Kemenkes Jadikan Timika dan Keerom Percontohan Pemberian Obat Malaria secara Massal
Selasa, 17 Jun 2025, 13:40 WIBBADUNG â Kementerian Kesehatan (Kemenkes) menjadikan Timika, Papua Tengah dan Kabupaten Keerom, Papua sebagai percontohan pemberian obat malaria secara massal.
Menkes Budi Gunadi Sadikin dalam "9th Asia Pacific Leadersâ Summit on Malaria" di Badung, Bali, Selasa (17/6), mengatakan pemberian obat malaria ini sebagai langkah pencegahan penyebaran kasus.
âProgram ini terbukti mampu menurunkan sekitar 50 persen angka kejadian, namun biayanya cukup tinggi jadi kami sedang meninjau kembali apakah secara ekonomi program ini masuk akal atau tidak,â katanya.
Dia menjelaskan penghitungan efektivitas biaya harus dilakukan mengingat penyebaran obat malaria dilakukan secara besar-besaran ke seluruh populasi di Timika dan Keerom.
Selain menyebarkan obat malaria, ia juga fokus pada program pencegahan lainnya, seperti skrining, sebab kawasan Papua menyumbang 90 persen kasus malaria di Indonesia.
Setiap tahun, Kementerian Kesehatan melakukan dua juta skrining, namun jika catatan WHO kasus malaria di Indonesia sekitar satu juta setiap tahun maka masih ada pekerjaan rumah untuk hal itu, karena skrining semestinya dilakukan delapan juta pemeriksaan dalam setahun.
Berkat Global Fund, Kementerian Kesehatan mendapat bantuan pencegahan lain, yaitu dapat mendistribusikan kelambu berinsektisida tahan lama sebanyak 3,3 juta kelambu setiap dua dan tiga tahun.
âKami berharap upaya ini jika diintensifkan dengan komitmen politik dan komitmen dari para pemimpin daerah, kita dapat memberantas malaria pada tahun 2030,â ucapnya.
Untuk langkah lanjutan, yaitu pemberian vaksin, dia mengakui bahwa Indonesia masih mengembangkan karena saat ini yang tersedia baru untuk negara-negara di Afrika.
Ia mengatakan upaya mulai dari fokus pada Timika dan Keerom hingga pencegahan lainnya ini dilakukan melihat tingginya catatan kasus gigitan nyamuk penyebab malaria, terutama di daerah hutan.
Malaria menempati urutan keempat penyakit menular teratas di Indonesia dengan rata-rata 500.000 kasus per tahun dan 150 kasus meninggal dunia.
Saat ini, dari 514 kabupaten di Indonesia, tercatat 407 daerah atau 79 persen sudah bebas dari malaria.
Berita Terkait:
-
Dua Kapalnya Diserang di Selat Hormuz, India Panggil Dubes Iran
-
Kesadaran Warga untuk Hidup Sehat Makin Tinggi
-
UMKM Terbantu Bazar Lebaran Betawi
-
Rayakan Hari Kartini F&B ID Tawarkan Promo Spesial untuk Perempuan di Seluruh Indonesia
-
Gerakan Literasi Perkuat Aktivitas Anak Tanpa Ketergantungan Gawai
-
Polri: Rekrutmen Akpol 2026 hanya Lewat Jalur Reguler
-
Energi Biru Dipacu, NTB Percepat Pembangunan PLTAL Selat Alas
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.