Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

NTB Pasang Kamera Guna Pantau Kakatua Jambul Kuning

📅 Jumat, 20 Jun 2025, 14:20 WIB | Oleh:
NTB Pasang Kamera Guna Pantau Kakatua Jambul Kuning Doc: Antara/HO-BKSDA
Ket. Dua ekor kakatua kecil jambul kuning (Cacatua sulphurea occidentalis) bertengger pada dahan pohon.

MATARAM - Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Nusa Tenggara Barat segera memasang camera trap atau kamera jebak untuk memantau keberadaan burung kakatua kecil jambul kuning di Pulau Moyo, Kabupaten Sumbawa.

"Pemasangan camera trap adalah salah satu metodologi pemantauan untuk mengetahui aktivitas burung saat berada di sarang," kata Kepala BKSDA NTB Budhy Kurniawan di Mataram, Jumat (20/6).

Budhy menuturkan pemasangan kamera jebak dilakukan pada semester kedua tahun 2025. Kamera yang dilengkapi sensor panas dan sensor gerak itu dipakai untuk mempelajari kakatua kecil jambul kuning pada habitat asli mereka.

BKSDA NTB menyiapkan kamera jebak untuk ditempatkan pada empat titik lokasi yang banyak dijumpai burung dengan nama ilmiah Cacatua sulphurea occidentalis tersebut.

Berdasarkan hasil pengamatan langsung yang dilakukan BKSDA NTB bersama Universitas Mataram dan komunitas pemantauan burung pada tahun 2024, jumlah populasi kakatua kecil jambul kuning di Pulau Moyo hanya ada sebanyak 51 ekor.

Satwa yang memiliki tubuh kecil sekitar 33 sampai 35 centimeter dengan warna bulu didominasi putih, jambul berwarna kuning, dan paruh berwarna hitam melekung tajam serta kuat.

Pulau Moyo merupakan habitat penting bagi burung kakatua kecil jambul kuning di Nusa Tenggara Barat, sehingga memerlukan kolaborasi dengan semua pihak untuk memastikan keberlanjutan dan peningkatan populasi bagi satwa yang menyandang status critical endangered tersebut.

"Kakatua banyak di pohon gebang (sejenis palem). Mereka banyak bersarang di sana, pohon itu juga ada biji yang menjadi sumber pakan," pungkas Budhy. Ant

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Kebangkitan UMKM dan Penetrasi E-Commerce jadi Katalisator Pertumbuhan Industri Percetakan di Indonesia
    ehadiran platform pameran B2B bertaraf internasional seperti ALLPrint ...
  • Mentan Bidik Investasi Besar, Industri Bioetanol Nasional Mulai Digenjot
    Langkah strategis dari pemerintah pusat, khususnya melalui jaminan ...
  • Kemenperin Perkuat Kemitraan IKM Singkong dan Industri Nasional
    Langkah Kemenperin mengintegrasikan IKM olahan singkong melalui Program ...
  • Industri Bioetanol Indonesia Mau Digenjot, Mentan Bidik Investasi BUMN dan Swasta
    Potensi penghematan devisa negara hingga mencapai Rp500 triliun ...
  • Pertamina dan Jababeka Berkolaborasi Menuju Kawasan Hijau dan Nol Emisi
    Melihat tren positif pemasangan infrastruktur panel surya yang ...
Megapolitan
Bangunan Sekolah Dasar di K...
Megapolitan
Jenazah ABK Arupadhatu 1 Be...
Advertisement
Mentan Amran Berang, Sebut Masuknya Beras Ilegal Khianati Kerja Keras 115 Juta Petani Indonesia

Mentan Amran Berang, Sebut Masuknya Beras Ilegal Khianati Kerja Keras 115 Juta Petani Indonesia

24 Sep 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.