AS Hadapi Lonjakan Kasus DBD

Kamis, 03 Jul 2025, 15:00 WIB

SACRAMENTO - Petugas kesehatan di Negara Bagian California, Florida, dan Texas di Amerika Serikat (AS) menghadapi kenyataan yang mengkhawatirkan dengan jumlah kasus demam berdarah dengue (DBD) yang melonjak hampir dua kali lipat di seluruh negeri.

Seperti dilansir KFF Health News pada Rabu (2/7), fenomena itu mengindikasikan bahwa penyakit yang ditularkan oleh nyamuk ini dapat menjadi kondisi permanen di masyarakat.

Ket. Foto: — Sumber: pexels

Menurut laporan dari Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit (Centers for Disease Control and Prevention/CDC) AS, sekitar 3.700 kasus baru DBD tercatat di wilayah daratan utama (contiguous) AS tahun lalu.

Angka ini menunjukkan peningkatan dibandingkan sekitar 2.050 kasus yang dilaporkan pada 2023.

Laporan tersebut juga menyebutkan bahwa lonjakan ini mencakup 105 kasus penularan lokal di negara bagian California, Florida, dan Texas, bukan lewat perjalanan internasional.

California mencatat peningkatan paling signifikan. Pada 2024, California melaporkan 725 kasus baru DBD, termasuk 18 kasus yang ditularkan secara lokal, menurut data negara bagian itu.

Angka ini hampir tiga kali lipat lebih tinggi dari sekitar 250 kasus baru yang tercatat pada 2023, termasuk dua kasus yang ditularkan secara lokal. Penyakit ini menyebar melalui gigitan nyamuk Aedes yang terinfeksi, yang wilayah persebarannya telah meluas secara agresif.

Nyamuk Aedes aegypti dan Aedes albopictus yang menularkan DBD tidak diketahui berada di California 25 tahun silam. Kini, nyamuk tersebut ditemukan di 25 county serta lebih dari 400 kota dan komunitas yang tidak memiliki pemerintah daerah, sebagian besar di Southern California dan Central Valley.

Michael Ben-Aderet, wakil direktur medis epidemiologi rumah sakit di Cedars-Sinai, Los Angeles, meyakini bahwa DBD telah menjadi "kenormalan baru" di AS, sembari menekankan bahwa populasi nyamuk akan terus bertahan.

Perubahan iklim memicu pertumbuhan populasi nyamuk, karena nyamuk-nyamuk ini berkembang biak dengan sangat baik di daerah perkotaan yang hangat, sering menggigit pada siang hari, menurut Ben-Aderet. Pada Maret lalu, CDC AS mengeluarkan peringatan kesehatan terkait risiko penularan DBD yang sedang berlangsung. Ant/Xinhua

Redaktur: Redaksi Koran Jakarta

Penulis: Deri Henriawan

Berita Terbaru

Sukhoi TNI AU Tergelincir di Lanud Hasanuddin Hingga Area Rumput Dekat Jalan Makassar-Maros

LRT Jakarta Pasang Tarif Promo Rp5.000! Rute Velodrome-Manggarai Siap Diresmikan

Cetak Sejarah di Paris! AG.AL Juara Club Champion EWC 2026, Kantongi Hadiah Rp110 Miliar

Paket Pernikahan Elegan di Pusat Jakarta! Mangkuluhur ARTOTEL Suites Buka Harga Mulai Rp25 Juta

Agrowisata Petik Anggur Kini Jadi Tren Wisata Baru di Kepulauan Riau

Mendagri: Korban Gempa NTT Bisa Cetak Ulang Dokumen KTP, KK, hingga BPKB Secara Gratis

BMKG: 6.409 Gempa Bumi Susulan Guncang Flores

DPR Dorong Pemerintah Buka Potensi Wajib Pajak Baru

KPK Tekankan Pentingnya Penguatan Integritas Kampus usai OTT di Unsoed

Kemenbud Fokus Pulihkan Warisan Budaya dari Desa Adat Sade Pasca Kebakaran 

Ada Apa dengan Rekening Dana Aliansi Masyarakat Pati Bersatu? Polda Metro Jaya Jelaskan

Heboh Rekening Aktivis Pati Diduga Diblokir, DPR Buka Suara dan Hubungi Bank

Parkir Rp60.000 per Jam Bikin Geger, Ini Respons Pramono

Udara Jakarta Terancam Polusi, Pramono Minta Masyarakat Hentikan Kebiasaan Bakar Sampah

Karhutla Makin Serius! Kemenhub Terbitkan 35 Izin Pesawat Asing Bantu Atasi Kebakaran

Bukan Sekadar Diskon! Subsidi Motor Listrik Disebut Bisa Pacu Industri Nasional

Gerak Cepat Atasi Karhutla! Operasi Modifikasi Cuaca Berlanjut, BMKG Kini Bergerak ke Berau

Nasib 193 Pedagang Ikan Kramat Jati Terungkap, Bakal Dipindah ke Lokbin

Bukan Sekadar Kebakaran! Presiden Minta Usut Dugaan Koneksi Pembakar Lahan dan Korporasi

613 PKL Kramat Jati Bakal Dipindahkan, Ini 4 Lokasi yang Disiapkan Pasar Jaya

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.