Dukung Industri Film, Indonesia Tawarkan Kemitraan dengan Prancis

Minggu, 06 Jul 2025, 11:11 WIB

JAKARTA - Industri film berkontribusi pada Produk Domestik Bruto (PDB) suatu negara melalui produksi, distribusi, dan pemasaran film. 

Film menciptakan banyak peluang kerja di berbagai sektor, termasuk produksi, penyiaran, distribusi, dan pasca-produksi. 

Ket. Foto: Menekraf Teuku Riefky bahas peluang co-production film dengan Dubes Prancis dan CNC, di Jakarta, pada Kamis (3/7/2025). — Sumber: ANTARA/HO-Kemenekraf

Film dapat mempromosikan pariwisata suatu daerah dengan menampilkan keindahan alam, budaya, dan tempat-tempat ikonik. 

Industri film juga mendorong pertumbuhan sektor lain, seperti fashion, periklanan, dan teknologi. 

Kementerian Ekonomi Kreatif (Kemenekraf) menjajaki kolaborasi strategis dengan Prancis untuk industri film, membahas termasuk pendanaan bersama (co-production), pertukaran talenta, hingga pelatihan kreatif.

"Sebagai bagian dari upaya strategis kami dalam mendorong kemitraan lintas negara dan investasi di sektor ekonomi kreatif, kami menyambut baik peluang untuk menjajaki kolaborasi ini," ujar Menteri Ekraf Teuku Riefky, dalam keterangan pers yang diterima di Jakarta pada Sabtu.

Penjajakan kolaborasi ini didukung dalam pertemuan Menteri Ekonomi Kreatif Teuku Riefky Harsya dengan Duta Besar Prancis untuk Indonesia Fabien Penone dan delegasi Centre National du Cinéma et de l'image animée (CNC), di Jakarta, pada Rabu (3/7).

Centre national du cinéma et de l'image animée (CNC) merupakan lembaga administrasi publik di bawah wewenang Kementerian Kebudayaan Prancis dan bertanggung jawab atas produksi dan promosi seni sinematik dan audiovisual di Prancis.

Hal itu menandai sebagai komitmen kedua negara dalam memperkuat kerja sama strategis di industri film sekaligus sebagai tindak lanjut MoU Kementerian Ekraf RI dengan Kementerian Kebudayaan Prancis.

Sebelumnya, Pemerintah Indonesia dengan Pemerintah Prancis telah membahas langkah konkret implementasi Nota Kesepahaman (MoU) di bidang ekonomi kreatif pada akhir Mei 2025.

Menurut Riefky adanya kemitraan internasional menjadi penting untuk mendorong pertumbuhan industri film nasional guna membuka akses pasar global bagi karya anak bangsa Indonesia.

Tak hanya itu, pertemuan tersebut juga menjadi bagian dari persiapan kunjungan resmi Indonesia ke Prancis pada Juli dalam rangka menghadiri perayaan Hari Bastille, pertemuan bilateral dengan Menteri Kebudayaan Prancis, serta kunjungan ke salah satu sekolah film ternama di Eropa.

Melalui kerja sama ini, Kementerian Ekraf meyakini terciptanya sinergi sebagai wujud nyata pendekatan hexahelix dan berharap mendorong pengembangan ekosistem ekonomi kreatif yang berdaya saing global.

Duta Besar Prancis untuk Indonesia Fabien Penone menyampaikan komitmennya untuk membangun kemitraan jangka panjang yang berlandaskan asas saling percaya, pendanaan bersama, dan fokus pada proyek nyata yang berdampak langsung bagi pelaku industri kreatif kedua negara.

"Semua lembaga budaya akan berpartisipasi dalam perayaan Hari Bastille, jadi kesempatan yang bagus untuk saling berinteraksi dan saya ingin ini akan menjadi kemitraan dalam jangka panjang bukan hanya sementara," ujar Fabien Penone.

Direktur Utama CNC, Gaëtan Bruel, menegaskan pentingnya kerja sama dengan Indonesia, di mana dalam hal ini melalui Kementerian Ekonomi Kreatif RI memiliki peran sentral dalam menciptakan nilai ekonomi, memperkuat identitas budaya, dan membangun kekuatan bangsa.

"Kami percaya, Indonesia memiliki potensi besar untuk menjadi salah satu pusat kekuatan kreatif di kawasan Asia Tenggara" kata Gaëtan Bruel.

Redaktur: Muchamad Ismail

Penulis: Antara

Berita Terbaru

Wow Canggih Terobosan BRIN Ini! Inovasi Kayu Transparan dengan Memanfaatkan Bahan Organik

Melon Jadi Harapan Baru! Kelompok Tani di Kulon Progo Genjot Ketahanan Pangan

AS Kenakan Tarif 50 Persen untuk Barang Kanada Senilai US$20 Miliar, Ottawa Siapkan Balasan

Gubernur Pramono Tegas! Efisiensi Bukan Alasan untuk Mengorbankan Layanan Dasar Warga Jakarta

Pasukan Tambahan Berdatangan! Tiga Batalyon dari Jawa Bantu Atasi Karhutla Kalimantan

Mengkhawatirkan! 9 Kali Meletus dalam Sehari, Gunung Anak Krakatau Jadi Sorotan

Koperasi Tak Boleh Kuno Lagi! Menkop Ferry Dorong Digitalisasi hingga Ekspansi Bisnis

Dugaan Jual Beli Kursi Jalur Mandiri Unsoed Terjadi di Masa Rektor Akhmad Sodiq.

Gempa NTT, Pelni Cabang Ambon Siapkan Layanan Pengiriman Bantuan Kemanusiaan.

Relawan Medis UMI Makassar Tembus Pegunungan Manggarai, Bantu Warga Terdampak Bencana.

Baznas Salurkan 1.000 Mushaf Al Quran kepada Masyarakat Kampung Baduy.

Hujan Kalsel Diprakirakan Meningkat Oktober, BMKG Sebut Bisa Bantu Atasi Karhutla.

Karhutla Tanah Bumbu, Polisi Bagikan Masker untuk Lindungi Warga dari Asap.

Karhutla Jadi Perhatian, Papua Tengah Bentuk Satgas untuk 8 Kabupaten.

Kementerian PU Turun Tangani Karhutla di Tanjung Selor, Kaltara.

Kabut Asap Karhutla Muncul, Pelayaran Speedboat Tanjung Selor-Tarakan Tetap Normal.

Sungai Musi Dipenuhi Sampah, Wali Kota Palembang Ajak Warga Bergerak.

Pemerintah Luruskan Istilah “Emas di Bawah Bantal”, Ternyata Ada 1.800 Ton Senilai Rp4.000 Triliun

Mau Selamatkan Harimau? Rantai Makanan Harus Dijaga.

Rayakan 5 Abad Banjarmasin, Festival Tari Daerah Jadi Upaya Lestarikan Tradisi.

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.