Oklahoma City Thunder Harus Sampai Partai Ketujuh untuk Meraih Juara NBA
Senin, 23 Jun 2025, 13:55 WIBJAKARTA â Setelah posisi terakhir 3-3, laga harus berlanjut partai ketujuh untuk menentukan juara NBA musim ini. Pertahanan solid dan gaya permainan tenang Oklahoma City Thunder dinilai menjadi kunci tim meraih gelar juara NBA pertama. Thunder menundukkan Indiana Pacers dengan skor 103-91 dalam gim ketujuh Final NBA.
Tim asuhan Mark Daigneault memimpin liga dalam defensive rating sepanjang musim reguler hingga playoff, dan kembali memperlihatkan ketangguhannya dengan menahan akurasi tembakan Indiana hanya di angka 41,4 persen, jauh dari rata-rata playoff mereka sebesar 48,4 persen.
âIni seperti lomba ketahanan. Anda harus bisa menang dalam kondisi yang tidak ideal, menang dengan cara yang sulit. Dan tim kami melakukan itu dengan luar biasa,â kata Daigneault usai pertandingan, dikutip dari laman NBA.
Thunder juga memaksa Pacers melakukan 21 turnover dan mencatat delapan blok. Chet Holmgren menjadi sorotan dengan lima blok, jumlah terbanyak yang dicatat pemain dalam gim ketujuh Final NBA sejak statistik blok mulai dihitung pada musim 1973-1974.
âSejujurnya, saya tidak main untuk rekor atau statistik. Semua itu akan dilupakan. Tapi kemenangan ini? Itu abadi. Saya sangat bahagia kami bisa meraihnya bersama-sama,â kata Holmgren.
Kontribusi dari lini pertahanan Thunder juga datang dari Lu Dort, Alex Caruso, dan Cason Wallace, yang masing-masing mencatat tiga steal. Dort, yang masuk dalam NBA All-Defensive First Team musim ini, menegaskan strategi bertahan mereka memang dirancang untuk mengganggu ritme permainan Indiana.
âMereka tim yang hebat dengan pemain hebat juga. Kami hanya mencoba berbagai pendekatan bertahan untuk menggoyang mereka dan memperlambat alur permainan,â kata Dort.
Meski Pacers harus kehilangan Tyrese Haliburton sejak kuarter pertama karena cedera kaki, mereka tetap memberikan perlawanan. Bennedict Mathurin tampil menonjol dengan 24 poin dan 13 rebound, sedangkan TJ McConnell mencetak 16 poin dari 8 tembakan, walau juga mencatat tujuh turnover.
âTekanan mereka sangat luar biasa. Saya mencoba tetap agresif, meski ada beberapa turnover yang tidak biasa saya lakukan. Tapi saya bangga dengan perjuangan tim. Kami bertarung sampai akhir. Kredit untuk OKC, mereka benar-benar luar biasa,â kata McConnell.
Oklahoma City Thunder menjadi tim juara termuda kedua dalam sejarah NBA dengan rata-rata usia skuad 25,68 tahun, hanya kalah dari Portland Trail Blazers di musim 1976â1977. Gelar ini juga menjadi buah dari visi jangka panjang Manajer Umum Sam Presti dalam membangun tim melalui draft dan pengembangan pemain muda.
Redaktur: Aloysius Widiyatmaka
Penulis: Aloysius Widiyatmaka
Berita Terkait:
-
Ketahanan Pangan Diuji El Nino, Pemerintah Didorong Bertindak Cepat
-
Gagal ke Piala Dunia 2026, Italia Berduka
-
Wilayah Pesisir Utara Jakarta Berpeluang Hadapi Rob hingga 9 April
-
Hentikan Kritik, John Herdman Sebut Ramadhan Sananta Adalah "Olivier Giroud" Milik Timnas Indonesia
-
Waspada Godzilla El Nino 2026, Jambi Terancam Kemarau Lebih Panjang dan Kekeringan Ekstrem
-
Berita Transfer Arsenal: The Gunner Terdepan Kejar Nicolo Tresoldi, Andrea Berta Mulai Negosiasi
-
Oklahoma City Thunder Kalahkan Los Angeles Lakers 123-87
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.