Konsolidasi BUMN Asuransi Jalan, Swasta Tenang! AAJI Pastikan Tak Ada Gesekan
Rabu, 25 Jun 2025, 20:50 WIBBOGOR â Konsolidasi bisnis BUMN sektor asuransi, seperti merger atau akuisisi, penting untuk meningkatkan daya saing dan efisiensi industri asuransi di Indonesia.
Hal ini dapat memperkuat permodalan, meningkatkan retensi risiko domestik, dan mengurangi ketergantungan pada reasuransi asing. Namun, konsolidasi juga perlu mempertimbangkan dampak sosial dan memastikan keadilan bagi semua pihak yang terlibat.
Kepala Departemen Legal Asosiasi Asuransi Jiwa lndonesia (AAJI) Hasinah Jusuf menilai rencana Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (Danantara Indonesia) untuk mengonsolidasikan bisnis BUMN sektor asuransi tidak berdampak terhadap bisnis perusahaan asuransi swasta.
âKalau saya melihatnya sih (perusahaan asuransi swasta) tidak ter-impact (terdampak) apapun, karena memang kan player-nya (pelaku usahanya) beda,â ujarnya saat ditemui usai memberikan materi dalam Media Gathering AAJI di Bogor, Jawa Barat, Rabu (25/6).
Ia menuturkan, inisiatif Danantara Indonesia tersebut juga tidak terlalu berdampak terhadap pelaku asuransi swasta karena adanya perbedaan pasar dan nasabah.
Wanita yang juga menjabat sebagai Direktur Legal & Compliance Allianz Life Indonesia, salah satu perusahaan asuransi jiwa swasta di Indonesia, mengatakan bahwa perusahaan asuransi swasta lebih banyak menanggung polis individu daripada polis kumpulan.
Sementara perusahaan asuransi milik negara cenderung banyak menanggung polis kumpulan.
âJadi, saya tidak melihat (konsolidasi BUMN asuransi) itu impact-nya (dampaknya) terlalu besar ke yang individu (yang menjadi pasar utama asuransi swasta,â kata Hasinah Jusuf.
Pada Rabu (18/6), Chief Operating Officer (COO) Danantara Indonesia Dony Oskaria menyampaikan Danantara Indonesia akan melakukan konsolidasi bisnis terhadap perusahaan-perusahaan BUMN di sektor logistik dan asuransi.
Ia mengatakan lini usaha asuransi yang dijalankan oleh beberapa BUMN memiliki kapasitas bisnis yang kecil dan tidak kompetitif.
âJasa Raharja punya insurance (asuransi) juga, kemudian Pertamina punya Tugu Insurance, BRI punya insurance, BNI punya insurance. Tapi tidak cukup size-nya (cakupannya), tidak kompetitif,â ujarnya.
Dony menyatakan, sebagai tahap awal, Danantara Indonesia telah melakukan evaluasi fundamental bisnis (fundamental business review) terhadap perusahaan-perusahaan BUMN terkait.
Sementara, pada tahap kedua, pihaknya akan melakukan konsolidasi bisnis (business consolidation) dengan merampingkan atau melakukan merger terhadap perusahaan-perusahaan BUMN tersebut.
"Sehingga, akan terjadi konsolidasi bisnis dari tadinya (total) 888 perusahaan BUMN (dari semua sektor), kami harapkan nanti menjadi tinggal di bawah 200 perusahaan yang memang kokoh dan kuat," ujar Dony.
Redaktur: Muchamad Ismail
Penulis: Antara
Berita Terkait:
-
Sekolah Negeri Jakarta siapkan 228.000 Bangku dalam SPMB
-
Era Perbankan Tanpa Batas 2026: Accenture Ungkap 6 Tren Utama yang Mengubah Industri
-
Perluasan TPA Medan untuk pengembangan
-
Panglima TNI Dampingi Presiden RI Pada Kegiatan Penyerahan Hasil Kerja Satgas PKH
-
Festival Budaya Isen Mulang Jadi Sarana Pelestarian Budaya di Kalteng
-
Revisi UU Hak Cipta Karya Jurnalistik
-
Ulat Bulu Masuk Kelas SDN Wonorejo Surabaya, Petugas Dikerahkan untuk Penanganan Darurat
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.