Timbunan Sampah RI Capai 56,6 Juta Ton, Hampir 61 Persen Belum Dikelola

Selasa, 24 Jun 2025, 14:35 WIB

JAKARTA -Permasalahan sampah plastik di Indonesia semakin mengkhawatirkan. Timbunan sampah di RI telah mencapai 56,6 juta ton dan hampir 61 persen dari angka itu belum dikelola.

Untuk mengatasi masalah itu Pemerintah telah menargetkan mengurangi 70% sampah plastik yang masuk ke laut pada tahun 2025, sesuai dengan Peraturan Presiden No. 83 tahun 2018 tentang Penanganan Sampah Laut serta target pengurangan sampah oleh produsen sebesar 30% dari total timbulan sampah pada tahun 2029 terkait pelaksanaan Peraturan Menteri LHK No P75 Tahun 2019 (P75) tentang Peta Jalan Pengurangan Sampah oleh Produsen.

Ket. Foto: Menteri Lingkungan Hidup, Hanif Faisol Nurofiq (tengah) mengapresiasi Sepatu Daur Ulang Plastik PET di Booth Le Minerale saat Pameran Hari Lingkungan Hidup Sedunia di JCC, Jakarta, 22-24 Juni 2025 — Sumber: istimewa

Dalam rangka memperingati Hari Lingkungan Hidup Sedunia (HLH) 2025 dengan tema "Hentikan Polusi Plastik", Le Minerale turut berpartisipasi aktif dalam Pameran Hari Lingkungan Hidup Sedunia 2025 yang berlangsung di Assembly Hall Jakarta Convention Center (JCC) pada 22-24 Juni 2025. Partisipasi ini merupakan wujud nyata komitmen perusahaan dalam mendukung target Pemerintah 

Pameran HLH 2025 yang dihadiri 130 booth dari berbagai sektor ini menjadi platform strategis untuk mempertemukan solusi inovatif dengan kebutuhan nyata masyarakat dalam mengatasi tantangan lingkungan hidup Indonesia.

Acara Lingkungan Hidup Sedunia 2025 dibuka oleh Menteri Lingkungan Hidup, Dr. Hanif Faisol Nurofiq, yang menekankan bahwa tidak ada pihak yang bisa bekerja sendiri dalam mengatasi permasalahan polusi plastik ini. Kolaborasi komprehensif dari pemerintah pusat, pemerintah daerah, pelaku usaha, dan seluruh elemen masyarakat menjadi kunci utama. 

Menteri Lingkungan Hidup mengharapkan kerjasama nasional dapat dicapai dalam Expo dan Forum Hari Lingkungan Hidup Sedunia 2025 untuk menangani ancaman polusi plastik dengan tindakan lintas sektor.

Mengacu pada data Kementerian Lingkungan Hidup, timbunan sampah Indonesia telah mencapai 56,6 juta ton pada tahun 2023, dengan capaian pengelolaan baru mencapai 39,01% atau 22,09 juta ton. Sisanya, sebesar 60,99% atau 34,54 juta ton sampah masih perlu pengelolaan yang lebih baik.

Berdasarkan data dari Sustainable Waste Indonesia (SWI) menunjukkan bahwa plastik jenis PET (biasa digunakan untuk botol minuman) memiliki tingkat daur ulang yang lebih tinggi dibandingkan jenis plastik lainnya. Studi SWI dan Indonesian Plastic Recyclers (IPR) yang berlangsung sepanjang Juli hingga Desember tahun 2024 dan diluncurkan pada April 2025 melalui Recycling Rate Index (RRI), menyebutkan bahwa tingkat daur ulang botol PET bisa mencapai 71%.

Dalam peringatan HLH tahun ini, Le Minerale melihat sebagai momentum strategis untuk menunjukkan berbagai upaya koordinasi dan kolaborasi aksi dengan berbagai pihak mulai dari collection hingga recycle kemasan plastik PET di pabrik daur ulang plastik berstandar food grade yang dibangun di Jawa Timur, yaitu PT Bumi Indus Padma Jaya.

