Beijing Dilanda Gelombang Panas

Selasa, 24 Jun 2025, 02:10 WIB

BEIJING – Banyak warga Beijing dilaporkan mencari tempat teduh dan menyejukkan diri di tepi kanal pada Senin (23/6) saat pihak berwenang mengeluarkan peringatan suhu panas tertinggi kedua bagi ibu kota Tiongkok tersebut pada salah satu hari terpanas sepanjang tahun ini.

Tiongkok telah mengalami serangkaian musim panas ekstrem dalam beberapa tahun terakhir, dengan gelombang panas melanda wilayah utara bahkan sementara beberapa bagian di selatan dilanda hujan lebat dan banjir.

Ket. Foto: Seorang perempuan memegang payung saat melintasi jalanan di Beijing, Tiongkok, pada Senin (23/6). Akibat cuaca panas terik melanda Beijing pada awal pekan ini, membuat banyak warganya berlindung di tempat yang teduh, terhindar dari sengatan terik matahari — Sumber: AFP/WANG Zhao

Pihak berwenang di kota berpenduduk 22 juta orang itu menghimbau masyarakat untuk mengambil tindakan pencegahan, karena suhu diperkirakan mencapai puncaknya sekitar 38 derajat Celsius pada Senin.

"Cuacanya sangat panas akhir-akhir ini, terutama dalam beberapa hari terakhir," kata pekerja magang bernama Li Weijun kepada AFP pada Senin sore.

Pria berusia 22 tahun itu mengatakan dia telah berhenti mengenakan pakaian formal untuk bekerja dan menunda latihan hariannya hingga setelah pukul 10 malam demi menjaga keselamatan.

"Saya pikir ini terkait dengan perubahan iklim, dan mungkin juga dengan kerusakan yang terjadi pada alam," tutur dia.

Peringatan panas berwarna oranye yang merupakan tertinggi kedua dalam sistem tiga tingkat, dikeluarkan pada Senin saat para pejabat mengimbau masyarakat untuk membatasi aktivitas di luar ruangan dan minum lebih banyak cairan untuk menghindari sengatan panas.

Beijing masih kurang beberapa derajat lagi untuk memecahkan rekor hari terpanas di bulan Juni, yang tercatat sebesar 41,1 derajat Celsius pada tahun 2023.

Emisi gas rumah kaca manusia mendorong perubahan iklim, yang menyebabkan gelombang panas lebih lama, lebih sering, dan lebih intens.

Tiongkok merupakan penghasil gas rumah kaca karbon dioksida terbesar di dunia meskipun telah berjanji untuk mencapai puncak emisinya pada akhir dekade ini dan mencapai nol emisi pada tahun 2060.

Negara ini juga telah muncul sebagai pemimpin global dalam energi terbarukan dalam beberapa tahun terakhir karena berupaya mengalihkan ekonomi besarnya dari konsumsi batu bara yang sangat berpolusi. SB/AFP/I-1

Redaktur: Ilham Sudrajat

Penulis: AFP

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.