Indonesia Dorong Kebijakan Prediktif untuk Ekspor CPO ke India di Tengah Dinamika Pasar Global

Senin, 07 Jul 2025, 15:00 WIB

JAKARTA - Sebagai produsen dan eksportir minyak sawit mentah (CPO) terbesar di dunia, Indonesia mendorong penerapan kebijakan perdagangan yang prediktif dan stabil dalam ekspor minyak goreng ke India, mitra dagang strategis sekaligus salah satu konsumen minyak nabati terbesar secara global.

Hal tersebut disampaikan oleh Duta Besar Indonesia untuk India, Ina Hagniningtyas Krisnamurthi, dalam keterangannya pada Senin (7/7), menyoroti pentingnya keterbukaan dan konsistensi kebijakan kedua negara, terutama dalam menghadapi fluktuasi pasar akibat perubahan iklim dan dinamika geopolitik.

Ket. Foto: — Sumber: Getty Images

“Kita perlu memiliki kebijakan yang dapat diprediksi dengan mempertimbangkan masalah sisi penawaran dan permintaan,” ujar Ina.

Ina juga menyatakan bahwa perubahan kebijakan, baik dari sisi Indonesia seperti pembatasan ekspor, maupun dari India seperti penyesuaian bea masuk, harus mempertimbangkan stabilitas perdagangan dan kebutuhan konsumen.

Pada Mei 2025, Indonesia menaikkan bea keluar CPO dari 7,5% menjadi 10% untuk mendanai program biodiesel B40 dan mendukung program replanting perkebunan sawit. Di sisi lain, India menurunkan bea masuk efektif atas minyak nabati menjadi 16,5%, dari 27,5% pada tahun sebelumnya, sebagai upaya menahan lonjakan harga domestik.

Sebagai catatan, India mengimpor lebih dari 4,83 juta ton minyak sawit dari Indonesia sepanjang tahun minyak 2023–2024 (November–Oktober), atau 55% dari total impor CPO dan RBD India, menjadikan Indonesia pemasok utama minyak sawit bagi India.

Namun, pada tahun minyak 2024–2025 (November–Mei), total impor minyak nabati India turun 9% menjadi 7,88 juta ton, menandakan adanya penyesuaian konsumsi dan strategi impor di tengah harga dan ketersediaan yang fluktuatif.

Kebutuhan domestik dalam negeri Indonesia pun menjadi perhatian, terutama pada bulan-bulan dengan konsumsi tinggi, seperti Ramadan, Idul Fitri, dan Natal, yang kerap menyebabkan lonjakan permintaan minyak goreng. Dalam konteks ini, perubahan kebijakan dalam negeri dinilai penting untuk menjaga keseimbangan antara ekspor dan konsumsi lokal.

“Indonesia sungguh-sungguh mengharapkan adanya perbincangan berkelanjutan antara kedua negara mengenai kebijakan-kebijakan yang dapat diprediksi,” imbuh Ina.

Indonesia memproyeksikan produksi CPO tahun 2025 akan meningkat hingga 47 juta ton, dengan target ekspor mencapai 25 juta ton. Di sisi lain, sekitar 2 juta ton akan dialokasikan untuk program biodiesel B40, yang mencampurkan 40% minyak sawit ke dalam solar, sebagai bagian dari kebijakan energi berkelanjutan.

Selain India, ekspor CPO Indonesia juga mengalir ke pasar-pasar besar seperti Tiongkok, Pakistan, Bangladesh, Amerika Serikat, dan Mesir.

Sebagai pengimpor sekitar 58% kebutuhan minyak nabatinya, India sangat bergantung pada pasokan dari negara seperti Indonesia, Malaysia, Thailand, Ukraina, Rusia, dan Argentina. Meski India memproduksi minyak nabati domestik seperti mustard, kedelai, dan kacang tanah, ketergantungan pada impor tetap tinggi untuk memenuhi konsumsi nasional.

Dengan hubungan perdagangan yang saling melengkapi, Indonesia dan India kini diarahkan untuk memperkuat dialog kebijakan jangka panjang, menjaga kelancaran rantai pasok, serta menghindari kejutan kebijakan yang bisa mengganggu pasar global minyak nabati.

Redaktur: Lili Lestari

Penulis: Paundra Zakirulloh

Berita Terbaru

Tidak Hanya Jadi Ajang Olahraga, Purwokerto City Run 2026 Kenalkan Budaya Lokal

KemenPU Tangani 1.229 Titik Kekeringan: 41 Ribu Hektar Sawah & 616 Ribu Jiwa Terbantu

Kebakaran Rumah di Kebayoran Baru, Sebanyak 81 Personel Dikerahkan

Gempa M5,9 Mengguncang Jepang Bagian Timur termasuk Tokyo, Layanan Kereta Api Terganggu

269 Lulusan PT Terpilih untuk Program Magang Nasional di Kemenpar

Budi Doremi Rilis Lagu Baru "Cinta Sendiri", Ajak Pendengar untuk Move On

Jaga Tradisi 5 Abad Kota Banjarmasin, Pemkot Gelar Festival Karya Tari

Peringati HUT RI, Polda Metro Jaya Fasilitasi Perpanjangan SIM Gratis Ribuan Pengemudi Ojol

IQAir: Kualitas Udara Jakarta Tidak Sehat Pagi Ini, Kelima Terburuk di Dunia

Kebakaran Melanda Kampung Adat Sade di Lombok Tengah, Rumah Suku Sasak Hangus Terbakar

Tim Bola Voli Putri Indonesia Bungkam Kazakstan, Revans Terbayar

Cuaca Hari Minggu Cerah Berawan di Sebagian Besar Wilayah Indonesia

Forum Ulama Satukan Komitmen Tolak Politik Uang di Muktamar ke-35 NU

Karhutla di Jambi Terus Meningkat, Perusahaan Migas Petrochina Jabung Bantu Padamkan

Liga Inggris: Manchester United Tersungkur di Kandang Hull, Tottenham Dipermalukan Brentford

Serie A Italia: Inter dan Napoli Awali Musim 2026-27 dengan Kemenangan, De Bruyne Jadi Pembeda

Bayern Taklukkan Dortmund 2-1 dan Rebut Piala Super Jerman

La Liga Spanyol: Carlos Espi Jadi Penentu, Real Madrid Menang Dramatis di Markas Espanyol

Pemerintah Kota Jambi Dorong Tirta Mayang Tingkatkan Kualitas Air

Tarif Retribusi Turun! Pedagang Pasar Ajibarang Gelar Tasyakuran

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.