Gubernur Pramono Targetkan PAM Jaya IPO pada 2027, Layanan Air Bersih Capai 85 Persen

Minggu, 06 Jul 2025, 11:20 WIB

JAKARTA - Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, mendorong Perusahaan Umum Daerah PAM Jaya untuk meningkatkan cakupan layanan air bersih hingga mencapai 85 persen pada tahun 2027. Selain itu, ia juga menargetkan agar PAM Jaya siap melantai di bursa saham melalui mekanisme penawaran umum perdana atau initial public offering (IPO) pada tahun yang sama.

Hal tersebut disampaikan Pramono saat menghadiri acara "Jakarta Water Hero" yang digelar di Balai Kota Jakarta pada Jumat (4/7/2025). Dalam sambutannya, Pramono menyampaikan rasa gembira atas capaian terkini PAM Jaya yang telah berhasil menjangkau 73 persen layanan air bersih bagi warga Jakarta.

Ket. Foto: — Sumber: istimewa

"Hari ini sungguh saya gembira, Pak Arief. Apalagi saya baru pulang dari Kepulauan Seribu, ini tadi baru nyampe, sekarang sudah meningkat 73 persen. Tetapi, saya lebih gembira lagi kalau tahun 2027 Persija juara umum Liga, dan persiapan IPO untuk PAM Jaya," ucap Pramono yang disambut tawa hadirin.

Gubernur menilai bahwa peningkatan cakupan layanan air bersih merupakan indikator penting bagi kesehatan dan kelayakan finansial perusahaan. Menurutnya, dengan cakupan layanan yang terus tumbuh, PAM Jaya memiliki potensi besar untuk menjadi perusahaan terbuka yang sehat dan transparan.

PAM Jaya sendiri menargetkan dapat mencapai cakupan layanan sebesar 78 persen pada akhir 2025. Gubernur Pramono optimistis target 85 persen pada 2026 akan tercapai, sebagai langkah strategis menuju IPO pada tahun berikutnya.

"Akan lebih gembira, bukan hanya di akhir tahun Bapak sudah bisa 78 persen, tetapi kalau di tahun 2027 persiapan untuk IPO PAM Jaya sudah mulai dilakukan. Jadi kalau sekarang tahun ini sudah bisa 78 persen, mudah-mudahan tahun depan bisa 85 persen," lanjutnya.

Ia menambahkan bahwa dengan cakupan 85 persen, jumlah pelanggan PAM Jaya bisa mencapai lebih dari 2,5 juta pelanggan, menjadikan perusahaan tersebut memiliki skala bisnis yang signifikan. "Dan air itu captive. Kalau air captive, gak bisa di-IPO-kan, menurut saya yang salah kita sendiri. Sehingga dengan demikian saya meyakini bahwa PAM Jaya masa depannya cerah," tuturnya.

Pramono meyakini bahwa PAM Jaya dapat menjadi Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) yang mandiri secara keuangan dan tidak membebani Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD). Bahkan, ia optimistis perusahaan tersebut dapat memberikan kontribusi nyata bagi pembangunan daerah dan kesejahteraan masyarakat.

"Maka Jakarta ini kalau betul-betul di tahun 2029, kita bisa 100% Pak Arief. Tapi go public-nya, IPO-nya, jangan nunggu 100%. 85% menurut saya sudah cukup untuk IPO," pungkasnya.

Redaktur: Aloysius Widiyatmaka

Penulis: Paundra Zakirulloh

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.