Eskalasi konflik di Timur Tengah meningkatkan risiko pasar secara global.
Selasa, 24 Jun 2025, 08:58 WIBJAKARTA - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berpotensi melanjutkan koreksinya seiring berlanjutnya tekanan jual dalam jangka pendek.
Eskalasi konflik di Timur Tengah meningkatkan risiko pasar secara global.
Analis sekaligus VP Marketing, Strategy and Planning Kiwoom Sekuritas, Oktavianus Audi melihat pasar terus memantau respons keberlanjutan dari geopolitik antara Israel-Iran.
Setelah AS berada di Israel, Tiongkok dan Russia menunjukkan dukungan terhadap Iran sehingga bakal memicu peningkatan ketegangan di Timur Tengah.
Karenanya, dia memproyeksikan IHSG dalam perdagangan, Selasa (24/6), bergerak melemah terbatas dalam rentang level support 6.715 dan resistance 6.865.
Sebelumnya, IHSG Bursa Efek Indonesia (BEI), Senin (23/6) sore, ditutup melemah 120,00 poin atau 1,74 persen ke posisi 6.787,14, seiring pelaku pasar masih mencermati eskalasi konflik di kawasan Timur Tengah.
Sementara kelompok 45 saham unggulan atau indeks LQ45 turun 11,10 poin atau 1,45 persen ke posisi 753,83.
âIHSG ditutup melemah, akibat kekhawatiran akan dampak meningkatnya ketegangan geopolitik di Timur Tengah, dan kenaikan harga minyak mentah terhadap ekonomi domestik di tengah melemahnya daya beli masyarakat dan perang tarif,â ujar Analis Phintraco Sekuritas Ratna Lim di Jakarta.
Di sisi lain, kekhawatiran pasar bahwa perang akan meluas mereda, karena ada kecenderungan Tiongkok dan Russia mendorong gencatan senjata di forum Persatuan Bangsa Bangsa (PBB).
Meskipun demikian, pelaku pasar masih khawatir dengan potensi penutupan Selat Hormuz oleh Iran yang dapat mendorong kenaikan signifikan pada harga minyak mentah dan gas.
Redaktur: Muchamad Ismail
Penulis: Antara, Muchamad Ismail
Berita Terkait:
-
Intervensi Trump Picu Kontroversi di Piala Dunia 2026, FIFA Rusak Reputasi Usai Izinkan Balogun Tampil Lawan Belgia
-
Festival Budaya Bali Digelar di Tokyo Jepang
-
Minggu, Harga Pertamax Turun, BBM Lain Ikut
-
Dirut Perum Bulog Pastikan Distribusi Beras di Kalimantan Tetap Berjalan
-
Jet Penumpang C919 Tiongkok Tembus Penerbangan Internasional, Ambisi Goyang Dominasi Boeing-Airbus
-
Sanksi pencabutan izin usaha bagi pedagang
-
BEI Luncurkan ETF Emas, Perluas Akses Investasi di Pasar Modal Indonesia
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.