, Siapa Bisa Mengejar?

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.