- Home
-
- Luar Negeri
-
- Kegagalan Strategis Terbes...
Kegagalan Strategis Terbesar dari Perang 12 Jam: Gencatan Dilanggar, Stok Uranium Iran Hilang
Selasa, 24 Jun 2025, 20:58 WIBJAKARTA â Gencatan senjata antara Israel dan Iran yang diumumkan pada Selasa pagi (24/6) terbukti rapuh. Hanya dalam dua jam, Israel mengklaim berhasil mencegat dua rudal dari Iran. Iran membantah serangan itu, namun situasi langsung memanas, mendorong Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengeluarkan peringatan keras terhadap Israel.
âPulangkan pilot kalian sekarang. Jika kalian menjatuhkan bom lagi, itu pelanggaran besar!â tegas Trump seperti dikutip dari Al Jazeera Live Blog, seraya menegaskan bahwa kedua pihak telah melanggar perjanjian gencatan senjata yang dimediasi AS dan Qatar.
Di tengah klaim kemenangan masing-masing pihakâIran menyebut gencatan sebagai hasil "pemaksaan terhadap musuh", sementara Israel dan AS mengklaim telah menghancurkan fasilitas nuklir utama Iranâmuncul satu kenyataan yang mengkhawatirkan: sebanyak 400 kilogram uranium yang telah diperkaya hingga 60% tidak lagi dapat dilacak oleh Badan Energi Atom Internasional (IAEA).
Menurut Direktur Jenderal IAEA, Rafael Grossi, sistem pengawasan jarak jauh rusak akibat serangan udara, membuat badan nuklir PBB kehilangan kendali atas salah satu stok uranium paling sensitif di dunia. Jika uranium ini diperkaya lebih lanjut menjadi 90%, cukup untuk membuat sekitar 10 hulu ledak nuklir.
Para ahli memperingatkan bahwa kehancuran sebagian fasilitas nuklir Iran justru bisa mendorong kepemimpinan Iranâyang sebelumnya belum memutuskan memproduksi senjata nuklirâuntuk mempertimbangkan opsi tersebut. âPerang ini bisa mempercepat apa yang justru ingin kita cegah,â kata mantan Menlu AS, Antony Blinken.
Jeffrey Lewis dari James Martin Center menyatakan, jika keputusan dibuat, Iran bisa memiliki cukup bahan fisil untuk senjata dalam waktu lima bulan. Dan bila itu terjadi di bawah rezim yang sama dengan kekuasaan tetap utuh, seperti disimpulkan Julian Borger dari The Guardian, maka perang ini âbukan hanya gagal, tetapi menjadi kegagalan strategis terbesar.â
Redaktur: Eko S
Penulis: Eko S
Berita Terkait:
-
Temani Momen Buka Puasa, Joyday Luncurkan Varian Es Krim Baru di Ramadan 2026
-
Proses Pembuatan Lemang Bambu
-
KKP Mulai Pembangunan Tambak Udang Terintegrasi di Waingapu NTT, Siapkan Investasi Rp7,2 Triliun
-
Sedikitnya 254 Tewas setelah Israel Kembali Menyerang Lebanon
-
Presiden Tegaskan MBG Bisa Jadi Penopang Ekonomi Masyarakat Bawah
-
573 Rumah di Kota Serang Terendam Banjir, Dua Bangunan Roboh
-
Teheran Incar Gempur Pusat Data di Negara Arab
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.