Djokovic Waspada Meski Tampil Meyakinkan, Sinner Hadapi Ujian Berat dari Dimitrov

Senin, 07 Jul 2025, 13:35 WIB

LONDON, INGGRIS — Novak Djokovic dan petenis nomor satu dunia, Jannik Sinner, akan menghadapi tantangan terberat mereka di Wimbledon tahun ini pada hari Senin (7/7) malam WIB, saat keduanya berusaha melangkah selangkah lebih dekat menuju duel impian di semifinal.

Djokovic, yang tengah memburu gelar Grand Slam ke-25 sepanjang karirnya, akan berhadapan dengan wakil Australia, Alex de Minaur. Sementara itu, Sinner akan menghadapi lawan berbahaya asal Bulgaria, Grigor Dimitrov.

Ket. Foto: Novak Djokovic — Sumber: AFP

Di nomor putri, Iga Swiatek menjadi sorotan utama di bagian undian yang terbuka lebar, saat unggulan pertama asal Polandia itu menantang Clara Tauson.

Djokovic tampil superior saat menyingkirkan kompatriotnya, Miomir Kecmanovic, dengan skor telak 6-3, 6-0, 6-4. Kemenangan itu disambut hangat oleh putri kecilnya, Tara, yang ikut merayakan kemenangan dengan tarian di lapangan.

Namun, juara tujuh kali Wimbledon itu tetap waspada menghadapi lawan-lawannya di pekan kedua turnamen, termasuk kemungkinan duel dengan Sinner atau Carlos Alcaraz — dua pemain muda yang telah mengalahkannya dalam dua final Grand Slam terakhir.

De Minaur, yang tahun lalu gagal bertemu Djokovic di perempat final akibat cedera, kini mendapat kesempatan kedua melawan legenda hidup tenis tersebut. Petenis peringkat 11 dunia itu datang dengan modal dua gelar lapangan rumput dan hanya kehilangan satu set dalam perjalanannya ke babak 16 besar.

“Dia sedang memainkan tenis terbaik dalam hidupnya. Dia jelas semakin dekat ke level tertinggi Grand Slam,” ucap Djokovic. “Tak ada yang benar-benar senang harus menghadapi Alex de Minaur di lapangan rumput, karena dia sangat cepat dan merupakan pemain yang komplet.”

Meski belum punya rekam jejak seperti Djokovic atau Alcaraz di Wimbledon, Jannik Sinner justru tampil paling dominan di pekan pertama turnamen tahun ini. Juara US Open dan Australian Open itu hanya kehilangan 17 gim dalam tiga pertandingan, menyamai rekor era Open yang dicatat Jan Kodes pada 1972.

Sinner bahkan belum kehilangan servis satu kali pun di All England Club musim ini. Namun, hal itu tak membuat Dimitrov merasa gentar.

“Kita sudah memasuki pekan kedua Wimbledon. Mari kita nikmati saja,” kata Dimitrov yang kini berusia 34 tahun dan menyadari bahwa kesempatan bermain di panggung utama Grand Slam tak akan datang terus-menerus.

Dimitrov pernah mencapai semifinal Wimbledon pada tahun 2014 dan sempat dijuluki calon juara masa depan, namun sejak saat itu belum pernah lagi melampaui babak keempat.

Kekalahan mengejutkan di Roland Garros justru membawa berkah bagi Iga Swiatek. Setelah mendominasi tanah liat dengan empat gelar Prancis Open dalam lima tahun, kekalahan di semifinal dari Aryna Sabalenka memberinya lebih banyak waktu beradaptasi dengan rumput.

Hasilnya mulai terlihat. Swiatek sukses menembus final lapangan rumput pertamanya di Bad Homburg pekan lalu. Ia pun mulai merasa lebih percaya diri tampil di permukaan yang selama ini tak terlalu ramah baginya.

“Tahun ini di lapangan rumput saya mulai merasakan momen-momen nyaman, ketika saya tidak harus banyak berpikir. Semuanya terasa mengalir,” kata Swiatek.

Situasi di sektor putri juga menguntungkan Swiatek. Dari enam unggulan teratas, hanya Sabalenka yang masih bertahan. Itu berarti Swiatek berpeluang besar mencapai final Wimbledon keduanya tanpa harus menghadapi lawan dari 10 besar.

Redaktur: Aloysius Widiyatmaka

Penulis: AFP, Benny Mudesta Putra

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.