Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Bangun Ekonomi Lokal, 3 Desa di Wonosobo Disulap jadi Desa Migran Emas

📅 Rabu, 25 Jun 2025, 14:54 WIB | Oleh: Tim Redaksi
Bangun Ekonomi Lokal, 3 Desa di Wonosobo Disulap jadi Desa Migran Emas Doc: Kemen P2MI
Ket. Menteri Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (P2MI), Abdul Kadir Karding, meresmikan tiga desa di Kabupaten Wonosobo, Jawa Tengah sebagai 'Desa Migran Emas' Rabu, (25/6)

WONOSOBO — Menteri Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (P2MI), Abdul Kadir Karding, meresmikan tiga desa di Kabupaten Wonosobo, Jawa Tengah sebagai 'Desa Migran Emas' Rabu, (25/6).

Tiga desa tersebut yakni Desa Jlamprang, Desa Kuripan, dan Desa Margosari. Ketiganya diproyeksikan menjadi model pengelolaan migrasi pekerja yang aman, legal, dan berdampak langsung terhadap pertumbuhan ekonomi desa.

“Desa Migran Emas ini adalah gotong royong dari semua stakeholder yang ada di suatu desa untuk memberikan layanan pelindungan terhadap pekerja migran indonesia. Bentuk layanannya, informasi, sosialisasi, literasi, pendampingan usaha dan juga hal-hal lain yang dibutuhkan untuk meminimalkan paling tifak satu pemberangkatan ilegal,” kata Menteri Karding.

Menteri Karding menekankan Desa Migran Emas jadi elemen penting dalam membangun tata kelola pekerja migran secara terstruktur mulai dari tingkat desa.

"Ini kalau dikelola, bisa jadi uang besar. Kalau dikelola, jadi manfaat. Kalau dikelola, jadi berkah untuk masyarakat kita," ujar Karding di hadapan kepala desa dan warga setempat.

Ia mencontohkan Desa Bumidaya di Lampung Selatan sebagai role model. Dari 2.000 penduduk desa itu, sekitar 250 bekerja di Taiwan dan mengirim devisa rutin hingga Rp500 juta per bulan ke desa.

“Kenapa bisa? Karena ada ekosistem migran yang dikelola bersama oleh kepala desa, perangkat desa, dan masyarakat. Itu yang harus kita tiru,” jelasnya.

Menurut Karding, dana remitansi yang masuk ke desa dapat dimanfaatkan untuk meningkatkan kesejahteraan keluarga, memperkuat ekonomi lokal, bahkan mendongkrak pendapatan daerah jika dikelola dengan baik.

Ia juga mengajak seluruh pihak, mulai dari pemerintah daerah, aparat desa, hingga masyarakat, untuk bergotong royong memastikan tata kelola migrasi yang aman dan prosedural.

“Kita ingin semua yang berangkat ke luar negeri itu legal. Maka perlu kerja bersama, dari hulu di desa sampai hilir di negara tujuan,” tegasnya.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • FIFA Asean Cup 2026: Sembilan Gol Antarkan Indonesia ke Final, Thailand Menanti
    Laga ini adalah salahsatu pertandingan bola paling menegangkan ...
  • Pembalakan Liar di TN Berbak-Sembilang Terbongkar, Ratusan Kayu dan Rel 1 Km Dimusnahkan.
    Pecuri kayu sampai membangun rel? Ini sih terang2an ...
  • Dagelan Tak Mutu Lapas Cibinong, Bisa Bangun 10 Rumah Sultan, tak Ada Anggaran Beli CCTV Rp200.000  
    Aparat dan pejabat di negeri ini makin terang2an ...
  • MSI Apresiasi Menteri Pertanian Amran Sulaiman Terkait Penghentian Impor Singkong
    Sangat menginspirasi melihat bagaimana kebijakan tegas menyetop impor ...
  • Kebangkitan UMKM dan Penetrasi E-Commerce jadi Katalisator Pertumbuhan Industri Percetakan di Indonesia
    ehadiran platform pameran B2B bertaraf internasional seperti ALLPrint ...
Advertisement
Inacraft Detail Sidebar
Megapolitan
Final Asean Cup Bakal Meled...
Megapolitan
Boleh Juga Jalan-jalan ke K...
Advertisement
Makin Tertekan, INACA Desak Pajak Sparepart Pesawat Juga Bisa Ditekan jadi 0%

Makin Tertekan, INACA Desak Pajak Sparepart Pesawat Juga Bisa Ditekan jadi 0%

04 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.