Penggemar Tiongkok Haturkan Perpisahan Mengharukan untuk Legenda Tenis Meja Jerman Timo Boll
Rabu, 18 Jun 2025, 08:55 WIBBEIJING, TIONGKOK â Penggemar tenis meja di Tiongkok pada hari Rabu (18/6) menyampaikan salam perpisahan yang penuh emosi kepada Timo Boll, mantan peringkat satu dunia asal Jerman yang dikenal akrab sebagai "Paman Boll" oleh jutaan penggemar di negeri Tirai Bambu.
Petenis meja berusia 44 tahun itu memainkan pertandingan profesional terakhirnya pada hari Minggu lalu di Frankfurt saat timnya kalah dalam final Bundesliga. Momen perpisahannya menjadi berita utama di Tiongkok dan menimbulkan gaung luas di platform media sosial Weibo, di mana tagar terkait telah dilihat lebih dari empat juta kali hingga Selasa siang.
Dalam unggahannya di Weibo, Boll menulis dalam bahasa Mandarin dan Jerman untuk mengucapkan terima kasih kepada para pendukungnya. "Terima kasih kepada para penggemar di Tiongkok atas kasih sayang mendalam yang melampaui batas negara," tulis Boll kepada hampir 800.000 pengikutnya.
"Mulai dari Ma Lin hingga Fan Zhendong, setiap pertarungan melawan lawan hebat merupakan kehormatan terbesar dalam karier saya," tambahnya, menyebut dua legenda tenis meja Tiongkok yang juga peraih emas Olimpiade.
Tenis meja merupakan olahraga nasional di Tiongkok dan dimainkan secara luas di seluruh penjuru negeri. Sejak menjadi cabang resmi Olimpiade pada tahun 1988, Tiongkok mendominasi cabang ini dengan mengoleksi 37 dari 42 medali emas yang tersedia. Mereka juga menyapu bersih lima gelar pada Olimpiade Paris tahun lalu.
Meski Boll tak pernah meraih emas Olimpiade, ia menutup karier selama tiga dekade dengan dua medali perak dan dua perunggu dari nomor beregu. Ia tetap dikenang sebagai salah satu dari sedikit pemain non-Tiongkok yang mampu memberi perlawanan berarti terhadap dominasi Negeri Panda, terutama pada era 2000-an dan 2010-an.
Dalam kunjungannya ke Tiongkok tahun lalu, Boll menyebut negeri itu sebagai ârumah keduanya.â âKalian bisa lihat air mata saya belum kering,â kata Boll saat itu, yang selama kariernya mengoleksi 20 gelar Eropa di nomor tunggal, ganda, dan beregu.
Dalam wawancara tahun 2019, Boll mengaku belajar sedikit bahasa Mandarin dan memiliki âbanyak teman dari Tiongkok.â
Ucapan perpisahan dari warganet pun membanjiri media sosial. âSelamat jalan, Kamerad Boll. Kami melepasmu dengan senyum dan air mata,â tulis seorang pengguna Weibo. Yang lain menambahkan, âKarier Paman Boll begitu panjang dan cemerlang. Ia telah menginspirasi satu generasi penuh.â
Kantor berita resmi Xinhua menyebut Boll sebagai sosok dengan âkarier gemilang di level tertinggi olahraga ini.â
Redaktur: Aloysius Widiyatmaka
Penulis: AFP, Benny Mudesta Putra
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.