Limbah Pabrik Diduga Cemari Sungai Ciujung dan Tambak di Serang

Kamis, 19 Jun 2025, 12:30 WIB

Limbah industri cemari Sungai Ciujung di Kabupaten Serang, Provinsi Banten, hingga menyebabkan air sungai berubah warna menjadi hitam pekat dan berbau menyengat, serta limbah juga turut berdampak ke tambak-tambak milik warga.

Berdasarkan pantauan di Desa Tengkurak, Kecamatan Tirtayasa, Kabupaten Serang, pada Kamis, aliran Sungai Ciujung tampak menghitam dan menimbulkan bau menyengat.

Ket. Foto: Kondisi sungai Ciujung yang menghitang di Desa Tengkurak, Kecamatan Tirtayasa, Kabupaten Serang, — Sumber: Antara Foto

Pendi seorang warga Desa Tengkurak, di Serang, Kamis, mengatakan aliran Sungai Ciujung memang sudah sering tercemar oleh limbah pabrik. Dampak yang paling terasa yakni ketika musim kemarau tiba, yang mengakibatkan aliran sungai menjadi sangat bau dan berwarna hitam, sehingga tidak layak dipergunakan untuk kebutuhan sehari-hari.

Menurut Pendi, aliran sungai tersebut selama bertahun-tahun terus mengalami pencemaran akibat limbah pabrik yang diduga dibuang ke aliran sungai.

"Ini bau baru sekitar dua hari, biasanya kalau kemarau bisa sampai empat bulanan aliran sungainya juga bau dan menghitam," katanya.

Ia mengatakan sudah banyak pihak yang datang silih berganti dan berjanji akan mengatasi masalah tersebut. Namun, hingga kini masih belum terealisasi.

"Udah banyak lah yang bilang-bilang mau ngeberhentiin aktivitas pembuangan limbah ke Sungai Ciujung. Tapi nggak dilakukan," tuturnya.

Pendi juga turut menyinggung janji kampanye Bupati Serang Ratu Rachmatu Zakiyah yang akan menghentikan aktivitas pembuangan limbah ke sungai.

Kenyataan pahit juga datang dari warga lainnya, Maksum, salah satu pemilik tambak Ikan Bandeng di Desa Tengkurak yang mengaku sudah tiga kali gagal panen akibat tambaknya tercemar hingga mengalami kerugian sebesar Rp25 juta.

"Kemarin pas mau Lebaran Idul Adha mati semua sekitar empat kuintal ikan," sebutnya.

Ia berharap pemerintah segera mengambil tindakan untuk mengatasi persoalan-persoalan yang ada. Dengan membuat aturan yang tegas agar pabrik-pabrik tidak lagi membuang limbah ke sungai.

Sementara itu Bupati Serang Ratu Rachmatu Zakiyah mengatakan Sungai ciujung merupakan kewenangan pemerintah pusat dan akan dilakukan koordinasi untuk mengentaskan permasalahan sungai tersebut.

"Kalau tidak salah Sungai Ciujung itu kewenangan pemerintah pusat, jadi nanti kita koordinasi lebih intens," ujarnya.

Redaktur: Yebdi Trismar

Penulis: Tim Koran Jakarta

Berita Terbaru

PSG Nyaris Tumbang, Dua Gol Ferran Torres Bawa Pulang Poin dari Rennes

Karhutla dan Asap Jadi Ancaman, Wamenko Dorong Penanganan yang Lindungi Kesehatan

Gagal Juara Bukan Akhir! Timo Apresiasi Mental Tangguh Timnya

Ratu Tisha Ungkap Mimpi Besar Timnas Indonesia: Harus Punya Mental Baja!

Tiongkok Mendadak Tunda Misi Bulan Chang’e-7, Ada Masalah Usai Roket Meledak

Antisipasi Gempa Susulan, Misa Digelar di Halaman Gereja

ISPA Jadi Keluhan Terbanyak di Pengungsian Gempa NTT, Posko Kesehatan Disiagakan

Kemarau Panjang, Debit Situ Cileunca Menyusut dan Ganggu Pasokan Air Bersih Bandung Raya

Jangan Lupa Kenakan Masker! Kualitas Udara Jakarta Senin Pagi Tak Sehat, Warga Diminta Waspada

Luar Biasa Barcelona Bantai Elche 5-0! Raphinha dan Fermin Sama-Sama Cetak Brace

Motor Pedagang di Kelapa Gading Hilang Akibat Ditipu, Modusnya Bikin Kaget

Kabar Besar untuk Warga Bogor Barat, Pemkab Bocorkan Rancang 6 Stasiun Baru

Drama 4 Gol dan Kartu Merah! Atletico Madrid Gagal Menang atas Villarreal

Hobi Unik Febry Arnold, Diaspora Indonesia yang Gemar Taklukkan Maraton

Juventus Start Sempurna Raih Tiga Poin! Frosinone Jadi Korban di Pekan Pertama Serie A

Sempat Unggul, Liverpool Gagal Menang! Newcastle Paksa The Reds Berbagi Poin

Gempa M 5,2 Guncang Manggarai NTT, Ada Potensi Tsunami? Ini Penjelasan BMKG

Menang Dramatis! Lando Norris Rebut Juara GP Belanda 2026, Verstappen Tersingkir Usai Kecelakaan

Karya Kreatif Indonesia dan Karya Kreatif Benuanta 2026, Dorong kebangkitan UMKM dan Pertumbuhan Ekonomi Berkelanjutan

Karhutla di Tengah El Nino Ancam Ekonomi, Dampaknya Bisa Lebih Besar dari Nilai Hutan yang Terbakar

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.