- Home
-
- Luar Negeri
-
- Dianggap Diam Soal Seranga...
Dianggap Diam Soal Serangan Israel, Kepala Badan Nuklir Dunia Bakal Digugat Iran!
Jumat, 20 Jun 2025, 16:15 WIBTehran - Iran berencana mengambil langkah hukum terhadap Direktur Jenderal Badan Energi Atom Internasional (IAEA) Rafael Grossi karena dinilai tidak bertindak atas serangan Israel terhadap fasilitas-fasilitas nuklir milik Iran. Hal ini dilaporkan kantor berita Fars pada Kamis, mengutip surat dari Kepala Organisasi Energi Atom Iran, Mohammad Eslami, kepada Grossi.
Surat dari Mohammad Eslami
Dalam surat tersebut, Eslami menyatakan bahwa Grossi perlu menjalankan kewajiban hukumnya dengan segera mengakhiri sikap diam dan mengutuk agresi Israel, yang bertentangan dengan semua norma hukum internasional. Eslami juga menambahkan bahwa Iran akan mengambil langkah yang diperlukan untuk melindungi kedaulatannya dan akan menempuh langkah hukum yang sesuai.
Latar Belakang Serangan
Pada 13 Juni, Israel melancarkan serangan udara besar-besaran terhadap Iran, yang dituduh tengah menjalankan program nuklir militer secara diam-diam. Sejumlah pejabat militer senior dan ilmuwan nuklir Iran dilaporkan tewas dalam serangan itu. Beberapa fasilitas nuklir, termasuk di Natanz dan Fordow, juga menjadi sasaran serangan Israel.
Reaksi Iran
Pemimpin Tertinggi Iran Ayatollah Ali Khamenei menyebut serangan itu sebagai kejahatan dan mengancam Israel dengan "nasib yang pahit dan mengerikan." Iran membalas serangan Israel itu dengan meluncurkan "Operasi True Promise 3" pada Jumat malam, yang menyerang target-target militer Israel. Iran menyangkal program nuklirnya memiliki tujuan militer.
Posisi IAEA
Grossi pada 18 Juni menyatakan bahwa IAEA belum menemukan bukti kuat bahwa Iran sedang mengembangkan senjata nuklir. Laporan intelijen AS juga menunjukkan kesimpulan serupa bahwa Iran tidak mengembangkan senjata nuklir.
Reaksi Internasional
Craig Murray, mantan Duta Besar Inggris untuk Uzbekistan dan aktivis HAM, mengatakan bahwa Iran telah menunjukkan "tanggung jawab dan kesabaran luar biasa" selama beberapa tahun terakhir, meski menghadapi berbagai tindakan dari Israel.
Berita Terkait:
-
Kremlin Buka Suara: Trump Tak Minta Gencatan Senjata Saat Hubungi Putin Soal Ukraina
-
Presiden Tegaskan MBG Bisa Jadi Penopang Ekonomi Masyarakat Bawah
-
573 Rumah di Kota Serang Terendam Banjir, Dua Bangunan Roboh
-
Jatim Pilih WFH Jatuh pada Hari Rabu
-
Teheran Incar Gempur Pusat Data di Negara Arab
-
Temani Momen Buka Puasa, Joyday Luncurkan Varian Es Krim Baru di Ramadan 2026
-
Sedikitnya 254 Tewas setelah Israel Kembali Menyerang Lebanon
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.