Pemain Layangan Dandang Asal HSS Kalsel Tampil di Festival Internasional Fano, Denmark

Sabtu, 21 Jun 2025, 12:40 WIB

Pemain layangan Dandang asal Kabupaten Hulu Sungai Selatan (HSS) Provinsi Kalimantan Selatan (Kalsel) Kaspianor Ridani dan Hirdiansyah  tampil pada Festival Layangan Internasional Fano (Fano International Kite Fliers Meeting) 2025 di Pulau Fano, Denmark.

Kaspianor dikonfirmasi dari Kandangan, Kabupaten HSS, Jumat (20/6) tengah malam, mengatakan bahwa dirinya dan Hirdiansyah tampil bersama Tim Pelayang Indonesia untuk mempromosikan budaya Nusantara di Denmark pada 14-21 Juni 2025.

Ket. Foto: Pemain layangan Dandang asal Kabupaten Hulu Sungai Selatan (HSS) Provinsi Kalimantan Selatan (Kalsel) Kaspianor Ridani dan Hirdiansyah tampil pada Festival Layangan Internasional Fano — Sumber: Antara Foto

Sebelum berangkat, Kaspianor menuturkan tim Pelayang Indonesia yang hendak berangkat sempat menemui Menteri Kebudayaan RI Fadli Zon di Jakarta pada Kamis (12/6).

Selanjutnya, tim berangkat melalui Bandara Internasional Soekarno-Hatta pada Jumat (13/6), menuju Denmark hingga tiba di Bandara Copenhagen (CPH) disambut perwakilan Dubes RI untuk Denmark pada Sabtu (14/6).

"Momen yang mengesankan terjadi keesokan harinya, ketika tim Indonesia melakukan pawai mengenakan pakaian adat dari berbagai daerah di Indonesia," ucap Kaspianor.

Adapun festival layangan internasional tersebut berlangsung di area Pantai Rindby hingga utara Fano Bad dengan berbagai kegiatan yang telah dijadwalkan mulai dari pameran, kompetisi, hingga acara sosial yang mempererat hubungan seluruh peserta internasional.

Dijelaskan Kaspianor, Tim Indonesia juga mendapat sambutan hangat dari panitia Fano World Kite Festival 2025 dengan acara jamuan di kediaman panitia penyelenggara.

Saat pawai, Kaspianor dan Hirdiansyah mengenakan pakaian adat Banjar dan pakaian adat suku Dayak Meratus yang turut memeriahkan acara bersama tim lain menampilkan arak-arakan layangan berkeliling Kota Fano.

"Alhamdulillah dari kegiatan ini menjadi ajang promosi kita untuk mengenalkan budaya Indonesia yang jadi sangat bermakna di mata Internasional," ucapnya.

Kaspianor menambahkan Tim Indonesia sempat menghadapi tantangan cuaca yang cukup ekstrem saat ujicoba menerangkan layangan Dandang di Fano.

Karena para peserta harus beradaptasi dengan angin yang sangat deras dan suhu udara yang berkisar antara 7-17 derajat Celsius.

Meskipun menghadapi kondisi cuaca yang menantang, namun Tim Indonesia tidak pantang surut untuk menampilkan yang terbaik pada festival internasional tersebut.

Sebagai bentuk apresiasi terhadap partisipasi Tim Indonesia, Wali Kota Fano mengundang seluruh anggota Tim Pelayang Indonesia untuk menghadiri acara makan malam.

Undangan khusus tersebut diungkapkan Kaspianor, menunjukkan pengakuan dan penghargaan terhadap kontribusi Indonesia pada festival layang-layang internasional bergengsi tersebut.

Festival Layang-layang Internasional Fano merupakan acara tahunan ke-41 kali diselenggarakan pada 2025.

Ajang ini menjadi ajang berkumpulnya para penggemar layang-layang dari berbagai negara untuk saling berbagi teknik, seni, dan budaya melalui layang-layang.

Partisipasi tim Indonesia dalam festival ini tidak hanya sebagai ajang kompetisi, tetapi juga menjadi diplomasi budaya yang memperkenalkan kekayaan tradisi Nusantara kepada dunia internasional.

Tim Pelayang Indonesia terdiri dari perwakilan berbagai daerah yang membawa layang-layang tradisional khas setiap wilayah, sehingga partisipasi ini merupakan representasi keberagaman budaya Indonesia di kancah internasional.

  • Festival Layangan Fano

Redaktur: Yebdi Trismar

Penulis: Tim Koran Jakarta

Berita Terbaru

Kebakaran Desa Adat Sade Jadi Alarm Keras: Pariwisata Harus Tangguh Hadapi Bencana

Anjlok ke Titik Terendah! Kebijakan Ekstrem PM Jepang Sanae Takaichi Bikin Rakyat Cemas!

Bandung Great Sale 2026 Gebrak Pasar, 171 UMKM Siap Unjuk Produk

Bye-Bye Kabel Ruwet! Pemkot Banjarmasin Siapkan Sanksi Tegas Buat Provider Nakal!

BNPB Minta Malaysia dan Singapura Tidak Saling Menyalahkan Soal Asap Karhutla

Ratusan Pasukan BKO Diterjunkan! Kodam XII/Tanjungpura Siaga Satu Hadapi Karhutla Kalbar!

Budaya Lokal Jadi Senjata Baru Mandalika untuk Gaet Wisatawan

Unik! Pemanasan di Kolam Hangat Tropis Malah Bikin Es Antarktika Tak Mudah Mencair

Ini 8 Penyebab AC Mobil Anda Tak Dingin, Simak Cara Mengatasinya!

Brasil Desak PBB Gelar Sidang Luar Biasa, Dunia Sudah Lelah dengan Konflik Global

Wamenekraf Tegaskan Desainer Harus Kuasai AI hingga Bisnis di Masa Depan

Ilmuwan Kembangkan Cip Pintar: Performa Maksimal, Minim Daya

Pendaftaran Seleksi Petugas Haji Kloter & PPIH Arab Saudi Tahun 2027 Dibuka Kemenhaj, Catat Link dan Tanggalnya!

Harga Sembako di Lebak Terkerek Naik Dikit, Efek Kemarau Walau Pasokan Melimpah

Bandung Great Sale 2026 Resmi Dibuka! 171 UMKM Dilibatkan Dongkrak Ekonomi Daerah

Sulbar Darurat Internet: 30,25 Persen Desa Masih "Blank Spot"

Wadoh, Investor Korea Selatan Diduga Jadi Korban “Mafia Legal Formal”

Shin Tae-yong Puas Pola Permainan Persija Nyaris Sempurna Jelang Liga

Kemenkes: 3 Juta Orang Terpapar Asap Karhutla

Event Budaya Lokal Dipadukan Sport dan Lifestyle Bakal Perkuat Pengembangan Mandalika

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.