- Home
-
- Luar Negeri
-
- KTT G7 akan Berfokus pada ...
KTT G7 akan Berfokus pada Ekonomi Global dan Keamanan Energi
Selasa, 17 Jun 2025, 01:00 WIBCALGARY - Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) Kelompok Tujuh (Group of Seven/G7) meluncurkan agenda yang lebih sederhana pada Minggu (15/6), dengan memprioritaskan diskusi mengenai ekonomi global dan keamanan energi.
Awalnya dijadwalkan pada Minggu, pertemuan tersebut telah dipersingkat menjadi dua hari dan secara resmi akan dimulai pada Senin (16/6), saat para pemimpin dunia mulai berdatangan di Kananaskis, Alberta.
Jadwal pada Senin meliputi sesi 90 menit di antara para pemimpin G7 untuk membahas prospek ekonomi global, dan pertemuan makan siang yang berfokus pada keamanan energi bersama para pemimpin yang diundang.
G7 merupakan blok informal yang terdiri dari tujuh negara maju di dunia, yaitu Kanada, Prancis, Jerman, Italia, Jepang, Inggris, dan Amerika Serikat (AS), serta Uni Eropa.
Pertemuan tahunan ini berfungsi sebagai platform untuk mengoordinasikan respons terhadap tantangan ekonomi dan geopolitik global utama.
Sejumlah pemimpin negara telah tiba di Kanada pada Minggu (15/6) untuk menghadiri beragam agenda KTT G7 di tengah perang tarif global, konflik Timur Tengah dan perang yang belum berakhir di Eropa Timur.
Sebagai tuan rumah dan pemegang presidensi G7 tahun ini, Kanada, melalui Perdana Menteri Mark Carney, telah menetapkan tiga prioritas utama dalam agenda KTT. Selain "Melindungi komunitas kita di seluruh dunia" dan "Mengamankan kemitraan masa depan," fokus utama yang disoroti adalah "Membangun keamanan energi dan mempercepat transisi digitalâ.
Hal ini menunjukkan komitmen G7 untuk memperkuat rantai pasokan mineral kritis dan memanfaatkan kecerdasan buatan (AI) serta komputasi kuantum guna mendorong pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan.
KTT tersebut diikuti tujuh negara permanen -Â Kanada, Prancis, Jerman, Italia, Jepang, Inggris, dan AS. Uni Eropa sebagai negara ânon-enumeratedâ yang memungkinkan organisasi tersebut untuk berpartisipasi dalam diskusi, sementara Rusia diskors dari G7 pada 2014 karena aneksasinya atas Krimea.
Semua negara anggota adalah negara ekonomi maju dan karena KTT tersebut diadakan di Kanada, Perdana Menteri Mark Carney sebagai tuan rumah diperbolehkan untuk mengundang pemimpin negara lain yang dapat mengamati diskusi.
Pemimpin negara yang hadir pada KTT G7 Kanada antara lain Presiden AS Donald Trump, yang awal tahun ini melancarkan perang dagang dan telah mempertimbangkan untuk mencaplok Kanada, sehingga membuat kedua negara berupaya untuk menyusun pakta perdagangan dan keamanan baru.
Selain itu, KTT G7 akan menjadi perjalanan pertama Perdana Menteri Inggris, Keir Starmer yang tiba sebelum pertemuan puncak untuk membahas berbagai masalah dengan Carney.
Mencari Solusi
Lebih lanjut, tuan rumah KTT tahun lalu Perdana Menteri Italia Giorgia Meloni akan berpartisipasi dalam pertemuan puncak ketiganya.
Presiden Prancis Emmanuel Macron, pemimpin G7 yang menjabat paling lama telah mewakili Prancis melalui sembilan pertemuan. Selanjutnya ada Kanselir Jerman Friedrich Merz yang baru terpilih, yang juga berupaya untuk memperkuat hubungan dagang dengan AS.
Perdana Menteri Jepang Shigeru Ishiba datang dengan agenda tambahan yaitu mempererat hubungan dengan Kanada. Lalu, Presiden Komisi Uni Eropa Ursula von der Leyen adalah peserta veteran KTT G7.
Perdana Menteri Kanada Carney, pengganti Justin Trudeau sebagai pemimpin awal tahun ini mengatakan memiliki tiga rencana global untuk dibahas para pemimpin â melindungi masyarakat di seluruh dunia, meningkatkan keamanan energi, dan menciptakan ikatan ekonomi.
Undangan Carney kepada Perdana Menteri India Narendra Modi mendapat kritikan, mengingat Trudeau pernah menuduh Modi mengatur pembunuhan seorang separatis Sikh-Kanada di tanah Kanada. Namun, Carney menunjuk pada ekonomi India yang besar dan mengatakan bahwa pemimpin India layak berada di G7.
Pemimpin lain yang diundang adalah Presiden Meksiko Claudia Sheinbaum, Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskyy, Sekretaris Jenderal NATO Mark Rutte, dan lain-lain.
Redaktur: Andreas Tanjung
Penulis: Antara, Selocahyo Basoeki Utomo S
Berita Terkait:
-
Trump Menolak Hadir di Pertemuan Darurat G7 Paris
-
BMKG Prediksi Musim Hujan 2025/2026 Bakal Lebih Panjang
-
AS Pertahankan Penempatan Alutsista di Korsel
-
AHY: Pendidikan Pelayaran Tentukan Masa Depan Maritim Indonesia
-
DKI Jakarta rencanakan bentuk PJLP khusus tangani ikan sapu-sapu
-
Kecelakaan Maut di Nürburgring, Pembalap Veteran Tewas dalam Tabrakan Beruntun
-
Ronaldo Tak Sabar Menikmati Atmosfer GBK
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.