Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Sejumlah Keluhan Proses Penerimaan Murid Baru di Jakbar

📅 Senin, 16 Jun 2025, 18:48 WIB | Oleh:
Sejumlah Keluhan Proses Penerimaan Murid Baru di Jakbar Doc: ANTARA/Risky Syukur
Ket. Orang tua murid memenuhi posko pengaduan pada saat dibukanya seleksi penerimaan murid baru (PMB) SMA 78 di Jalan Kemanggisan Raya, Palmerah, Jakarta Barat, Senin (16/6).

JAKARTA - Suku Dinas Pendidikan Jakarta Barat  menangani keluhan para orang tua yang mendatangi posko pengaduan Penerimaan Murid Baru (PMB) di SMA 78 Palmerah.

Kepala Suku Bagian (Kasubag) Tata Usaha Suku Dinas Pendidikan Jakarta Barat Wilayah II, Fakhrul Alam menjelaskan bahwa mayoritas orang tua yang datang ke posko pengaduan PMB mengeluhkan kendala teknis.

"Yang paling banyak itu soal perbedaan alamat antara di Kartu Keluarga dengan alamat yang ditempati siswa saat ini," kata Fakhrul kepada wartawan di lokasi, Senin.

Selanjutnya, untuk mengatasi masalah itu, panitia akan mengeluarkan surat keterangan agar siswa tersebut bisa tetap melanjutkan proses pendaftaran secara daring (online).

Selain itu, ada pula orangtua murid yang tak sabar saat mendaftar dan verifikasi datang ke posko pengaduan. "Jadi sejauh ini memang masih seputar masalah teknis," ujar Fakhrul.

Kendati demikian, Fakhrul mengatakan, pihaknya tetap menindaklanjuti keluhan para orang tua murid.

Proses pendaftaran murid baru untuk jenjang SD, SMP, SMA dan SMK mulai dibuka pada Senin.

Untuk pendaftaran jalur afirmasi, prestasi dan domisili, pendaftaran akan dibuka sampai Rabu (18/6) pukul 14.00 WIB. Sedangkan untuk jalur mutasi pendaftarannya akan dibuka sampai 2 Juli 2025.

Sebelumnya diberitakan, ratusan orang tua murid mendatangi dan memenuhi posko pengaduan seleksi PMB SMA 78 Palmerah, Jakarta Barat, Senin.

Posko pengaduan yang dibuka oleh Suku Dinas Pendidikan (Sudindik) Wilayah II Jakarta Barat itu ditujukan untuk menerima keluhan para calon murid terkait masalah teknis pendaftaran.

Hingga pukul 12.00 WIB sudah 150 orang tua yang mengambil nomor antrean. Menyusul membanjirnya orang tua yang datang, pihak panitia pun menutup nomor antrean.

Mereka terlihat saling bertukar keluhan, membahas kendala yang mereka hadapi dalam proses pendaftaran.

Salah satunya adalah Hani yang mengaku datang ke posko pengaduan karena ada kesalahan input saat proses dalam jaringan (online).

"Saya salah jalur. Harusnya daftar ke jalur akademik tapi kemarin malah ke jalur non akademik. Ini udah nyangkut, takutnya kalau enggak diganti nanti malah enggak diterima anak saya karena salah jalur," katanya.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Industri Bioetanol Indonesia Mau Digenjot, Mentan Bidik Investasi BUMN dan Swasta
    Potensi penghematan devisa negara hingga mencapai Rp500 triliun ...
  • Pertamina dan Jababeka Berkolaborasi Menuju Kawasan Hijau dan Nol Emisi
    Melihat tren positif pemasangan infrastruktur panel surya yang ...
  • Kemenperin Pacu Industri Halal Tembus Pasar Global Lewat Halal Indo 2026
    Langkah mendorong penyerapan 60 persen vendor lokal di ...
  • Bukan Sekadar Ekspor, Industri Pangan Indonesia Kejar Posisi di Rantai Nilai Global
    Ulasan yang sangat komprehensif mengenai posisi manufaktur Indonesia ...
  • Industri Besar di Kaltim Didorong Wajib Serap 60 Persen Vendor dan UMKM Lokal.
    Langkah Komisi VII DPR RI dalam mendorong regulasi ...
Megapolitan
Menteri ESDM Bahlil Terpant...
Luar Negeri
KBRI Ungkap Puluhan WNI ber...

Mendulang emas di Sungai Mahakam

55 menit yang lalu | Wahyu AP

Daerah
Mendulang emas di Sungai Ma...

Produksi ikan kering di Maumere turun

55 menit yang lalu | Wahyu AP

Ekonomi
Produksi ikan kering di Mau...
Advertisement
Kepala Bapanas: Pemerintah Tak Beri Ruang Bagi Mafia Beras

Kepala Bapanas: Pemerintah Tak Beri Ruang Bagi Mafia Beras

22 Sep 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.