FEB UI Ajak Gen-Z Siapkan Diri Hadapi Tantangan Kerja Era AI dan VUCA
Senin, 07 Jul 2025, 19:45 WIBJAKARTA - Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Indonesia (FEB UI) mengajak kepada seluruh Generasi-Z untuk mempersiapkan diri menghadapi tantangan kerja yang semakin kompleks pada era kecerdasan buatan (AI) serta Volatility, Uncertainty, Complexity, dan Ambiguity (VUCA).
Associate Professor FEB UI Dyah Setyaningrum melalui keterangan di Jakarta, Senin (7/7), menekankan penting bagi Gen-Z untuk tidak hanya mengandalkan keterampilan teknis, tetapi juga mengembangkan soft skills dan literasi keuangan yang kuat di tengah kondisi dunia kerja yang semakin dipengaruhi AI dan dinamika global.
"FEB UI berkomitmen untuk mendampingi mereka dalam perjalanan ini melalui kurikulum yang adaptif yang sesuai dengan kebutuhan pasar kerja saat ini," katanya.
Senada dengan Dyah, Associate Professor FEB UI Aria Farahmita menyatakan saat ini Gen-Z menghadapi tantangan utama yaitu impulsivity atau kecenderungan untuk bertindak atau membuat keputusan secara spontan, tanpa memikirkan konsekuensi atau akibatnya terlebih dahulu.
"Apalagi teknologi memungkinkan keputusan belanja terjadi dalam hitungan detik, sehingga Gen-Z juga harus lebih waspada terhadap pengeluaran digital dan jebakan pengeluaran ilegal, seperti judi online," ujarnya.
Diketahui, survei Deloitte 2025 menyebutkan sekitar 74 persen Gen-Z dan 77 persen milenial percaya bahwa kecerdasan buatan generatif (GenAI) akan memengaruhi cara mereka bekerja dalam setahun ke depan.
Namun hanya 14 persen Gen Z yang telah menerima pelatihan formal terkait AI, sementara sekitar dua pertiga merasa khawatir akan potensi penggantian pekerjaan oleh AI.
Oleh karena itu FEB UI mengadakan berbagai program untuk membekali mahasiswa dengan keterampilan yang sulit digantikan oleh AI, seperti kreativitas, empati, dan kemampuan memecahkan masalah.
Salah satunya adalah forum diskusi bertajuk "Career Catalyst: Empowering Gen-Z with Tools to Learn, Grow and Thriveâ yang diselenggarakan oleh FEB UI melalui kegiatan Pengabdian Masyarakat Skema Kemitraan Internasional bekerja sama dengan Perhimpunan Mahasiswa Indonesia di China (PERMIT) Shanghai, beberapa waktu lalu.
Acara mencakup sesi temu wicara, diskusi panel dengan profesional ekspatriat, mentoring circle, dan bursa kerjamini yang menghadirkan perwakilan dari usaha rintisan hingga perusahaan multinasional.
Dengan berbagai inisiatif tersebut, FEB UI berharap dapat mencetak lulusan yang tidak hanya siap menghadapi tantangan dunia kerja modern, tetapi juga mampu beradaptasi dan berkembang dalam lingkungan yang terus berubah. Ant
Redaktur: Redaksi Koran Jakarta
Penulis: Opik
Berita Terkait:
-
Pemerintah Kabupaten Lebak Imbau Petani Maksimalkan Pompa Bantuan Kementan
-
Tren Kopi dan Gaya Hidup Urban Diangkat Lewat Kampanye Berbasis Pengalaman Pelanggan
-
Dari A24 Jadi 'AI24'? Kolaborasi dengan Google DeepMind Picu Gelombang Kritik
-
Menanti Data Ekonomi, 30 Juni 2026
-
Xi Jinping Ingin AI Kuasai Seluruh Medan Perang, Tiongkok Siapkan Mesin Perang Masa Depan
-
BEI Bidik Startup dan Industri Kreatif Ramaikan Bursa Saham
-
Polsek Imogiri dan Kasihan Intensifkan Patroli Malam, Antisipasi Kejahatan Jalanan di Bantul.
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.