Latihan Bersama TNI-AL dan Angkatan Laut AS di Surabaya Perkuat Kerja Sama Maritim
Senin, 30 Jun 2025, 20:40 WIBJAKARTA - Latihan Cooperation Afloat Readiness and Training (CARAT) Indonesia 2025 resmi dimulai pada 23 Juni di Markas Komando Armada Pemko II, Surabaya, melibatkan Angkatan Laut Amerika Serikat, TNI-AL, serta Korps Marinir Indonesia selama seminggu penuh. Kegiatan tersebut menitikberatkan pada latihan evolusi kompleks yang bertujuan meningkatkan interoperabilitas antara kedua angkatan laut di laut maupun darat, sejalan dengan visi bersama menciptakan keamanan maritim terbuka di kawasan Indo?Pasifik.
Latihan ini dirancang sebagai program bilateral yang menekankan kerja sama regional dalam bidang keamanan laut, memperkuat kemitraan maritim, serta meningkatkan kemampuan operasional dan koordinasi unit-partner AS dan Indonesia lewat serangkaian evolusi di perairan Jawa dan pantai Situbondo.
Capt. Matt Scarlett dari Destroyer Squadron 7 menyatakan bahwa âCARAT Indonesia menggambarkan kemitraan yang kuat dan bertahan lama antara Angkatan Laut AS dan Indonesia,â dan tidak hanya menguatkan kemampuan bersama, tetapi juga memperkokoh hubungan di antara kedua angkatan laut demi menjaga stabilitas maritim di kawasan Indo?Pasifik.
Sementara itu, Laksamana Pertama TNI-AL Gung Putu Alit Jaya menyebut bahwa CARAT bukan sekadar soal taktik operasionalâmelainkan juga tentang dimensi kemanusiaan. Ia menegaskan bahwa latihan ini memberikan kesempatan kepada para pelaut dari berbagai latar belakang untuk saling memahami cara mitra menghadapi tekanan dan memecahkan masalah, serta memperkuat ikatan yang lebih kuat ketimbang kesepakatan formal.
Rangkaian program latihan mencakup penguatan kesadaran maritim, bantuan kemanusiaan, penanggulangan bencana, proteksi pasukan, serta perang antipesawat, antikapal, dan anti?kapal selam. Selain itu, terdapat sesi pertukaran ahli, latihan di kapal, serta pelatihan medis dan kegiatan hubungan masyarakat .
Sisi AS melibatkan sejumlah aset strategis seperti pesawat patroli P-8A Poseidon, kapal perusak kelas Arleigh?Burke USS Curtis?Wilbur (DDG 54), dan helikopter MH-60R Sea?Hawk. Personel dari 7th Fleet, Marine Corps Forces Pacific, serta staf dari berbagai command task force turut serta, termasuk dukungan dari Pangkalan Konsulat AS di Surabaya dan Kedutaan AS di Jakarta .
Destroyer Squadron 7, sebagai armada kapal perusak AS yang ditempatkan di Asia Tenggara, bertanggung jawab atas komando taktis dan operasional serta membangun kemitraan lewat latihan serta interaksi militer. Armada Angkatan Laut AS ke?7 merupakan gugus armada terbesar yang ditempatkan di Pasifik, dan rutin berlatih bersama negara sekutu untuk mempertahankan kebebasan serta keterbukaan kawasan Indo?Pasifik .
Secara keseluruhan, CARAT Indonesia 2025 memperlihatkan komitmen kedua angkatan laut dalam mempertahankan keamanan maritim dan memperdalam hubungan bilaterais. Latihan ini juga menjadi sarana pembelajaran bersama dan penguatan kemampuan tanggap krisis, menunjukkan kesiapan operasional serta sinergi yang meningkat antar negara sahabat di kawasan.
- Kedaulatan Maritim
- kerja sama militer
- TNI AL
Redaktur: Redaksi Koran Jakarta
Penulis: Paundra Zakirulloh
Berita Terkait:
-
Final Play-off Piala Dunia: Gattuso Minta Italia Disiplin Hadapi Provokasi Bosnia
-
TNI AL dan Kapal Induk Inggris Gelar Latihan Manuver di Laut Timur Indonesia
-
Hati-hati Kolesterol Tinggi pada Orang Dewasa Muda, Berisiko Kena Penyakit Jantung!
-
TNI AL Gelar Latihan Pendaratan Amfibi di Palu, Simulasi Tempur di Selat Makassar Jadi Sorotan
-
Upacara Tawur Agung Kesanga di Samarinda
-
TNI AL: Semua Penumpang KM Barcelona Telah Dievakuasi
-
Apple Umumkan Rekor Penjualan Mac setelah Peluncuran MacBook Neo
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.