Inter Milan Ingin Kembalikan Martabat

Rabu, 18 Jun 2025, 07:04 WIB

PASADENA – Inter Milan membuka lembaran baru di Amerika Serikat. Tersungkur di panggung tertinggi Eropa dan kalah tipis dalam perebutan Scudetto, kini Nerazzurri berharap Piala Dunia Antarklub menjadi momen penebusan. Pelatih baru, Cristian Chivu, menegaskan bahwa tim asuhannya datang ke turnamen ini bukan sekadar pelengkap, melainkan dengan misi mengembalikan martabat.

“Jangan pikirkan masa lalu. Kami tak bisa mengubahnya. Turnamen ini penutup musim yang harus dihormati. Inter harus menjadi versi terbaik dari dirinya,” ujar Chivu dalam konferensi pers jelang laga pembuka Grup E melawan Monterrey di Rose Bowl, Rabu (18/6).

Ket. Foto: Pemain Inter Milan Luis Henrique (tengah) ikut latihan di Stadion Wallis Annenberg di Los Angeles, Rabu (18/6) jelang pertandingan Piala Dunia Antarklub 2025 antara Monterrey dari Meksiko dan Inter Milan dari Italia. — Sumber: YURI CORTEZ / AFP

Ucapan itu lahir dari rasa kecewa yang masih terasa. Dua pekan lalu, Inter kalah telak dari Paris Saint-Germain 0-5 di final Liga Champions di Munich. Ini kekalahan terbesar sepanjang sejarah partai puncak kompetisi tersebut.

Sebelumnya, mereka juga hanya finis satu poin di belakang Napoli dalam perebutan gelar Serie A yang berlangsung ketat hingga pekan terakhir. Namun, Chivu, mantan bek tangguh yang kini naik kelas dari tim junior Inter, memilih menatap ke depan. “Kami sudah bekerja keras dalam beberapa hari terakhir. Tim ini harus bersatu secara mental dan fisik agar bisa tampil kompetitif,” tegasnya.

Di Grup E, Inter tak bisa bersantai. Selain Monterrey, mereka juga akan menghadapi Urawa Red Diamonds dari Jepang dan River Plate dari Argentina. Lawan pertama, Monterrey, akan diperkuat bek veteran Sergio Ramos yang bergabung awal tahun ini.

“Kami menghormati Inter. Mereka tim besar dengan nama-nama besar. Tapi kami tak akan gentar. Ini peluang besar untuk menunjukkan kualitas dan bermain tanpa rasa takut,” ujar Ramos.

Piala Dunia Antarklub edisi terbaru ini, dengan format yang diperluas. Ini menjadi ajang pembuktian sekaligus uji kesiapan Amerika Serikat menjelang Piala Dunia 2026. Meski sorotan datang dari tribun yang lengang, intensitas di lapangan tetap tinggi.

Bagi Inter, ajang ini lebih dari sekadar turnamen. Ini adalah kesempatan untuk menyembuhkan luka dan membangun ulang kepercayaan diri. Di mata Chivu, itu dimulai dari satu hal: melupakan masa lalu, dan bermain dengan kehormatan.

Inter sendiri baru bertanding Rabu (18/6) ini pukul 08.00 WIB melawan Monterrey. Kemudian Minggu melawan Urawa dan Kamis (26/6) bertemu River Plate.

Chelsea Menang

Sementara itu, dari Grup D, Chelsea membuka turnamen dengan kemenangan 2-0 atas LAFC di Atlanta. Gol Pedro Neto dan Enzo Fernandez memastikan awal yang meyakinkan bagi tim asuhan Enzo Maresca.

Namun kemenangan itu tercoreng oleh rendahnya jumlah penonton. Dari kapasitas 71.000 kursi di Mercedes-Benz Stadium, hanya sekitar 22.000 yang terisi.

“Lingkungannya agak aneh. Stadion hampir kosong. Tapi kami puas dengan performa pemain, terutama debut Liam Delap,” ujar Maresca. Delap, striker muda yang direkrut dari Ipswich Town, tampil sebagai pemain pengganti dan memberi assist untuk gol kedua Fernandez.

LAFC, yang lolos menggantikan Club Leon yang didiskualifikasi, gagal memanfaatkan status sebagai wakil Amerika Serikat. Mereka bahkan tidak bermain di kandang sendiri.

Di Miami, Boca Juniors harus puas bermain imbang 2-2 melawan Benfica dalam laga panas Grup C. Bertanding di hadapan 90 persen pendukung sendiri di Hard Rock Stadium, Boca unggul cepat lewat Miguel Merentiel dan Rodrigo Battaglia.

Namun dua gol dari dua pemain Argentina di kubu Benfica, Angel Di Maria dari titik putih dan sundulan Nicolas Otamendi di menit ke-86, memupus kemenangan Boca. Padahal Benfica bermain dengan 10 orang sejak menit ke-71 setelah Andrea Belotti dikartu merah. ben/AFP/G-1

Redaktur: Aloysius Widiyatmaka

Penulis: AFP, Benny Mudesta Putra

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.