Harga Minyak Melonjak Setelah Trump Peringatkan Warga Teheran untuk Mengungsi

Selasa, 17 Jun 2025, 14:25 WIB

HONG KONG - Harga minyak melonjak pada hari Selasa (17/6) setelah Presiden AS Donald Trump mendesak warga Teheran untuk mengungsi, memicu ketakutan baru akan perang habis-habisan karena Israel dan Iran saling serang dengan rudal.

Harapan bahwa konflik itu dapat diatasi membantu sebagian besar ekuitas naik, sementara klaim sebelumnya dari Trump bahwa Iran ingin membuat kesepakatan nuklir juga memberikan sedikir optimisme.

Ket. Foto: Asap mengepul dari reruntuhan gedung media pemerintah Iran di Teheran setelah serangan udara Israel pada 16 Juni. — Sumber: AFP

Setelah lonjakan pada hari Jumat lalu yang dipicu oleh serangan Israel terhadap Iran, minyak mentah turun lebih dari 1 persen pada hari Senin karena para pedagang bertaruh bahwa pertempuran tidak akan menyebar ke seluruh Timur Tengah dan lokasi-lokasi minyak utama sebagian besar tidak tersentuh.

Namun harga kembali naik setelah Trump menggunakan media sosial menyerukan evakuasi ibu kota Iran, rumah bagi hampir 10 juta orang.

Top of Form

Bottom of Form

"Iran seharusnya menandatangani 'kesepakatan' yang saya minta mereka tandatangani," katanya, mengacu pada perundingan nuklir yang sedang berlangsung.

"Sungguh memalukan dan membuang-buang nyawa manusia. Sederhananya, IRAN TIDAK BISA MEMILIKI SENJATA NUKLIR. Saya sudah mengatakannya berulang kali! Semua orang harus segera meninggalkan Teheran!"

Harga minyak melonjak sekitar 2 persen pada hari Selasa sebelum memangkas sebagian keuntungan tersebut, tetapi komentar Trump membuat investor tetap waspada di tengah peringatan bahwa eskalasi krisis dapat membuat komoditas itu melonjak lagi.

Sementara itu, kapal induk USS Nimitz meninggalkan Asia Tenggara pada hari Senin setelah membatalkan kunjungan ke Vietnam, Pentagon mengumumkan pihaknya akan mengirimkan "kemampuan tambahan" ke Timur Tengah.

Perdana Menteri Benjamin Netanyahu menegaskan kampanye Israel "mengubah wajah Timur Tengah".

Trump menegaskan Washington "tidak ada sangkut pautnya" dengan kampanye sekutunya itu, tetapi menteri luar negeri Iran mengatakan pada hari Senin bahwa pemimpin AS dapat menghentikan serangan tersebut dengan "satu panggilan telepon".

Para pedagang bersikap sedikit lebih optimistis setelah presiden AS mengatakan "segera setelah saya meninggalkan sini, kami akan melakukan sesuatu", saat menghadiri KTT G7 di Kanada.

Ia kemudian meninggalkan pertemuan di Pegunungan Rocky, dan berkata kepada wartawan: "Saya harus kembali secepatnya. Saya berharap bisa tinggal sampai besok, tetapi mereka mengerti, ini masalah besar".

Teheran telah mengisyaratkan keinginan untuk meredakan ketegangan dan melanjutkan perundingan nuklir dengan Washington karena AS tidak ikut serta dalam konflik, menurut Wall Street Journal.

Saham sebagian besar naik dalam perdagangan Asia, dengan Tokyo, Sydney, Seoul, Singapura dan Taipei memimpin kenaikan, meskipun Shanghai dan Hong Kong mengalami kesulitan.

"Aset berisiko menikmati awal yang positif pada minggu baru di tengah tanda-tanda bahwa perang Israel-Iran masih terbatas pada kedua negara tanpa tanda-tanda kemungkinan eskalasi menjadi konflik yang lebih luas," kata Rodrigo Catril dari National Australia Bank.

"Iran dilaporkan tengah berupaya melakukan perundingan de-eskalasi, tetapi Israel tidak menunjukkan tanda-tanda melambat."

Keuntungan tersebut menyusul sentimen positif dari Wall Street, tempat para pedagang mengawasi pertemuan puncak G7. Para pemimpin dunia menanggapi perang dagang Trump dengan argumen bahwa hal itu menimbulkan risiko bagi stabilitas ekonomi global.

Para pemimpin G7 - Inggris, Kanada, Italia, Jepang, Jerman, dan Prancis -- meminta presiden AS untuk membalikkan rencananya mengenakan tarif yang lebih tinggi pada negara-negara di seluruh dunia bulan depan.

Keputusan bank sentral minggu ini juga perlu diperhatikan, Bank Jepang akan membuat keputusan terbarunya tentang suku bunga pada hari ini.

Para pejabat diperkirakan akan mempertahankan suku bunga tetap tetapi mengubah kebijakan pembelian obligasi mereka.

Redaktur: Lili Lestari

Penulis: AFP, Lili Lestari

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.