"Botol PET jika terpilah dengan benar dapat didaur ulang menjadi berbagai produk bermanfaat. Sehingga tidak akan berakhir menjadi sampah yang mencemari lingkungan," jelas Tania Ariningtyas selaku Sustainability Manager Le Minerale.

Sebagai bukti komitmen tersebut, Le Minerale menampilkan produk inovatif hasil daur ulang plastik rPET (recycled PET) berupa baju dan sepatu dengan brand lokal Kivee dan Pijak Bumi.

Produk-produk ini membawa pesan kuat bahwa barang hasil daur ulang tetap dapat memberikan kenyamanan dan kualitas yang tidak kalah dengan produk konvensional.

Circular Economy

Pada tinjauan pameran, booth Le Minerale mendapat perhatian dari Menteri Lingkungan Hidup Hanif Faisol Nurofiq dimana berkesempatan menjelaskan secara komprehensif upaya pengelolaan plastik PET terintegrasi dari hulu hingga hilir, mulai dari proses produksi hingga transformasi menjadi produk yang #JadiBaruLagi.

"Kami berkomitmen menerapkan pendekatan circular economy dalam setiap aspek bisnis. Mulai dari pemilihan bahan baku, proses produksi, hingga pengelolaan kemasan paska konsumsi plastik PET," pungkas Tania.

Le Minerale terus mengembangkan program edukasi kreatif untuk meningkatkan kesadaran masyarakat tentang pentingnya pengelolaan sampah plastik. Partisipasi Le Minerale dalam Hari Lingkungan Hidup Sedunia 2025 ini sejalan dengan kampanye global dalam menciptakan masa depan yang lebih bersih dan berkelanjutan.

Redaktur: Muchamad Ismail

Penulis: Erik, Fredrikus Wolgabrink Sabini

Berita Terbaru

Perusahaan Milik Kampus UGM Go Public! Target IPO Capai Rp45 Miliar

Tinjau Karhutla Kalsel, Menhut Raja Antoni: Api Sudah Tak Terlihat, tapi Gambut Masih Berasap.

Dalang Karhutla Diburu! Komisi III DPR Apresiasi Langkah Tegas Polri

Coco Gauff Juara Cincinnati Open untuk Kedua Kalinya, Masuk Klub Elite WTA

Gratis dan Siaga 24 Jam! Pertamina Buka Posko Medis bagi Warga Manggarai NTT

Formula 1: Norris Menangi GP Belanda, Verstappen Kecelakaan di Depan Pendukung Sendiri

TNI AU Gerak Cepat! 6 Pesawat Bawa Bantuan Kemanusiaan ke NTT dan Kalimantan

Liga Inggris: Manchester City Menang Dramatis di Awal Era Maresca, Liverpool Selamat dari Kekalahan

Terungkap! Kebakaran Rumah di Tebet Diduga Dipicu Mesin Fotokopi

Serie A: Amorim Buka Era Baru dengan Kemenangan, Milan Tundukkan Torino; Juventus Menang Tipis atas Frosinone

Karhutla Meluas, Gubernur Kalsel Desak Masyarakat Lindungi Diri dari Paparan Asap

La Liga: Barcelona Pesta Gol di Kandang Elche, Atletico Madrid Selamat dari Kekalahan

Kementerian Kebudayaan akan revitalisasi situs budaya di Malut

Mengerikan Tragedi Kebakaran Rumah di Tebet, 4 Orang Tewas

Arthur Fils Juara Cincinnati Masters 1000, Tekuk Tiafoe dalam Final Bersejarah

Presiden Prabowo Pimpin Ratas di Hambalang, Bahas Karhutla dan Dampak Bencana NTT.

Kodaeral XIII Gelar Lomba Speedboat di Tarakan, Dorong Potensi Kemaritiman Kaltara.

Takdir Geografis Gambia, Negara Terkecil Afrika yang Terjepit Senegal

Maulid Nabi Muhammad SAW 1448 H, Munafri Arifuddin Ajak Masyarakat Perkuat Persatuan.

Tips Mengelola Bisnis Kos-Kosan

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.